
"ayahanda harus mencoba kue coklat ini, kue coklat ini sangat enak loh, aku baru saja memakan sepotong." ucap putri keenam dengan gembira pada kaisar
sontak saja semua orang yang ada di Sana terkejut
dan kaisar yang tak percaya dengan apa yang putrinya katakan langsung memakan sedikit kue coklat tersebut
dan alhasil kaisar menjadi menganga dan beralih menatap kue coklat tersebut
"ini sangat enak dan lezat." ucap kaisar pada semua yang ada di sana
seketika semua orang antri dan mencoba sedikit kue coklat tersebut dan akhirnya semua orang termasuk pangeran dan putri putri lainnya terkeju dan memuji muji kue coklat tersebut
...****************...
"siapa yang membuat kue seenak ini?" ucap salah satu tamu pada putri keenam
"ini kue buatan kakak Zhi Qian! kak Zhi Qian yang membuatkannya untukku dan rasanya sangat enak." ucap putri keenam pada semua orang yang ada disana
"Zhi Qian? putri perdana menteri Zhi itu? aku kira dia sangat Bodoh dan tidak tahu apa apa ternyata dia sangat hebat dan pintar." ucap salah seorang tamu pada putri keenam
"iya, aku dengar Zhi Qian itu orangnya sampah tak disangka bisa membuat kue yang seunik dan seenak ini." ucap salah satu tamu lainnya pada yang lainnya
seketika semua orang membicarakan Zhi Qian yang pandai membuat kue
sedangkan kini terlihat Zhi Qian yang sedang asik meminum teh di sebuah taman sendirian
Ting! Ting! Ting!
[selamat! nona berhasil menyelesaikan misi, sebagai hadiah nona mendaptkan Poin 50 Poin keberuntungan~] ucap Xiaomi pada Zhi Qian
"eh? poin keberuntungan? sejak kapan ada Poin keberuntungan? bukankah cuma ada Poin keberhasilan dan Imam." ucap Zhi Qian pada Xiaomi
[sistem baru saja di Upgrade dan menambahkan satu jenis Poin~]ucap Xiaomi pada Zhi Qian
[jadi poin keberuntungan bisa digunakan untuk membeli apa pun jika Tuan tidak memiliki Poin keberhasilan yang cukup untuk membeli sesuatu~]ucao Xiaomi pada Zhi Qian
__ADS_1
Zhi Qian mengangguk anggukkan kepalanya dan mengerti dengan penjelasan dari Xiaomi
disaat yang bersamaan terlihat seorang pria yang berwajah datar dan dingin yang kebetulan lewat di dekat Zhi Qian
Zhi Qian yang menyadari keberadaan orang itu berhenti berbicara dan memperhatikan seseorang itu dari belakang
"ada apa kau terus menatapku? apa kau mau mati." ucap seseorang itu dengan aura membunuh
Zhi Qian yang terkejut dengan perkataan dari seseorang itu segera berbalik dan tidak membalas perkataan seseorang itu
seseorang itu tidak mendengar suara ataupun merasakan tatapan dari, Zhi Qian dan berbalik dan mendeka Zhi Qian
"apa kau tuli hah? aku bertanya padamu." ucap seseorang itu pada Zhi Qian
Zhi Qian yang disamperin oleh seseorang itu terkejut dan menoleh dengan kaku
"maafkan aku Tuan, aku tidak bermaksud menatapmu tadi." ucap Zhi Qian dengan gemetaran
seseorang itu menyadari Zhi Qian gemetaran dan tertawa kecil menanggapi Zhi Qian yang gemetaran karenanya
Zhi Qian yang mendengar perkataan dari Xuan Yuan Zhang terkejut dan berdiri
"kau…kau putra mahkota?" ucap Zhi Qian dengan terkejut sambil menunjuk Xuan Yuan Zhang
"eh? aku sudah memperkenalkan diriku, apa kau tidak akan memperkena siapa dirimu?" ucap Xuan Yuan Zhang pada Zhi Qian
"eh? na-nama hamba Zhi Qian yang mulia putra mahkota." ucap Zhi Qian sambil memberikan hormat pada Xuan Yuan Zhang
"kau tidak perlu memberikan aku hormat atau salam apapun dan tidak perlu panggil aku seformal itu, panggil saja aku Yuan Zhang." ucap Xuan Yuan Zhang pada Zhi Qian
"Zhi Qian namamu kan, mulai sekarang aku akan memanggilmu Qian saja, bagaiamana?"ucap Xuan Yuan Zhang pada Zhi Qian
"hm…bagaimana ya? aku panggil kau Zhang aja deh, jadi terdengar lebih akrab." ucap Zhi Qian dengan canggung pada Xuan Yuan Zhang
"tidak apa apa, santai saja, oh iya aku harus pergi dulu, kau nikmatilah tehmu." ucap Xuan Yuan Zhang kemudian pergi dari sana meninggalkan Zhi Qian sendirian di taman
__ADS_1
ditengah perjalanan terlihat Xuan Yuan Zhang yang tak disangka tersenyum kecil
"gadis yang menarik, sepertinya sangat cocok sebagai istriku." ucap Xuan Yuan Zhang sambil tersenyum berjalan ke tempat kaisar dan putri keenam
disana terlihat semua pangeran sedang berkumpul dan berbicara dengan putri keenam
"ada apa ini? kenapa kalian berkumpul di putri keenam?" ucap Xuan Yuan Zhang pada semua pangeran
"ini kakak Pertama, adik keenam memberikan kita kue yang sangat enak dan baru pertama kalinya kami melihat kue semacam itu." ucap pangeran ke tiga pada Xuan Yuan Zhang
"kue? unik? kalau begitu putri keenam yang manis bisakah memperlihatkan kue itu pada kakak pertamamu ini?" ucap Xuan Yuan Zhang pada Putri keenam
"ini kakak pertama, cobalah pasti kau juga akan menyukainya." ucap putri keenam pada Xuan Yuan Zhang
Xuan Yuan Zhang memakan sedikit kue coklat itu dan terpana dengan kelezatan kue coklat itu
"ini…sepertinya aku mengenal siapa yang membuatnya, apa nama orang yang membuatnya adalah Zhi Qian?" ucap Xuan Yuan Zhang pada putri keenam
"eh? dari mana kakak pertama mengetahuinya?" ucap putri keenam dari pada Xuan Yuan Zhang
"aku baru saja bertemu dengan orangnya di taman, saat aku pertama melihat Zhi Qian, aku merasakan sesuatu yang asing di hatiku, aku rasa aku akan memilihnya sebagai istriku satu satunya." ucap Xuan Yuan Zhang pada putri keenam
"kalau begitu cepat katakan pada ayahanda supaya ayahanda langsung menikahkan kalian jadinya tidak akan ada orang yang berebut dengan kakak pertama." ucap putri keenam pada Xuan Yuan Zhang
Xuan Yuan Zhang memikirkan perkataan putri keenam sejenak langsung bergerak menuju ke. ayahandanya
"ayahanda, aku ingin menikah." ucap Xuan Yuan Zhang dengan terang terangan
kaisar Xuan Yung Zong yang mendengar Xuan Yuan Zhang ingin menikah terkeju dan Menatap tak percaya pada Xuan Yuan Zhang
"apa? menikah? kau sungguhan? dengan siapa?" ucap Xuan Yuan Zhang pada kaisar Xuan Yung Zong pada Xuan Yuan Zhang
"namanya Zhi Qian, orang yang membuat kue coklat yang adik Xiao'er makan itu." ucso Xuan Yuan Zhang pada kaisar Xuan Yung Zong
"ternyata dia, sudah berhasil menaklukkan putriku, sekarang dia berhasil menarik perhatian Pangeran dingin yang tidak berperasaan ini, sungguh hebat." ucap kaisar Xuan yung Zong kemudian berdiri dan pergi dari sana dan mengabulkan permintaan Xuan Yuan Zhang
__ADS_1
see you