
"Jiang man, apa kau melihat anak kita sekarang? dia sudah memiliki takdir pernikahan dengan seorang putri perdana menteri, dia bernama Zhi Qian." ucap Xuan yung Zhong sambil menatap langit yang cerah
"dia akan jadi istri satu satunya putra kita nanti di masa depan dan akan menjadi permaisuri yang akan membanggakan rakyat dan negaranya." ucap Xuan yung Zhong lagi seraya tersenyum dan pergi menyapa Zhi Qian
......................
"permisi nona Zhi? apakah saya bisa berbicara dan berbincang bincang bersama nona?" ucap Xuan yung Zhong pada Zhi Qian
"ah! hamba memberi hormat pada yang mulia kaisar, semoga yang mulia kaisar panjang umur selalu." ucap Zhi Qian pada Xuan yung Zhong sambil memberi hormat pada Xuan yung Zhong
Xuan yung Zhong yang melihat Zhi Qian begitu formal padanya menghela napas pasrah dan menggelengkan kepalanya secara perlahan
"sebagai menantu masa depanku kau tidak perlu memberi hormat padaku, sini duduklah dan beristirahat sejenak sambil berbicara bersama." ucap Xuan yung Zhong pada Zhi Qian
Zhi Qian tak bebicara dan hanya bisa tersenyum ramah pada sang kaisar kemudian duduk di sebuah tempat duduk di sana
"jadi begini, apakah kau setuju jika aku menikahkanmu dengan putraku?" ucap Xuan yung Zhong pada Zhi Qian
"hm? untuk apa yang mulia menanyakan hal tersebut padaku? tentu saja aku akan setuju, bagaiamanapun juga yang mulia sendiri yang menjodohkanku dengan putra yang mulia." ucap Zhi Qian pada Xuan yung Zhong
__ADS_1
"tapi…jika kalian menikah tanpa adanya perasaan untuk satu sama lain…maka itu sama saja jika kalian menikah karena alasan politik." ucap Xuan yung Zhong pada Zhi Qian dengan sedikit tidak rela
"yang mulia, anda tenang saja, saya dengan suka rela menyetujuinya, dan lagipula siapa tau nanti setelah kami berdua menikah kami akan mulai membangun sebuah perasaan diantara kami berdua." ucap Zhi Qian pada Xuan yung Zhong
'tapi di antara kami itu tidak mungkin.' gumam Zhi Qian dalam hatinya
Xuan yung Zhong yang mendengar apa yang Zhi Qian katakan padanya. tersenyum lega
'haih…ucapan anak ini sangat mirip denganmu Jiang man.' Gumam Xuan yung Zhong dalam hatinya
sedangkan di sisi lain terlihat Xuan Yuan Zhang yang sedang mencari Zhi Qian kemana mana
"dimana Zhi Qian? kenapa menghilang begitu saja?" ucapan Xuan Yuan Zhang dengan kesal karena tidak bisa menemukan keberadaan Zhi Qian
"hei kau, apakah kau melihat wanita yang ikut denganku ke medan perang, namanya Zhi Qian?" ucap Xuan Yuan Zhang pada prajurit itu
"hamba memberi salam pada yang mulia putra mahkota, izin menjawab yang mulia, nona Zhi sekarang sedang berbicara bersama dengan kaisar di tempat istirahat kecil di luar istana."ucap prajurit tersebut pada Xuan Yuan Zhang
Xuan Yuan Zhang mengangguk pelan dan membiarkan Prau tersebut pergi dan dia juga pergi ke Zhi Qian
__ADS_1
di sana terlihat Zhi Qian yang sedang berbincang dengan Xuan Yung Zhong
Xuan Yuan Zhang yang melihat Zhi Qian dekat dengan ayahandanya kesal dan segera menghampiri mereka berdua
"Zhi Qian! beraninya kau mendekati Ayahandaku." ucap Xuan Yuan Zhang dengan kesal pada Zhi Qian
"he eh, siapa juga yang mendekati ayah mertuanya sendiri? apa kau ini masih waras atau sudah kehilangan akal sehat setelah pulang dari medan perang?" ucap Zhi Qian dengan kesal pada Xuan Yuan Zhang
"kau…mengakui Ayahandaku sebagai ayah mertuamu? berarti kau setuju menikah denganku?" ucap Xuan Yuan Zhang dengan sedikit senang
"memangnya kenapa jika aku memanggil AYAHANDAMU sebagai ayah mertuaku?" ucap Zhi Qian dengan menekankan kata AYAHANDAKU pada Xuan Yuan Zhang
"jangan marah marah dong." ucap Xuan Yuan Zhang seraya mendekati Zhi Qian
Xuan yung Zhong yang mengerti situasinya langsung pergi meninggalkan keduanya di sana untuk berduaan dan saling mengenal satu sama lain
"kenapa kau mendekatiku? jangan mengapa ngapain aku ya, atau kalau tidak aku pukul kau." ucap Zhi Qian dengan ngancam pada Xuan Yuan Zhang
"jangan marah, aku sangat senang kau menyetujui pernikahan kita berdua, dan mulai deterusnya kau harus menjauhi pria lain selain diriku." ucap Xuan Yuan Zhang pada Zhi Qian
__ADS_1
Zhi Qian yang untuk pertama kalinya sangat dekat dengan lawan jenis sedikit malu dan segera mendorong tubuh Xuan Yuan Zhang jauh jauh darinya
see you