
"Lu ngapain disitu ha?!" Teriak seorang cewek yang tengah berdiri dengan bersender pada dinding dengan tatapan mata mengarah pada cowok yang jongkok didepannya.
"Li ngipiin di siti hi"Tampak si cowok menirukan ucapan sosok cantik didepannya dengan sebal,hingga membuat cewek itu terkekeh pelan.
"Udah ditungguin juga malah yang dateng jin"Sambung si cowok lalu berdiri dengan menenteng tas di satu sisi.
"Enak aja jin.Lu kali jin-nya, jin tomang"Jawab si cewek ga terima
"Idih udah ditungguin juga,yaudah gue balik dulu"Ucap si cowok lalu berlalu melewati si cewek yang tengah menggurutu sebal.
"Lah we! Liam !.Gue sama siapa dong?!"Teriakan cewek itu menggema membuat cowok bernama Liam itu tertawa kecil.
Merasa tertinggal si cewek pun berlari menyusul perginya Liam menuju parkiran,lalu bergegas masuk sebelum si empu meninggalkannya.
Mobil bergaya sport itu mulai melaju membelah padatnya jalanan di jam pulang kerja.
"Kampret lo "Terlihat si cewek menggerutu dengan mimik lucunya.
"Sensi amat buk?"Liam terkekeh melihat ekspresi berlebihan dari wajah sahabatnya.
"Crazy".Ucapan cewek itu membuat tawa seorang Liam kian meledak.
Lima Belas menit sudah mereka melaju hingga sampailah mereka pada kediaman "si cewe."
"Bye Lea cantik" Ucap Liam saat ia akan meninggalkan pekarangan rumah milik "Lea"
"Crazy" Jawab Lea.
Entahlah kata "Crazy" sangat sering diucapkan oleh nya saat ia tengah sebal atau pun kesal.
Dengan perlahan Lea mulai memasuki rumah bernuansa abu-abu dan putih itu lalu menghentikan langkahnya saat tepat di depan pintu utama.
Rumah besar itu nampak tak berpenghuni,hanya kesunyian yang ada.Bibir Lea melengkung ke atas bersamaan dengan menetesnya air mata yang kian membendung.Dari kecil Lea tak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya,mereka hanya sibuk kerja,kerja dan kerja.Ia bagai anak yatim piatu.
Ayahnya dulu pernah satu tahun tak pulang,Lea juga tak mengetahui alasannya.Sebagai presdir ayahnya sangat sering bolak - balik luar negeri untuk mengurus anak perusahaan yang telah didirikannya.
Ibunya berprofesi sebagai model terkenal,sangat sering masuk majalah.Sehingga ia sering lupa akan kewajibannya sebagai istri dan sebagai ibu.Semuanya sibuk sendiri...Memikirkan itu membuat hati kecil Lea mencelos.
__ADS_1
"Heh...aku sudah biasa,kau kuat Lea" Gumam Lea menyemangati diri nya sendiri.Lalu segera menuju ke lantai dua dimana tempat kamarnya berada.
Setelah sampai ia merebahkan tubuh letihnya pada ranjang yang berwarna coklat cream itu dan memejamkan mata sejenak untuk menghilangkan penatnya.Terhitung sudah satu jam lebih Lea bertahan pada posisi itu dan terbangun karena dering ponsel yang menandakan adanga panggilan masuk.
'Drrt...drrt...drrt'
-LIAM IS CALLING-
📞 "Ya hallo?"~Lea
📞 "Lo dirumah? Kita nongkrong yuk,ditempat biasa..."~Liam
📞 "Gue sibuk"~Lea
📞 "Gue di depan rumah lo,buruan turun"~Liam
Ucapan terakhir Liam membuat Lea mau tak mau segera bersiap,ia hanya perlu mandi dan ganti baju,berhubung sudah dikejar waktu,ia hanga menggunakan celana jeans hitam dengan hodie berwarna soft pink hodie dari kado ulang tahun nya yang diberi Liam tahun lalu.
Lalu bergegas memakai sepatu putih dan mengambil tas mini dan bergegas turun,ia takut Liam akan karatan menunggunya.
"Yuk jalan-jalan,gue dah lama gak keluar nih"Ucapan Lea tampak bersemangat,dengan cepat iya meraih helm dan memakainya.Jika malam-malam biasanya mereka pergi menggunakan motor ninja warna hitam.Motor kesayangan Liam.
"Semangat empat lima bund" Liam ikut senang melihat raut gembira dari sahabat kecilnya.
🍀
"Em enak banget"Suara Lea tak terlalu jelas karena mulutnya begitu penuh akan bakso pedas favoritnya.
"Pelan aja Le,ga ada yang minta juga"Sarkas Liam menggeleng melihat tingkah Lea.
"Bang,minta air putihnya bang!"Suara Lea kembali terdengar saat ia kepedasan dan dengan segera Bang bakso nya meletakkan segelas air putih di meja pelanggan setianya dan langsung ditegak habis oleh Lea.
"Rakus lo"Suara itu tak membuat senyuman indah Lea pupus,ia selalu bahagia melakukan semua kegiatan dengan Liam.
"Bang! Baksonya kok enak banget si,jangan-jangan saya dipelet nih?!" Lea melontarkan candaan pada abang bakso muda itu hingga si empu tersenyum simpul.
"Lu nya aja yang doyan,kok nyalahin yang buat"Sarkas Liam sambil menyentil pelan dahi Lea.
__ADS_1
"Aww sakit tau"Ringisnya
"Lagian gue becanda kok.Sewot amat"Gerutu Lea memanyunkan bibirnya,tak sampai sepuluh detik senyumnya kembali merekah saat melihat permen kapas di samping warung bakso langganannya ini.
Dengan segera Lea bangkit membuat Liam mengernyit heran.Hingga tak lama kemudian Lea kembali membawa permen kapas berwarna pink itu dengan senyuman nya yang lebar.
Pukul 20.45 (waktu setempat) mereka memutuskan untuk pulang namun Liam membelokkan motornya ke Cafe yang lagi hits,karena pesanan dari bumil.Bundanya yang minta.
"Mba pesen,nasi goreng seafood dibungkus"Ucap Liam saat tengah memesan makanan favorit Bundanya.
"Saya juga mba,nasi goreng seafood,dia yang bayar"Dengan tiba-tiba Lea menyuarakan suara sambil menunjuk diri Liam.
"Lu ngga kenyang gitu?"Tanya Liam,ia memang tak masalah membayar makanan Lea,masalahnya Lea dari tadi makan dan makan.Apa dia tak kenyang?.
"Engga" Jawaban singkat itu membuat Liam kembali bungkam
Setelah menunggu sekitar 20 menit mereka telah mendapatkan nasi goreng pesanannya,dan memutuskan untuk kembali pulang.Namun nampaknya Lea ingin ikut pergi ke rumah Bunda Nia (Bunda Liam).Sehingga Liam pun mampir terlebih dahulu pada rumahnya.
"Bundaa! Lea kangen.."Teriakan Lea menggema di rumah besar itu,hingga membuat Bunda Nia langsung menoleh dan menghampiri keduanya yang baru saja memasuki ruang tamu,dimana ia dan suaminya tengah bercengkerama dengan sosok wanita renta,yaitu nenek Liam.
"Hai sayang,lama banget ga kesini,Bunda kangen ni"Jawab Bunda tak kalah ramah,lalu memeluk Lea yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.
"Ini nasi goreng nya Bunda.Seperti biasa"Ucapan Liam menghentikan kegiatan peluk-memeluk antara Lea dan Bundanya.
"Ah ada nenek ternyata,nek Lea merindukan nenek"Histerisnya bertambah tatkala melihat sosok nenek yang mencurahkan kasih sayang pada nya itu.
"Ku kira kau lupa pada ku"Jawab nenek Flow.Nama aslinya Flower,keturunan Los Angeles.
"Tentu tidak,nenek semakin cantik,sepertinya aku akan kalah"Kelakar Lea hingga membuat semua meledakan tawa nya.
Hingga akhirnya mereka pun berkumpul di ruang keluarga sembari menonton acada di Televisi,dan jadilah Lea menginap di rumah Liam.
Halo teman-teman ini cerita pertama yang aku buat di noveltoon.Semoga suka ya
Btw buat alur nya mungkin ada beberapa misteri juga,mohon kasih saran dan bimbingannya.Dan maaf bila terdapat kesamaan kata,nama,atau pun tempat.Tapi yang pasti ini asli dari imajinasi ku...
HAPPY READING 🌻
__ADS_1