GROWING LOVE ?

GROWING LOVE ?
GROWING LOVE chapter 12 : Dia Siapa


__ADS_3

Hingga tanpa sadar,Lea menyentuh pelan pipi Liam dengan pelan,takutnya si empu itu bangun.Dan benar dugaanya,setelah itu Liam bangun menggeliat dengan tangan yang direntangkan.Seketika Lea gelagapan,terlebih lagi ia tertangkap basah sedang menyentuh pipi Liam...


*


*


*


Malu,itu yang Lea rasakan .Tertangkap basah oleh Liam dikala ia menyentuh wajahnya,rasanya ia ingin tenggelam di laut saja.


Lea juga merutuki kebodohannya yang malah mengusik tidur Liam,pipinya memerah kini,terlebih ditatap intens oleh Liam membuatnya semakin salah tingkah.


Sedangkan Liam tengah tersenyum jail pada gadis didepannya dengan rambut acak-acakan ini.


"Kau sudah baikan?"Tanya Liam sambil mendudukan badanya menghadap Lea yang tengah menunduk


"Eh apa..i iya lumayan"Gugup setengah mati Lea menjawab pertanyaan Liam yang hanya terkekeh kecil.


"Baiklah,aku akan pulang.Nanti aku akan kesini lagi"Ujar Liam lalu beranjak dari ranjang lalu mengambil ransel nya dan keluar dari kamar Lea.


"Aaargh bodoh-bodoh kenapa lo ngusap pipi Liam sii!!!"Getutunya memukul pelan kepalanya.


*


*


*


Pukul 3 sore Lea akan pergi jalan-jalan.Sambil menunggu waktu sore,Lea juga akan ber-refresing karena seharian ia di kamar,ya karena dia sakit.


Menggunakan outfit simpel tapi tetep sopan dilihat orang.Lea juga menggelung rambut panjangnya dan membiarkan beberapa terurai alami


Rambutnya*abaikan jaketnya>//<




Bajunya dan celana nya*.


Setelah dirasa siap,Lea pun mengendarai sepeda.Iya,,,jarang-jarang Lea menggunakan sepeda.Juga itung-itung untuk olahraga sore.


Terlebih di taman Ria,tak jauh dari rumahnya ada Pasar Malam yang baru dibuka kemarin.Lea tak mengajak teman atau keluarganya sama sekali.Lea hanya ingin menikmati waktu sendiri.

__ADS_1


Mungkin ditahun-tahun sebelumnya,Lea akan ke Pasar Malam dengan Liam.Namun kini tak memungkinkan dirinya untuk mengajak sahabat nya itu.


Mengayuh sepeda hitamnya dengan suasana hati yang lumayan baik,setiap berpapasan orang di jalan Lea selalu tersenyum sambil mengangguk,tiba di perempatan,Lea berhenti sejenak sambil menunggu lampu merah berganti warna,Lea pun meminum air putih yang ada pada tas selempangnya.Lalu sedikit merapikan rambutnya yang beberapa terurai bebas dan mengenai mata nya.


Setelah menunggu 60 detik akhirnya warna berganti Hijau,dengan segera Lea kembali mengayuh sepedanya dengan sedikit pelan.Di depan nampak puncak bianglala yang nampak melambai-lambai untuk diisi.


Sepertinya Lea akan disini semalaman...


...


*Beberapa wa**ktu yang lalu diperempatan*...


"Boss itu ada gadis yang identitasnya sempat boss minta."Pria ber-kacamata yang duduk di bagian kemudi mobil itu berbicara pada 'Boss nya yang ada di bagian kursi penumpang belakang.


Jelas saja 'si Bos memahami ucapan asistenya,gadis yang beberapa waktu lalu sudah mengambil hati es nya.Hati yang selama ini tak pernah melirik pada gadis maupun wanita,namun beda lagi dengan Gadis ituu.


"Mana"Ucapannya yang dingin itu juga serta pandangannya sedang mencari seseorang seperti ucapan asistenya itu.


Pandangannya terhenti dimana seorang gadis dengan sepedanya tengah meminum air kemasan,lalu sedikit merapikan rambutnya.


Pandangan Pria ini terpaku.


"Sepertinya dia akan ke Pasar Malam,Taman Ria Bos"Si Asisten kembali berbicara.


"Hemmm,ikuti dia,rapat di ganti besok"Ucapan atau malah perintah itu tak ingin dibantah.


"Kau sedang membantah perintahku?"Ucapan dingin Bos itu membuat asistennya tak berkutik.


"Baik boss"


***


Sampai di area pasar malam,lebih tepatnya Pasar Sore.Lea pun mulai antri untuk membeli tiket masuk.


Dudah lama rasanya ia tak ke pasar malam,suasana dingin tak menyurutkan semangat membara nya.Setelah mendapat tiket ia pun pergi masuk melewati gerbang yang dihiasi balon dan bunga disana.


Baru masuj saja indra penciuman Lea sudah disuguhi bau jagung bakar.Lea mendengus sebal saat tau imannya begitu lemah pada makanan.


Dengan segera ia melangkah menuju pedagang jagung dan membeli satu jagung saja.Tentu Lea tak akan membeli jagung saja kan?Terlebih disini banyak sekali penjual-penjual berderet rapi.


Setelah menerima jagungnga,Lea melangkah pelan dan mulai memasuki wilayah wahana.Jeritan disana sini terdengar saring sahut menyahut.Terlebih di wahana yang berbentuk perahu itu.


Mata Lea tak henti-hentinya berkeliling mengabsen setiap wahana yang akan di naikinya.Maybe...masalahnya Lea justru tergoda akan makanan disini,bukan wahananya..

__ADS_1


Hingga setelah jagunya habis,ia kembali ke warung bagian burger.Burger nya hanya 15 ribuan dan cukup besar.Ada kejunya juga.Lea membeli satu porsi dan kembali melanjutkan jalan-jalannya.


*


"Gimana bos?"


"Kita Pantau saja dulu"


Kedua orang itu menyamar menjadi orang biasa pada umumnya.Mereka sempat mengganti setelan tuxedo mereka..


"Sampai kapan bos?"Saat mengucapkan kata itu si Asisten langsung mendapat tatapan tajam dari majikannya


"Maaf"


*


Kini Lea sedang duduk di salah satu kursi pojokan samping warung sate.Bukan berarti Lea membeli satenya lhoo.


'Drtt drrt


Mata Lea teralihkan pada layar ponselnya yang memunculkan nama Ayam disana.Siapa lagi kalau bukan Liam.


Lea mengangkat warna hijau di layarnya..


"Hallo?"


"Dimana"


"Gue lagi di luar"


"Dimana"


"Di pasar Malam deket rumah gue itu".


"*Oke"


'tuut*'


Lea memandang kesal ponselnya.Karena putusan telepon sepihak dari Liam.Ia pun kembali melihat-lihat sekeliling.Matanya terkunci pada 2 orang laki-laki yang sedang menatapnya.


Lea merasa jika dua laki-laki itu terus berada di dekat ia berada,bahkan saat tadi Lea membeli Burger pun,dua laki-laki itu juga membeli.Tadi juga sempet berpapasan.Dan kini mereka ada di depan Lea,walau jaraknya memang agak jauh..


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2