GROWING LOVE ?

GROWING LOVE ?
GROWING LOVE chapter 2: Tahu Bulat ku!


__ADS_3

Saat ini Lea tengah menunggu Liam yang sedang mandi,dia ada kelas pagi ini.Yang mengharuskan nya pergi ke kampus.Sedangkan ia menggunakan baju lama milik Bunda Nia,karena semalam ia menginap hingga akhirnga meminjam baju pada Bunda Nia.


Sedangakan Liam baru saja keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap,tinggal memakai sepatu ia siap pergi ke kampus.


"Lama lo Yam"


Yam...panggilan Lea karena ia ga mungkin manggil Li ataupun Am,jadilah ia memanggil Yam,Liyam.


"Sekalian boker"Jawab Liam sekenanya sambil mengenakan kaus kaki lalu memakai sneakers nya.


🍀


"Buruan 5 menit lagi telat!"Jerit Lea sambil melihat jam tangan hitam di lengan kirinya dan mengeratkan pegangan pada pinggang Liam yang terbalut hoody warna hitam


"Lo sih,kelamaan mandinya..."Sungut Lea lagi.


"Bawel lu"Sarkas Liam kesal akibat ocehan-ocehan dari mulut Lea yang seakan-akan ia bersalah.


setelah 8 menit akhirnya mereka sampai di gerbang kampus,sayangnya Pak Totok,penjaga gerbang,telah menutup rapat gerbang agar siswa/siswi yang terlambat tak bisa masuk dan akan diberikan hukuman.


"Pak! Pak Totok,bukain gerbangnya Pak...kita cuman telat 3 menit aja loh Pak.Pak!?"Suara cempreng Lea membuat Pak Totok yang tengah menyeruput kopi hitam itu menoleh.


"Aduh si eneng geulis mana telat nyak"Logat khas Pak Totok di setiap kata-kata yang diucapnya.


"Iya nih Pak,tadi macet di jalan Pak.Bukain gerbangnya Pak"Pinta Lea sambil memohon mengatupkan tangan di depan dada.Sedangkan Liam hanya bersender pada sisi gerbang sambil menguap.Ia semalam tak tidur.


FLASBACK ON~


Malam ini pukul 10.00(waktu setempat) Lea,Bunda Nia dan Nenek Flow tengah membuat cookies ala-ala mereka.Sedangakan para lelaki tengah asyik menonton siaran sepak bola yang tengah berlangsung.


"Duh senangnya Bunda,bisa ngumpul kaya gini,kapan lagi nih bikin cookies bareng"Suara Bunda terdengar membuat Lea maupun nenek Flow menoleh dan tersenyum setuju.


Setelah semua cookies matang,mereka menata dalam 3 piring karena mereka memang sengaja membuat banyak cookies.Ada yang isi coklat,kacang,dan isi keju kesukaan Lea tentunya.

__ADS_1


"Dinikmati cookies nya..!"Seru Lea menghentikan kegiatan perdebatan antara Liam da ayah Galang,karena mereka mendukung kubu yang berbeda.


"Waah buatan anak gadis mesti enak nih"Sarkas Ayah Galang lalu mencomot satu cookies dan melahapnya.


"Oh iya tadi Bunda ada tahu bulat,jadi lupa ni...masih banyak juga,bunda ambil bentar ya"Ucap Bunda Nia lalu melenggang pergi ke arah dapur dan kembali membawa piring besar berisi tahu bulat.


Semua asyik dengan dunianya sendiri bahkan cookies dan tahu bulat yang berjumlah banyak itu tinggal sedikit saja.Sedangakan Lea ,dia tengah bermain game online di handphone nya.


"Lah kok tahu nya abis"Ucapan tak terima Lea membuat Liam,sang penghabis Tahu Bulat itu nyengir.Sedangakan Tahu yang tersisa tinggal 1 biji.


Dengan cepat Lea menyambar tau bulat itu sebelum dimiliki orang lain.Namun saat hendak memakannya tahu bulat itu malah jatuh menggelinding ke bawah,semua mata mengikuti arah jatuhnya tahu itu yang berakhir pada kaki Liam


"Tahu Bulat Kuuuu!!"Dengan histeris Lea menjerit dengan wajah yang dilebih-lebihkan.


"Bunda...lea ga kebagian tahu nya.Tahu nya dihabisin Liam Bun.. "Adu Lea pada Bunda Nia sedangkan mata Liam tengah memicing melihat Lea,Liam merasakan perasaan yang tak mengenakan.


"Liam! cepat goreng tahu lagi!!!"


FLASBACK OFF


"Ha..hukuman Pak,aduh pak kok dihukum sih?!"Suara cempreng Lea kembali menyahut .


"Lagian gampang neng,cuman bersih-bersih halaman aja kok"Senyuman Pak Totok menyambut ucapannya.


Akhirnya mau tak mau mereka pun dihukum dan tak mengikuti kelas karena percuma,setelah bersih-bersih bel istirat pertama berbunyi...


"Akhirnyaaa"Lea sangat lega akan berakhirnya hukuman yang melelahkan ini,lalu merentangkan tangannya ke atas.


Setelah itu keduanya pergi ke kantin untuk sarapan,mereka tak sarapan di rumah tadi dikarenakan kesiangan.


Kantin nampak ramai dengan para siswa siswi yang ingin mengisi perut mereka,begitu pula dengan Lea dan Liam.Mereka bagai lem dan kertas,tak bisa dipisahkan,bahkan dari dulu SMP mereka meminta guru untuk menyamakan kelas mereka.


"Lu mau pesen apa Yam"Tanya Lea setelah mendapat meja di kantin.

__ADS_1


"Biasa"Jawab Liam singkat.


Lalu setelahnya Lea beranjak menuju warung Bu Umi,penjual Bakso dan Mie Ayam di kampus.


"Bu Umiii,Pesen Bakso 2 porsi sedang,jangan lupa es teh nya Bu!"Karena warung Bu Umi sedang sepi,maka tak menunggu lama pesanan mereka telah siap.


Dengan segera mereka melahap Bakso itu dan tak lupa menambah sambal...Entahlah hari ini Liam nampak pendiam,yaa memang begitu biasanya,namun kali ini berbeda.Ia nampak sering melamun


"Lu kenapa Yam?"Ucapan Lea tak mengalihkan pandangan Liam yang sedang menatal bakso didepannya.


"Yam?"Karena tak di sahut Lea mencoba untuk memanggil lagi."Yam?! Lu kenapa sih?!"Sentakan Lea barulah menyadarkan lamunan Liam.


"Hah kenapa?"Jawab Liam dengan bingung.


"Lu yang kenapa,di panggil-panggil juga"Kesal Lea,dan dengan segera Lea memakan Bakso nya dengan lahap.


"Le"Panggil Liam dengan menatap intens mata indah Lea.


"hmm?napa?"Jawabnya


"Semalem gue mimpiin Nindi"Ucap Liam dengan lirih,namun membuat kegiatan memakan bakso Lea hentikan,dan langsung menatap Liam yang juga menatapnya.


"Nindi? mantan lo?"Beo Lea,karena ia tak begitu mengingat "Nindi"


"Iya,dia dateng ke mimpi gue Le"


Nindi adalah pacar pertama seorang AREKSA LIAM DIAKSARA ,pada masa SMA nya.Sosok Nindi yang ramah dan populer di SMA,sempat memikat hati Liam.Dulu Liam dan Nindi adalah pasangan favorit yang sama-sama cantik dan tampan,tapi jika dibandingkan dengan Lea,Nindi tak secantik Lea tentunya.


Dan di kelas 3 SMA menuju kelulusan,tiba-tiba Nindi hilang bagai ditelan bumi dan tak memberi kabar kepada siapapun.Liam nampak terpukul karena itu,Bahkan Nindi pergi dengan kata "putus"yang tak pasti.Berarti...sampai saat ini pun Nindi dan Liam masih berhubungan karena belum ada yang mengucapkan kata putus itu.


"Dateng ke mimpi lo?"Kini Lea menyuara.Liam mengangguk


"Dia hanya tersenyum manis,tapi kemudian senyum manis itu berubah bagai senyuman *pyscho...Gue ga tau artinya,apa mungkin dia bakal balik lagi ke sini,dia ga ngasih kabar apapun"Ucap Liam menceritakan mimpinya.Sedangkan Lea hanya menatap Liam dengan perasaan yang tak menentu...

__ADS_1


Hallo teman-teman,di chapter ke 2,mungkin banyak typo jadi mohon saran dan bimbingannya agar bisa lebih baik lagi...dan maaf bila ada kesamaan kata,nama,tempat karena itu asli dari imajinasi saya...


HAPPY READING GUYS🌻


__ADS_2