GROWING LOVE ?

GROWING LOVE ?
GROWING LOVE chapter 10 :Atha..


__ADS_3

***Sedangkan penyetir mobil nampak khawatir akan keadaan Lea yang menjerit ketakutan,si penyetir itu pun menepikan mobil hitamnya dan memeluk gadis yang sedari tadi sudah menangis disampingnya.


"Sttt...tenang...ada gue disini***..."


*


*


*


Di waktu yang sama,setelah mengantarkan Nindi,Liam pun bergegas mencari Lea.Untuk awalan ia akan mencari dari mulai gerbang sekolah,sampai menuju jalan dimana rumah Lea berada.Sambil menyetir,Liam pun mencoba menghubungi Lea.Sungguh ia sangat khawatir pada Lea kini.


Bahkan disepanjang jalan pun ia tak menemukan Lea...


*Mungkinkah dia sudah pesan taksi? Haish harusnya tadi dia kuantar pulang dulu*Gerutu Liam dalam hati.


Karena bingung hendak mencari Lea kemana,akhirnya Liam memutuskan untuk pergi ke kediaman Linx itu.Namun hanya kesunyian yang ada,saat bertanya pada satpam pun,Pak satpam menjawab jika Lea sedari tadi belum pulang.


Keresahannya semakin menjadi tatkala,saat mencoba menelefon Lea dan hanya suara operator yang ada.Merasa frustasi plus lelah karena kegiatan kampus,akhirnya Liam memutuskan untuk pulang saja.Bisa jadi Lea menginap di hotel terdekat.Begitu pikirnya...


*


*


*


Sinar mentari menyingsing,membuat sepasang mata yang masih terpejam itu terbuka dengan perlahan.Mendudukan tubuh kaku dan kepala yang pusing bak berputar-putar di roller coa*ster itu hingga tatapannya berkeliling menelisik satu-persatu sudut di ruangan yang cukup luas ini.


Diedarkannya pada tempat tidurnya ini.Tunggu? ia merasa keanehan disini,ia juga merasa asing dengan tempat ini.


Mencoba mengingat-ngingat apa yang terjadi sembari melihat sekeliling tanpa berpindah tempat dari ranjang ber-seprei putih itu.

__ADS_1


Menyadari sesuatu,sesaat semalam ia diantar oleh pria gila di taman waktu itu,namun justru ia malah menangis ketakutan dan ditenangkan oleh orang gila itu.Yaa..dia Atha,orang yang juga mengantarkan Lea ke hotel,lantaran bingung dengan keadaan Lea yang ketakutan.Tapi bukan berarti mereka tidur bersama,karena Atha juga memesan kamar hotel tepat di samping kamar hotel Lea.


Membuka ponsel yang ternyata sudah di charger oleh Atha semalam,dan melihat jam yang tertera di layar ponsel.Waktu menunjukan pukul Tujuh lebih.


Lalu kembali berbaring saat merasakan pusing kembali mendera.Terlebih lagi tubuhnya yang merasa kedinginan membuat Lea kembali menarik selimut guna menghangatkan tubuh.


Dingin,itu yang Lea rasakan,ditambah kepala nya yang seperti ditusuk-tusuk hingga membuatnya pening.Juga badan pegal yang membuat Lea keinginan untuk tidur lagi semakin terpenuhi.


Namun sayang acara tidur Lea terganggu saat terdapat pria mengetuk pintu kamarnya,hingga mau tak mau Lea beringsut turun dan berniat membuka pintu.


'Cklek


Terpampanglah Atha yang tersenyum cerah sambil membawa nampan berisi makanan dan segelas susu hangat.


"Sarapannya"Atha mengucapnya dengan senyuman secerah mentari,lalu Atha masuk dan meletakkan nampan itu di meja lalu menduduki salah satu sofa.Sedangkan Lea hanya mengikutinya


"Kau sudah baikan,matamu seperti disengat lebah"Atha terkekeh saat melihat mata Lea yang nampak bengkak.Bagaimana tidak,semalaman hujan petir yang juga membuat Lea menangis semalaman.


Tak memperdulikan ejekan Atha,Lea pun ikut duduk di depan pria tampan itu dan mulai memakan isi dari nampan.


"Ah sudah"Jawabnya.


"Kau tak ke kampus.Sekolah?"Sambung Atha.


"Tidak mungkin aku sekolah dengan keadaan mata ku yang bagai disengat lebah ini kan"Jawaban Lea membuat tawa Atha meledak,memang benar,bahkan hidung Lea pun masih memerah meyisakan tangisan semalam.


"Makasih"Perkataan Lea membuat Atha bingung.


"Buat apa?"


"Semalem"Hanya jawaban singkat yang Lea beri,sebab Lea juga malu lantaran semalam saat Atha hendak pergi ke kamarnya malah di cegah oleh Lea yang masih ketakutan,hingga akhirnya Atha memeluk Lea yang sedang menutup kedua telinganya.

__ADS_1


"Tak masalah,kau akan pulang? Biar kuantar sekalian aku akan pulang juga.Kita searah"Tawar Atha setelah melihat Lea yang sudah menyelesaikan acara makannya.


"Boleh"


"Wajahmu pucat,apa kau sakit?"Ucapan Atha kembali mendapat anggukan ringan dari Lea.


"Sepertinya,kepalaku terasa pusing dan berat,mungkin masuk angin gara-gara semalam aku menggunakan baju pendek ini...(baju yang sama dengan yang dipakai pada saat ke kampus)


"Ganti baju dulu,it sudah kubawakan baju dan sepatu disana."Ucap Atha sambil mengancungkan telunjuknya pada papper bag di nakas


"Kau keluarlah dulu"Paham dengan ucapan Lea,Atha pun juga beranjak pergi yang juga akan mengganti pakaiannya.


Membuka papper bag yang berisi 2 buah dress beserta **********.Seketika wajah Lea memerah saat melihat dalaman wanita disitu.


Memilih menggunakan dress diatas lutut dengan motif bunga- bunga warna ungu di beberapa bagian,lalu sedikit memoles wajahnya agar tak kelihatan pucat,menambah bedak dan eye shadow pada bagian mata yang membengkak itu agar tak terlalu kentara.



Mengaca di cermin untuk memeriksa wajah dan pakainnya yang nampak pass ditubuhnya.Lalu memakai heels yang juga dibawakan oleh Atha.


'Tok tok.


Suara ketukkan pintu mengalihkan pandangan Atha yang masih bermain handphone sembari menunggu Lea yang masih bersiap.


Atha pun membuka pintu kamar hotelnya dan ternyata Lea sudah berdiri di depannya kini.Terlebih lagi tampilan Lea yang cantik di tambah pakaian yang dibelikannya langsung dipakai membuat senyum Atha merekah...


Lalu mereka berdua pun turun menuju loby hingga parkiran pun mereka menjadi pusat perhatian para orang di hotel.Ditambah perawakan tegap dan wajah tampan Atha juga kecantikan Lea membuat mereka terpesona.


Seakan-akan terhipnotis,mereka tak mengalihkan pandangan pada Lea dan Atha yang berjalan berdampingan menuju parkiran.Bahkan banyak juga yang sengaja memotret atau memidio mereka dan diunggah ke sosial media


...

__ADS_1


Hai guys,wiih Atha gercep ni.Gimana ya sama Liam?Penasaran?pantengin terus Growing Love ya.Jangan lupa vote,komen,dan like..


HAPPY READING🌻


__ADS_2