
Begitupun Liam,ia berjalan di belakang mobil mewah itu.Dan ia semakin terkejut saat Lea turun dari mobil itu...Liam semakin terkejut saat sempat melihat bahwa yang mengantar Lea adalah seorang cowok yang tampan.
*
*
*
Melihat Lea bersama dengan pria lain membuat getaran aneh pada diri Liam.Serasa tak rela namun tak bisa apa-apa.
*Siapa dia.Pacar Lea?kenapa Lea tak memberitahuku tengtang ini?*Pikiran Liam berkecamuk.Terlebih saat tau bahwa Pria itu kaya dan cukup tampan.Tak memperdulikan Nindi yang masih di mobilnya.
Sedangkan di pihak Lea tengah ditatap oleh banyak siswa/siswi lain ,bukan hanya karena kecantikannya tapi juga heran dengan pria yang mengantarkannya.Sedangkan Liam menggunakan mobilnya bersama Nindi.
"Hei bukankah itu Lea,dia bersama siapa,lihatlah mobilnya.Apa dia kekasihnya?
"Hei bukankah kekasih Lea itu Liam,mereka seperti Lem dan kertas yang selalu menempel"
"Tapi kemarin-kemarin Liam jalan terus sama anak baru itu"
"Selingkuhannya kah?"
Banyak yang berargumen tentang Lea dan Liam membuat Lea jengah sendiri.Lalu dengan segera Lea melangkah kan kakinya menuju kelas nya,sebelum dosen masuk.
Duduk di bangkunya,lalu disusul Liam yang duduk di depannya.Dan tepat setelah itu Dosen pun masuk,dan memulai pelajaran sore ini.
Kelas berlangsung selama satu setengah jam,lalu bel pun segera berbunyi membuat Lea segera ke parkiran.Begitupun dengan siswa lain yang akan pulang.
Berjalan menuju parkiran,Lea tampak tenang dengan tatapan tajamnya.Sebenarnya sosok Lea merupakan bunga kampus,terlebih lagi disokong oleh body bak model profesional yang begitu disukai oleh kaum adam.Banyak pula yang menyatakan cinta pada Lea.Namun semuanya di tolak.
Begitu juga Liam yang kadar ketampanannya lebih unggul dari pria lain.Namun begitu juga dengan Lea,Liam tak pernah menerima pernyataan cinta siswi lain.Sehingga para siswa/i mengannggap bahwa Lea dan Liam pacaran.
*Sial gue lupa mobil gue dibawa ke bengkel*Lea berdecak singkat sesaat mengingat bahwa mobilnya mogok tadi pagi.
Akhirnya Lea memutuskan untuk pulang bersama Liam.Memangnya dia bakal pulang sama siapa?
Melangkah sedikit cepat karena melihat Liam di samping mobil hitamnya.
"Yam gue bareng lo ya pulangnya.Mobil gue mogok"Ucap Lea saat sampai di dekat Liam.Nampak Liam menimbang-menimbang untuk menerima atau menolak permintaan Lea.
"Sor-"Ucapan Liam yang hendak menjawab terhenti saat tiba-tiba Nindi datang dan memeluk tangan kiri Liam dengan posesiv.
"Kita hadi pulang bareng kan"Dengan senyuman merekah Nindi bergelayut pada tangan Liam.
Dan seketika Lea membeku,sejauh ini kah hubungan Liam dengan Nini...?Begitu pikirnya.
__ADS_1
"Gue ada janji sama Nindi"Ucapan Liam dengan nada enteng dan segera masuk ke mobilnya disusul dengan Nindi.
Liam mengendarai mobilnya keluar area Kampus.Sempat ia lihat Lea masih mematung di tempat yang sama.
Ada perasaan bersalah menyelempit saat tak bisa mengantarkan sahabat kecilnya itu pulang.Sebenarnya sangat ingin ia mengantarkan Lea,tapi dia juga ada janji pulang bersama dengan Nindi.
Akhirnya terpaksa Lea jalan kaki untuk pulang.Ingin rasanya ia membanting hp nya karena ia sempat ingin menelepon orang rumahnya untuk menjemput,tetapi ponselnya malah mati kehabisab baterai.
"Sial"
*
*
*
"Permisi bos.Saya sudah dapat informasi tentang wanita yang bos suruh"
"Hmm"Jawaban laki-laki yang dipanggil bos itu pertanda ia mengerti.
"Nama lengkapnya Elina Leandra Linx panggilannga Lea.Saat ini tengah berumur 20 tahun.Lahir dari keluarga Linx.Bersetatus sebagai mahasiswi di kampus Blue Light pada jurusan manajemen"Laki-laki laon menjawab pada bos nya
"Apa dia punya sudah ada kekasih ?"Pria yang dipanggil bos itu akhirnya bertanya.
"Tidak boss,dia single"
"Anuu,bos...anda akan sekolah lagi?"Tampak bawahan si pria yang sedang duduk itu bertanya heran.
"Jangan banyak bicara! siapkan saja!
"Heh.Menarik..."Nampak Bos asing itu tersenyum miring
*
*
*
Ingin ia ia memesan taksi online,tapi berhubung ponsel nya mati,akhirnya Lea berjalan sambil melihat-lihat taksi.
Sampai setengah jam kemudian tak ada satu pun taksi yang lewat,sedangkan langit mulai gelap karena mendung menandakan akan turun hujan.Dan tentu Lea tak membawa payung...
Dan tak lama kemudian air hujam mulai turun dengan perlahan.Mengerti kondisi yang buruk pun,Lea akhirnya menepi ke warung terdekat.Dan sampai lah Lea pada Cafe Delima.Lea hanya berteduh di depan Cafe.Ingin ia masuk,tapi ia bahkan lupa mencairkan uangnya di ATM,uang cash nya tinggal kurang-lebih 25 ribuan.
*Ah sial sekali.Disini sangat dingin*Gerutuan Lea tak henti-hentinya ia ucapkan.Merasa nasib nya kurang baik hari ini.
__ADS_1
Sepuluh menit menunggu sambil mencari taksi,ada mobil hitam lewat didepan Lea
"Butuh tumpangan?"
*
*
*
Berbeda dengan Lea,justru Liam justru malah mengajak Nindi ke rumah Bunda Nia.Karena hujan,sedangkan akan lebih jauh menuju rumah Nindi,akhirnya Liam pun mampir kerumahnya.
"Disana nampak Bunda Nia tenagh mendengarkan celotehan dari Nindi yang tak henti-hentinya bertanya tentang Liam.Hal itu membuat Bunda Nia sedikit risih.
"Tante gimana sikap nya Liam waktu kecil.Aah pasti di sangat pintar dan cerdas"Nindi bertanya pada Bunda untuk yang kesekian kalinya.Dan dibalas senyuman tipis oleh Bunda Nia.
"Oh astaga perut tante buncit.Apa tante tidak diet,pasti kalo tante diet,tante bakal lebih cantik dan seksi deh"Ucapan Nindi membuat mata Bubda Nia memicing,
*Sebenarnya dia ini ingin memuji atau menjelek-jelekkanku.*Rasanya Bunda Nia ingin mengusir tamu tak tahu malu ini,namun tak mungkin juga dilakukannya.
"Ah Liam,kenapa tak kamu ajak Lea kesini?"Ucapan Bunda Nia menghentikan celotehan Nindi.Dan juga menyadarkan Liam bahwa pasti Lea tengah jalan kaki sendiri,sedangkan diluar sedang hujan deras disertai petir.Teringat Lea yang pobia petir membuat Liam resah,pasti Lea tengah ketakutan setengah mati.
"Buruan suruh Lea ke sini aja,sekalian kamu anterin temen kamu"Perintah Bunda karena sudah tak betah dengan segala ocehan Nindi.
"Iya Bund,Nin ayo pulang"
*
*
*
Benar dengan perkiraan Liam.Lea memang tengah ketakutan akan suara petir yang bergelegar bersahut-sahutan.
Di dalam mobil itu Lea nampak menutup telinga dengan kedua tangannya,juga memejamkan matanya dengan erat.Ia sangat ketakutan saat ini.
Sedangkan penyetir mobil nampak khawatir akan keadaan Lea yang menjerit ketakutan,si penyetir itu pun menepikan mobil hitamnya dan memeluk gadia yang sedari tadi sudah menangis disampingnya.
"Sttt...tenang...ada gue disini..."
...
Hallo guys,wah siapa tu bos nya?.Udah chapter 9 :).Semoga kedepannya makin rame,makin banyak yang suka.Disini author bakal slow update karena harus sekolah juga
Mohon maaf bila ada kesamaan kata,nama,dan tempat karena ini murni dari imajinasi ku
__ADS_1
HAPPY READING🌻