GROWING LOVE ?

GROWING LOVE ?
GROWING LOVE chapter 6 : Debay dan Pria bermasker?


__ADS_3

*Why? padahal perasaanku semakin membesar,namun kini dia hadir kembali dalam hidupnya.Apa perasaanya dengan 'dia' masih sama?apa kah dia akan melupakanku?*


*


*


*


Sepuluh menit lagi kelas akan selesai,sedari tadi Lea memperhatikan Liam dalam diam,karena memang posisinya Lea duduk di belakang Liam.


Sedari tadi di kantin,Liam tak menyapa dan berbicara padanya.Lea meremas baju nya,ia merasa kurang suka atau malah takut bila ternyata perasaan Liam pada Nindi masih sama.Ia takut Liam akan menjauhinya atau malah melupakannya.


Karena sejujurnya Lea sudah jatuh cinta pada Liam di bangku SMP kelas 3.Mungkin dulu memang masih cinta monyet tapi sekarang?cinta itu semakin membuncah,dan semakin membuatnya takut kehilangan Liam.Padahal Lea sering menunjukan perhatian dan kasih sayang.Tapi apa Liam tak merasakannya...


Teng...Teng...


Bel pulang berbunyi membuat seisi kelas membereskan buku-buku mereka dan segera meninggalkan kelas.Begitupun dengan Liam,ia langsung berdiri dan keluar kelas menuju ruangan lain.


Pikiran Lea hanya satu.Liam pasti akan menghampiri Nindi.Namun dugaanya salah,ternyata Liam hendak ke ruang guru.Lea bernafas lega,lalu tersenyum senang dan pergi ke parkiran.


Saat sedang menuju mobilnya,Lea melihat Nindi sedang berbicara di dekat mobilnya.Nindi tengah berbicara dengan seorang pria ber-masker.Tak ingin memperdulikannya,Lea langsung memasuki mobilnya dan keluar area kampus.


'Drrtt...drrtt...


Ditengah perjalanan pulang,ponsel nya berbunyi menandakan ada panggilan,terpampang nama 'Bubund Nia di handphone nya.Lea menepikan dulu mobilnya agar tak menghalangi pejalan lain.


πŸ“ž Hallo Bund?~ Lea


πŸ“ž Hai sayang,Bunda kangen nie,kamu kesini. ya.Liam bakal pulang telat buat les basket di kampus,jadi Bunda kesepian~Bunda Nia


πŸ“žOh siap Bund,langsung otw ~ Lea


πŸ“žTapi..Bunda mau nitip nasi goreng seafood boleh kan? ~ Bunda Nia


πŸ“žOke Bund,sekalian ni udah deket di tempat langganan.Mau dibelikan apa lagi? ~ Lea


πŸ“ž Emang boleh?Bunda si juga pengen itu jagung bakar ~ Bunda Nia


πŸ“ž Hehehe,debay nya gendut ni mesti makan mulu~Lea

__ADS_1


πŸ“ž Bisa aja ~ Bunda Nia


πŸ“ž Yaudah,Lea matiin dulu,ini mo lanjut beli buat debay.Bye Bund ~ Lea


πŸ“ž Iya sayang..bye ~ Bunda Nia


Tuut...


Menuju lokasi Cafe langganan sang Bunda dan membeli pesanannya,lalu lanjut berkeliling mencari penjual jagung bakar.


Setelah 30 menit akhirnya Lea sampai di kediaman Bunda Nia.Sampai di gerbang,Pak Slamet selaku penjaga gerbang dengan cepat membuka gerbangnya.


Mulai memasuki ruang tamu,dan ternyata Bunda Nia telah menunggunya sambil membaca majalah.


"Hai Bund,maaf lama"Ucap Lea sambil berjalan mendekati Bumil ini.


"Ah iya sayang,ngga papa kok.Woaah jagungnya wangi banget,pasti enak nih"Selesai dengan acara pelukan Bunda Nia mencium bau yang menggunggah seleranya,ia langsung membuka bingkisan itu.Seketika wajahnya berbinar saat melihat pesanannya telah datang dengan sesuai pesanannya.


Dengan segera Bunda Nia melahapnya di ruang tamu utu juga,tak menghiraukan tatapan Lea yang menatapnya dengan memgerjab lucu.


"Pelan-pelan bund,ga ada yang bakal ambil loh"Lea tertawa melihat betapa rakusnya bumil cantik ini.


"hehehe"


"Bund,Lea mau ke dapur bentar ya,haus hehe"ucapan Lea kikuk,menyadarkan Bunda Nia yang sedari tadi tak menyediakan minuman atau cemilan untuk anak gadis nya.


"Oh astaga sayang,maaf Bunda lupa.Bi ! tolong ambilin minuman sama sekalian puding yang tadi Bunda buat !!"Teriakan Bumil itu menggema dan di jawaboleh salah satu ART di sana.Dan tak lama kemudian sajian itu pun datang.


"Sayang gimana sekolahnya"Ujar bunda sambil menggigit jagung bakar yang diolesi marga*rin itu.


"Baik bund,kalau ada yang jahat sama Lea kan ada bodyguardnya"Jawab Lea dengan candaanya.Bunda Nia jelas tau arti bodyguard itu.Jelas itu adalah anaknya...


"Hahaha kau benar sayang,jika Liam nakal kau jewer saja telinganya haha"Imbuh bunda Niasemakin membuat Lea tertawa.


"Tentu Bund.Eh ngomong-ngomong,dulu bunda ngidam apa sih pas hamilnya Liam,kok orangnya pinter banget,Lea sampe kalah lho"Ucap Lea dengan tawa kecilnya.


"Bunda Lupa haha..."Mereka saling becanda dan tertawa.


Entahlah Bunda Nia sangat ingin mengobrol dengan Lea,mereka bahkan mengobrol ria sampai satu jam lebih.Hingga kegiatan mereka terhenti karena adanya suara bariton yang sangat dikenali Lea.

__ADS_1


"Liam pulang.."Ucapan seseorang yang baru memasuki ruang tamu itu menghentikan pembicaraan Lea dan Bunda Nia.


"Liam ke atas dulu bund"Ucapnya lalu pergi menuju kamarnya di lantai dua.


Pandangan Lea mengikuti langkah Liam.Apa?Liam tak menyapaku? *pikirnya.


"Sayang,mungkin Liam kecapekan"Ucapan Bunda seakan-akan tau apa yang Lea pikirkan


"Hehe iya bund,kalau gitu Lea mau pamit aja.Ada banyak tugas juga bund"Pamit Lea lalu memeluk Bunda Nia dan segera berlalu menuju mobilnya.


*


*


*


Pukul 20.00 (waktu setempat) Lea sedang menonton televisi di kamarnya.Ia merasa kesepian,biasanya Liam akan mengajaknya jalan-jalan.Namun memikirkan tentang Nindi membuat mood Lea down.Ia malah kesal sendiri.


Dulu Lea memendam perasaanya pada Liam,setelah tau bahwa Liam menyukai Nindi.Ia memendam perasaan itu jauh di lubuk hatinya.Ia sering sakit dan kadang merasa iri dengan perhatiam Liam pada Nindi...Dulu Nindi juga beda kelas dengan Lea dan Liam.Setiap hari Nindi akan menghampiri Liam dan berjalan bersama.Siapa yang tak sakit?


Namun ada kejanggalan di kelulusan mereka pada SMA,sebulan sebelum kelulusan Nindi jarang masuk sekolah.Tapi Lea sering menjumpai Nindi yang tengah berjalan berdua dengan laki-laki.Lea tau laki-laki itu bukanlah Liam.Dari posturnya saja sudah beda.Dan laki-laki itu bermasker...


Seketika mata Lea membola,tadi siang Lea juga melihat Nindi sedang bercengkerama dengan laki-laki bermasker.Apa dia orang yang sama?


Lea akhirnya memutuskan untuk memata-matai Nindi.Bukan tanpa alasan,ia hanya ingin tau,,,Apa motif yang membawa Nindi kembali setelah pergi tanpa kabar selama setahun lebih...?


Huh...


"Memikirkannya membuatku stres.Belumagi tugas buat besok.Aaargh...sial sekali"Gerutu Lea sambil *******-***** bantal di pangkuanya.


Tak ingin tugasnya ketinggal.Lea segera mengerjakanya dulu.Lea termasuk siswa pintar dan cukup berprestasi di sekolah-sekolahnya.Mungkin turunan sang Papa yang juga cerdas.


Setengah jam lamanya Lea mengerjakannya,hingga akhirnya tugas itu selesai.


"Akhirnyaa..."Lega,itu lah perumpamaanya.


Tanpa basa-basi,Lea melompat ke kasur King Size itu lalu segera berbaring,sebelum tidur ia sempat membuka ponselnya.Berharap ada seseorang yang meneleponnya.Namun satu notivikasi pun tak ada.


Hallo guys...apa kabar nih.udah chapter 6 ni.Semoga banyak yang suka ya.

__ADS_1


Mohon maaf bila ada kesamaan Nama,kata,tempat dan lain-lain karena ini murni imajinasi ku..


HAPPY READING🌻


__ADS_2