GROWING LOVE ?

GROWING LOVE ?
GROWING LOVE chapter 8 : ...


__ADS_3

Tanpa basa-basi,Lea melompat ke kasur King Size itu lalu segera berbaring,sebelum tidur ia sempat membuka ponselnya.Berharap ada seseorang yang meneleponnya.Namun satu notivikasi pun tak ada.


*


*


*


Pagi hari nya Lea terbangun karena alarm nya yang berbunyi menandakan waktu sudah pagi dan saatnya ia sekolah.Segera saja ia mandi dan berpakaian ala-ala anak muda.


Dengan kaos oblong hitamnya dipadukan dengan celana kotak-kotak berwarna coklat,dan membawa jaket.



Lea tampil sederhana dengan outfit favoritnya.Lalu berjalan menuju parkiran mobilnya.Hari ini Lea memakai mobil putih nya.



Dengan segera Lea melaju menuju kampusnya.Ia ada kelas pagi dan kelas sore nanti.


20 menit membelah padatnya jalan raya di jam berangkat kantor ini.Begitupun Liam yang juga akan ke kampus karena mereka satu kelas kan...


*


*


*


Teng...teng...


Suara bel berbunyi memecah keheningan pertanda masuknya jam istirahat atau malah pulang,bagi yang mengambil kelas pagi saja.


Karena tadi pagi tak sarapan Lea pun mulai keluar Kampus menuju Cafe Butt*erfly tepat di depan Kampus nya.


Memasuki kawasan Cafe,tak lupa memarkirkan dulu mobilnya.Berjalan mencari meja yang cocok dengan mood nya kali ini.Ia mendapat meja di pojok,namun berhadapan langsung dengan kaca samping.


Memanggil seorang waitress dan ia memilih untuk memesan Nasi goreng sosis dengan es jeruk sebagai minuman.


Saat menunggu pesanannya tiba,Lea melihat dari kaca sampingnya.Memperhatikan sosok pria tampan yang tengah berjalan bersama seorang cewek,menuju arah Cafe ini.


Seketika mood Lea berubah.Lagi-lagi ia mengingat bahwa sedari tadi di kelas Liam tal menyapa dan berbicara padanya.


Tak ingin berlarut dalam kesedihan Lea pun membuka ponsel nya dan menonton video di salah satu aplikasi ponsel nya.Dan ternyata Liam duduk tak jauh di meja yang ditempati Lea.


Konsentrasi Lea terganggu karena suara tawa dari Nindi dan Liam.Agaknya Liam tengah menggoda Nindi,terlihat dari senyum Nindi yang tampak malu-malu sambil sesekali menepuk-nepuk tangan Liam.


Tak ingin kembali larut dalam kesedihan,Lea segera melahap makannya yang baru datang.Tak memperdulikan betapa panasnya nasi goreng itu.Karena ia memang belum sarapan tadi.


"Eh,bukankah dia satu kampus dengan kita?"Suara Nindi membuat Liam menoleh kebelakang,begitupun dengan Lea yang juga menoleh ke arah Liam.Hingga tatapan mereka beradu,namun langsung dipotong oleh Lea.


Tak menunggu lama setelah bertatapan Lea langsung berdiri menuju arah pembayaran Cafe dan melaju meninggalkan Liam dan Nindi.

__ADS_1


Sedangkan Liam setelah bertatapan dengan Lea.Matanya terus mengikuti arah pergi Lea.Ya...ada yang beda dengan Lea...


Rasanya Lea menghindari nya tapi kenapa? Pikir Liam.


"Hei kenapa terus menatapnya?"Akhirnya ucapan Nindi berhasil membuat fokus Liam teralihkan.Liam hanya tersenyum sambil menggeleng sebagai jawaban.


Sedangkan Lea tengah menuju ke mini m*arket tapi super komplit karena ada bahan-bahan dapur untuk berbelanja kebutuhan dapur,banyak bumbu-bumbu yang sudah habis.Sedangkan Bi Ayem selaku ART bagian dapur,sedang cuti karena ada keperluan.Jadi Lea memilih berbelanja sendiri.


Mengambil beras,minyak,gula,tepung,dan bumbu rempah-rempah lainya.Tak lupa cemilan dan minuman untuk isian kulkasnya.Lalu berpindah rak menuju perlengkapan kamar mandi,disitu Lea mengambil Shampo,sabun,pasta gigi dan lain-lain.


Setelah perlengkapannya lengkap ia pun mulai membayar nya di kasir.Dan meminta bantuan untuk mengangkut beras ke dalam mobilnya.Tak mungkin Lea kuat mengangkat beras dengan berat 50 kg itu.


Setelah siap semua,Lea segera pulang ke rumah.Lagian badannya juga sudah lengket.


*


*


*


"Bunda,Liam pulang"


"Oh iya sayang,sini masuk.Bunda udah masak ayam pedas kesukaan kamu.Nanti sekalian kabarin Lea suruh makan siang disini aja"


Ucapapan Bunda Nia membuat langkah kaki Liam terhenti,


"Iya bun"Jawab Liam singkat dan segera menuju kamarnya.


Setelah membersihkan diri,Liam memilih berbaring di kasurnya dan mulai membuka ponsel.Ia berniat mengabari Lea soal makan siangnya,namun niatnya itu terhalang oleh suara getaran di ponsel nya menandakan ada yang menelefonnya.


Tulisan itu tertera di layar HP nya dan segera diangkat oleh nya.


πŸ“ž Hallo Liam~Nindi


πŸ“ž Iya Nin,kenapa?~Liam


πŸ“ž Em,nanti berangkat kampus bisa ngga aku bareng?~Nindi


πŸ“ž Yaudah ga papa.Gue jemput?~Liam


πŸ“ž Iya jemput aku di apartement ya,kau tau kan~Nindi


πŸ“žHmm gue tau~Liam


Tuut..


Liam menutup panggilannya itu dan pergi turun untuk makan siang.Ia malah melupakan untuk mengabari Lea,seperti kemauan Bunda nya.


Sedangkan Lea tengah sibuk memasak,ia akan memasak ayam crispy dan memasak tumus kangkung dengan keahlian masaknya.Ia akan memasak lumayan banyak,sekalian buat para ART dan penjaga gerbangnya.


*

__ADS_1


*


*


Pukul 12.00 Lea bersiap mandi untuk ke kampua kembali.Kini ia memakai pakaian yang cukup feminim dibanding biasanya.Lea juga tampak manis dengan pakaiannya ini


Menggunakan mini dress berwarna putih,dengan motif bunga bagian dada.Dan membuat rambut lurusnya menjadi agak bergelombang.



melihat penampilannya di cermin..


"Perfect"Ucapan Lea penuh percaya diri dan mulai turun menuju parkiran.Pukul 14.00 kelas nya akan dimulai sekarang sudah pukul 13.15.


Dengan segera ia menuju parkiran mobilnya menggunakan mobil yang sama dengan tadi pagi,dan mulai menuju ke kampus.


Sial nya di tengah perjalanan mobil Lea mogok,membuat Lea kesal setengah mati.Kelas akan segera di mulai.Jika jalan kaki pun,perjalanan akan jauh.


"Hai.Butuh tumpangan?"


Ucapan seorang laki-laki itu membuat Lea menoleh dan matanya membulat sempurna.


*Dia orang gila ituuu...*Batin Lea


Mencoba bersikap biasa,Lea pun membalas dengan senyuman.Hingga membuat Atha terpana.Ya,laki-laki itu adalah Atha..


"Mobilmu kenapa"Atha berucap sambil keluar dari mobil Lambhor*gini nya mendekati Lea.


"Kayaknya mogok"Jawab Lea cuek sambil melihat jam tangannya,sebentar lagi kelas nya akan dimulai.


*Pake acara mogok segala sih.*Kesal nya


"Bareng aku aja,kayaknya mogoknya parah,kau mau kemana?"


Tawaran Atha membuat Lea berpikir jika ia meminta di antar Atha pasti ia bisa masuk kelas tepat waktu.


"Gue mau ke kampus"Jawaban cuek itu justru membuat Atha semakin memandang kagum pada gadis dengan nama Elina ini. Jika biasanya wanita lain akan berusaha mendekatinya,tapi tidak dengan gadis ini.Dia malah cuek,sangat cuek malahan.


Akhirnya Lea pun berangkat ke kampus diantar Atha,urusan mobilnya,akan di urus Pak Dodi,selaku satpam di rumahnya.


Sampai di area kampus.Mobil Lambhorgini warna hitam itu menjadi pusat perhatian.Mobil itu adalah mobil keluaran terbaru tahun ini,dan harganya ya pasti sangat fantastis.


Kekaguman siswa lain menambah tatkala Lea keluar dari mobil mewah itu.


"Makasih udah nganter"Tanpa menunggu jawaban Atha, Lea mulai meninggalkan parkiran kampus dan menuju kelas tanpa memperdulikan tatapan siswa lain yang tengah membicarakannya.


Begitupun Liam,ia berjalan di belakang mobil mewah itu.Dan ia semakin terkejut saat Lea turun dari mobil itu...Liam semakin terkejut saat sempat melihat bahwa yang mengantar Lea adalah seorang cowok yang tampan.


...


Hallo guys.udah chapter 8 nih...semoga suka dan semoga ceritaku ga ngebosenin...

__ADS_1


Mohon maaf bila ada kesalahan kata,dan maaf jika ada kesamaan kata,nama,dan tempat.Karena ini murni dari imajinasi ku


HAPPY READING🌻


__ADS_2