GROWING LOVE ?

GROWING LOVE ?
GROWING LOVE chapter 11 : Lea Sakit


__ADS_3

Seakan-akan terhipnotis,mereka tak mengalihkan pandangan pada Lea dan Atha yang berjalan berdampingan menuju parkiran.Bahkan banyak juga yang sengaja memotret atau memidio mereka dan diunggah ke sosial media.


*


*


*


Berbeda dengan Liam yang baru saja sampai di kampus nya.Akhir"ini hubungannya dengan Lea merenggang.


Berjalan santai sembari menenteng tas di bagian pundak kiri yang menambah kesan cool pada dirinya.


Jika biasanya saat di koridor kampus akan ada cewek yang datang menyambutnya dengan senyuman.Namun tidak dengan sekarang.Entah itu Lea atau Nindi.Hal itu membuat Liam mengernyit,jika Nindi biasanya ia akan datang dan bergelayut manja pada tangan Liam.Kalo Lea dia akan datang sembari mengucapkan "Morning ayam"


Mengingatnya membuat Liam mendadak resah sendiri,hampir 3 hari lebih Lea tak lagi menyapanya seperti biasa,terlebih dengan adanya Nindi membuat Liam agak menjuh dengan Lea.Hal itu membuat hati Liam merasa bersalah,


Rasa-rasa nya ia hanya menganggap Lea sebagai pelampiasan saat dulu ditinggal oleh Nindi.


Sesampainya di kelas,dengan segera Liam duduk di kursinya dan mengamati meja dibelakangnya,meja yang di duduki oleh Lea.Meja itu nampak kosong tak ada buku,tas atau apapun.Biasanya Lea akan berangkat lebih awal dari nya.


Hingga bel berbunyi pun tak ada tanda"bahwa Lea akan datang.Padahal niatnya Liam akan meminta maaf karena telah menjauh dari Lea selama beberapa hari.


Hal itu membuatnya resah sendiri hingga tak berkonsentrasi saat dosen menerangkan pelajaran.


Sampai bel pulang berbunyi pun tak ada pelajaran yang masuk ke otak Liam.Mendadak ia merindukan sahabat kecilnya itu.


Mencoba menelefon atau chat namun tak di balas sama sekali.Terlebih teringat bahwa semalem hujan petir,hanya satu yang ada dipikiran Liam saat ini.Yaitu kebiasaan jika setelh hujan petir maka hanya satu yang akan terjadi pada Lea


*Lea....sakit?*


Mendadak wajah Liam panik,dengan segera Liam menuju parkiran lalu memgendarainya menuju rumah Lea.


Dua puluh menit-an Liam baru sampai di rumah Lea,rumah yang bak neraka bagi Lea.Liam tentu tau itu.


*

__ADS_1


*


*


Sedangkan Lea kini sedang disuapi makan oleh Bi Ayem.Sedari tadi pulang diantar Atha,Lea langsung pingsan di ruang tamu yang membuat geger satu rumah.Dan ternyata Lea demam,Lea sudah menduganya ia sudah biasa akan hal ini.


"Udah bi,Lea kenyang"Ucapan Lea yang lemah membuat Bi Ayem merasa kasihan.Padahal Lea sering sakit-sakitan setelah hujan petir,namun orang tuanya bagaikan menutup telinga tentang anaknya.


"Sedikit lagi non,baru aja 4 suap"


lea menggeleng lemah,perutnya serasa diaduk-aduk membuatnya mual.Terlebih kepala pusing dan berat yang membuatnya ingin berkutat pada ranjang.


"Yaudah diminum dulu air nya terus minum obat ya non,itu bibi mau ke dapur dulu"Bi Ayem berucap saat melihat sang nona tak akan makan bubur lagi.Padahal Bi Ayem telah menganggap Lea seperti anak sendiri.Bi Ayem juga yang mengasuh Lea sedari balita dulu.


"Iya bi,makasih"


Sepeninggalnya Bi Ayem,Lea pun langsung me,nutup mata guna mengurangi rasa pusing yang menyerang nya bertubi-tubi.


*


*


*


"Lea mana bi?"


Pertanyaan Liam membuat Bi Ayem kaget,karena tak menyadari kedatangan Liam.


"Itu den,non Lea sakit tadi pagi tiba-tiba pingsan,mana semalem bibi ngga tau non Lea nginep dimana"


"Lah memang semalem Lea ga pulang bi?"Beo Liam


"Engga den,tadi pagi aja non Lea dianter cowok kasep den,"Bi Ayem tersenyum-senyum sendiri.


"Cowok?"Gumam Liam yang tak didengar Bi ayem.

__ADS_1


"Itu non Lea lagi istirahat,baru aja makan.Tapi baru 4 suap udah minta berhenti,terus badannya panas banget,kayak air mendidih"Bi Ayem berucap lalu meninggalkan Liam untuk melanjutkan pekerjaanya di dapur.


Liam menatap pintu kamar Lea dengan ragu,ia ingin datang namun takut mengganggu istirahat Lea.


Tak mau mengambil pusing,Liam dengan perlahan mengetuk pintu dua kali,baru lah ia masuk dan kembali menutup pintunya.


Dilihatnya punggung Lea yang dibalut selimut itu nampak bergetar-getar ringan.Mendekatinya dengan langkah pelan,ia takut mengganggu tidur Lea.Mengambil sisi lain agar ia dapat melihat wajah Lea secara langsung


Jujur ia sangat merindukan wajah damai itu.wajah yang masih bisa tersenyum ceria saat begitu banyak lika-liku hidup yang membuatnya sakit hati .


Wajah Lea nampak pucat,ditambah kerutan pada dahinya.Tubuh Lea masih bergetar ringan,sesekali Lea juga mengucapkan beberapa rintihan kecil.


Merasa jika Lea kedinginan pun,Liam mengambil selimut cadangan pada lemari cokelat di samping nakas ranjang.Lalu menggelarnya dan mulai menyelimuti Lea.


Setelah di rasa cukup hangat,barulah tubuh Lea berhenti bergetar.Sedangkan Liam memilih duduk di sisi ranjang sembari menatap wajah pucat itu.


*Siapa cowok yang mengantarkan Lea? gue ga pernah liat dia deket sama cowok lain selain gue.Atau dia cowok yang sama dengan yang mengantarkan Lea waktu itu di kampus*Pikiran Liam kini nampak berkecamuk.


*Dia pacar Lea?*rasa tak rela itu tiba-tiba datang tanpa disuruh.Rasanya marah saat tau kini Lea sedang dekat dengan pria lain.


Menatapi wajah damai Lea membuat Liam ikut mengantuk,karena kasur berukuran seper besar,Liam pun merebahkan tubuhnya di samping Lea.Ia sudah biasa akan hal ini.Namun walah begitu Liam tetap menjaga kehormatan Lea sebagai seorang wanita.Ia tak mungkin merusak Lea..


Mengambil bantal guling dan meletakkan di antara mereka dan Liam mulai tidur berhadapan dengan Lea yang tertutup guling.


Dua jam kemudian,barulah mata Lea mengerjab pelan,menyesuaikan pandangan yang masih agak kabur,efek dari tidur nyennyak nya.Lalu beralih duduk dan bersender.Ia masih sangat pusing dan mual.Namun kini masih mendingan dari tadi pagi.


Matanya seketika membulat saat menyadari Liam juga tidur disampingnya.Pria yang telah mengisi hatinya kini terbaring dengan mata terpejam.Bahkan masih mengenakan sepatu.


Ditatapnya wajah Liam yang hampir sempurna itu.Ah rasanya Lea tak akan puas walau memandangnya sejuta kali.Wajah tampan dan alis tebal nya itu membuat Lea sedikit terpana.


Hingga tanpa sadar,Lea menyentuh pelan pipi Liam dengan pelan,takutnya si empu itu bangun.Dan benar dugaanya,setelah itu Liam bangun menggeliat dengan tangan yang direntangkan.Seketika Lea gelagapan,terlebih lagi ia tertangkap basah sedang menyentuh pipi Liam...


...


Hei hei hei

__ADS_1


Hallo para readers,moga masih betah dalam novel ini yaa..Maaf jika masih banyak typo,karena juga masih pemula.Dan maaf juga atas kesamaan kata,nama dan tempat...


HAPPY READING🌻


__ADS_2