
Semua berawal berjuta juta tahun yang lalu, saat manusia belum hadir di dunia, saat bumi masih tak dapat di tempati.
Di planet Butterfly Nebula tinggal ras ras Peri dan Dewi. Mereka tinggal rukun bersama-sama walau berbeda-beda. Di pimpin oleh dua Dewi, Butterfly Nebula tak pernah kekurangan apapun. Semua nya ada tanpa batas.
Kedua dewi yang bertolak belakang itu adalah adik dan kakak. sang Adik yang menjaga daratan dengan crystal Air, Tanah, dan Tumbuhan. Lalu sang Kakak yang menjaga langit dengan crystal Api, Petir, Bayangan, Cahaya dan Kegelapan.
Kedamaian, Rukun, Persahabatan, Semua nya hancur saat pertengkaran hebat antara para Dewi. Mereka mendengar kabar bahwa sebentar lagi akan ada planet yang ditempati oleh makhluk hidup.
Kedua adik dan kakak ini memiliki opini berbeda antara satu sama lain. Sang kakak beranggapan bahwa Bumi bisa ditaklukan oleh mereka dan koloni mereka akan bertambah banyak. namun Sang adik membantah, mereka tak boleh menyerang bumi, mereka harus bersekutu dan hidup damai bersama mereka, tanpa saling menyakiti.
Perbedaan pendapat itu membawa perpecahan Di Butterfly Nebula. Rakyat yang terbelah dua, Dewi yang terkubur dalam amarah, lalu Crystal tercerai berai. Dewi Raven selaku Dewi yang lebih tua pergi dari Butterfly Nebula bersama ras Bayangan, Air, dan Api. Menyisakan Dewi Claire selaku sang adik Di Butterfly Nebula bersama Ras Tumbuhan, Petir, Tanah, Cahaya dan Kegelapan.
Dewi Claire merasa sangat takut akan kemarahan sang kakak, dia memikirkan bagaimana cara melindungi bumi dari Dewi Raven yang sangat kuat. Tekanan pikiran itu berlangsung lumayan lama, bahkan setelah satu setengah Tahun Dewi Raven meninggalkan Butterfly Nebula, Dewi Claire masih di landa ketakutan.
Sampai Pengawal Pribadinya mengusulkan ide agar datang ke tempat peramal terpercaya untuk melihat apa yang terjadi di masa depan.
Dewi Claire menyetujui hal itu, dia pergi bersama Pengawal Pribadinya ke tempat peramal.
"Kemarahan Dewi Raven tidak akan padam. Dia akan terus mengusik Bumi sampai kapan pun." Ucapan peramal itu membuat Dewi Claire semakin takut dengan masa depan.
"Namun, Yang mulia Dewi Claire bisa membantu para manusia itu untuk menjaga Bumi dari amarah Dewi Raven." Ucap peramal itu.
"Bagaimana cara nya?" Dewi Claire bertanya, sedikit harapan muncul dibenak nya.
"Crystal yang anda miliki, dapat menghilangkan rasa takut anda selama ini" Peramal itu tersenyum.
Dewi Claire akhirnya mengetahui apa yang harus ia lakukan saat ini. Dewi Claire langsung pergi ke kerajaan nya, berlari menuju ruangan Crystal.
Ruangan Crystal adalah sumber kekuatan bagi Butterfly Nebula. kekuatan kelima crystal begitu kuat karena mereka adalah roh leluhur.
Dewi Claire membangkitkan seluruh kekuatan nya untuk memanggil bentuk utuh dari roh leluhur. Crystal kecil di kening Dewi Claire menyala terang, lalu kelima crystal di ruangan itu ikut menyala dengan sangat terang.
Mata Dewi Claire tertutup seiring dengan muncul nya bentuk acak dari para Crystal. Bentuk acak tanpa kelamin, tanpa wajah, dan memiliki suara yang mirip satu dengan lain nya.
__ADS_1
"Kekuatan mu ini belum cukup ya nona muda." Ucap Crystal berwarna putih.
"jangan seperti itu, Claire masih belajar dalam hal ini. Setidak nya berterima kasih lah pada nya." Ucap Crystal berwarna hijau.
"Ada apa sampai membangunkan para roh seperti ini?" Tanya Crystal hitam.
"Ada masalah dengan planet kita?" Crystal kuning juga bertanya.
"Pertengkaran kalian berlangsung cukup lama, ya." Ucap Crystal cokelat.
"Ada beberapa masalah disini, Aku butuh kalian untuk membantu." Dewi Claire akhirnya menjawab.
Dewi Claire membuka mata nya, kedua sayap milik Dewi Claire terbuka, membuat nya melayang di udara.
"Katakan apa masalah nya." Jawab Crystal hitam.
"Raven marah, masa depan planet bumi mungkin terancam, aku butuh kalian untuk membantu para manusia di bumi nanti." Jelas Dewi Claire.
"Bagaimana kami bisa membantu?" Tanya Crystal cokelat.
"Tidak sulit, tapi rumit." Komentar Crystal hitam.
"Kau mau kami menunggu sampai ada manusia terpilih yang menjadi pasangan kami?" Crystal hijau memastikan.
"Kalian bisa melakukan nya bukan?" Tanya Dewi Claire penuh harap.
"Itu hal mudah bagi kami. Selama kami menunggu manusia terpilih, berlatih lah agar kekuatan mu bisa menjaga Butterfly Nebula." Ucap Crystal putih.
"Sudah pasti akan ku lakukan." Jawab Dewi Claire.
Crystal kecil di kening Dewi Claire mulai redup, Cahaya dari Crystal lain juga menghilang. Percakapan mereka selesai, dan keputusan sudah dibuat.
Dewi Claire memanggil pengawal pribadinya, Faye. Faye kemudian datang ke ruangan Crystal dengan cepat.
__ADS_1
"Pergi ke bumi, sebarkan Crystal-Crystal ini." Perintah Dewi Claire.
"Bagaimana dengan Butterfly Nebula?" Tanya Faye.
"Aku memang terlalu muda untuk menjadi pemimpin, tapi aku bisa belajar dengan mu." Jawab Dewi Claire.
"Umur ku memang baru lima belas tahun, tapi aku akan menjaga Butterfly Nebula sepenuh hati." Lanjut Dewi Claire.
Faye membungkukkan badannya di depan Dewi Claire, tanda hormat dari nya. Faye membawa Crystal-Crystal itu dengan hati-hati, lalu mengepakkan sayap nya dan pergi dari Butterfly Nebula menuju bumi.
Faye memasuki galaxy bima sakti, lalu mencari planet bumi. Setelah menemukan planet bumi, Faye menggunakan teleportasi nya dengan acak, lalu meletakan para Crystal di tempat berbeda.
Crystal saling berjauhan, di sisi crystal itu ada ukiran tangan milik Faye. Ukiran tangan itu sengaja ditulis dengan bahasa manusia di kemudian hari agar mereka mengerti.
Crystal ini tak mudah untuk didapatkan, mereka akan memilih. sekira nya ada tiga tahap seleksi awal untuk menjadi pasangan para Crystal.
Saat membaca ukiran tangan Faye, lalu nanti muncul tulisan-tulisan yang melayang di udara, dan terakhir saat manusia dibawa ke alam para Crystal untuk bicara empat mata. Semua itu tidak mudah dan memakan lumayan banyak waktu.
Setelah Faye selesai meletakan para Crystal, dia membuka portal teleportasi dan kembali ke Butterfly Nebula.
Teleportasi bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Tapi saat datang pertama kali ke galaxy bima sakti, Faye memilih untuk terbang seperti biasa.
Faye kambali ke Butterfly Nebula. Faye terkejut saat Dewi Claire mencapai kedewasaan nya. Tanduk di kepala, sayap yang indah Crystal dikening yang terus menyala dengan terang.
"Saat membangunkan para Roh tadi, kurasa aku sampai ke titik dewasa." Ucap Dewi Claire saat melihat pendamping setia nya terkejut.
"Perubahan anda membuat saya sangat terkejut Yang Mulia." Jelas Faye.
"Jangan dulu terkejut, kita masih harus menunggu sampai para manusia terpilih datang kesini." Ucap Dewi Claire.
"Sambil menunggu, terus ajari aku menjadi pemimpin ya, Faye." Dewi Claire tersenyum pada pendamping yang ternyata jauh lebih tua di banding dirinya sendiri.
"Saya akan terus mengajari anda menjadi pemimpin terbaik seperti yang ayah anda inginkan." Faye membungkukkan badannya lagi.
__ADS_1
Perjalanan semua nya di mulai saat ini. Dewi Claire yang terus belajar, Dewi Raven yang meningkatkan pasukan dan kekuatan nya, dan juga Manusia yang akan hadir beberapa juta tahun lagi.