
Dewi Claire yang melihat kelima berbeda cahaya warna tersebut tersenyum bangga. usaha nya selama ini mulai menghasilkan hasil. setelah menyatu, kekuatan mereka akan bertambah dua kali lipat. dan jika terus berlatih, maka kemungkinan untuk menang dari dewi Raven bertambah besar.
kelima lingkaran cahaya nya meredup, menandakan kalau mereka telah selesai menyatukan jiwa.
dewi claire menunggu sampai cahayanya benar-benar hilang, baru memasuki tempat itu lagi.
langit malam yang gelap kini bukan masalah bagi para manusia, rasa kantuk mereka menghilang, di gantikan dengan rasa senang dan bangga akan diri masing-masing.
Dewi Claire datang sambil bertepuk tangan, jangan lupa dengan wajah gembiranya dan juga Faye yang berada di sampingnya.
"kalian berhasil, kekuatan kalian akan meningkat." ucap Dewi Claire.
"aku senang karena kalian berhasil melakukan nya. tapi masih ada yang harus kalian lakukan." jelas Dewi Claire.
"apa yang harus kami lakukan?" tanya Nayya.
"sesuatu berbau? pelatihan?" lanjut nya sambil tersenyum pelatihan.
"seperti nya kau dapat mengendalikannya dengan mudah. kau mendengarnya dari sisi Kenzie bukan?" tanya Dewi Claire.
"tentu, aku dapat mendengarnya, aku mulai dapat mendengar dan mengetahui apa yang dia tahu juga." jawab Nayya.
"kerja bagus, dan seperti nya aku tak perlu khawatir dengan yang lain bukan? ku yakin yang lain juga sudah dapat melakukan nya." ucap Dewi Claire.
"aku mulai mendengar apa yang rakyat mu katakan." ucap Qian.
"tak perlu khawatir dengan ku." ucap Lucy.
"kami juga." jawab Ray mewakili Arthur.
"jadi sekarang, kalian akan mulai dengan pergi ke hutan dan mulai mencoba kemampuan yang lain nya." jelas dewi Claire.
"akan lebih mudah kalau kami pergi bukan?" ucap Kenzie.
"pergi ke jiwa manusia? ide yang bagus." balas Adrienne.
para Kristal setuju, mereka memutuskan berdiam di dalam jiwa manusianya. sosok mereka menghilang, namun para manusia tetap merasakan mereka.
"baiklah, tak perlu menunggu lebih lama lagi. aku akan mengantar kalian kehutan."
Dewi Claire menjentikkan jarinya, bak sebuah teleportasi kini mereka semua berada pembatas hutan.
"aku tak dapat ikut ke dalam sana, berhati-hatilah." ucap Dewi Claire.
selepas mengatakan hal tersebut, Dewi claire dan Faye pergi dari perbatasan hutan meninggalkan para manusia yang kini telah menyatu dengan para Crystal.
"seperti nya kita harus memulainya sendiri." ucap Lucy.
"kau benar, jangan sampai terpisah karena kita tak tahu apa yang ada di dalam sana." ucap Ray.
mereka berlima membulatkan tekad, ntah kenapa Hutan yang berada di depan mereka ini seperti dibatasi oleh lingkaran cahaya. walau tak seterang saat mereka menyatukan jiwa tadi, cahaya nya lumayan terang.
mereka melangkah memasuki hutan bersama-sama. namun ketika sampai di dalam, mereka langsung terpencar. tak ada tanda-tanda manusia lain.
"Ray? Lucy?! Nayya? siapa kau satu lagi... Arthur! kalian pergi kemana?!" tanya Qian panik.
“Tenangkan diri mu, ini adalah keajaiban hutan di Butterfly nebula. kau harus bisa kembali ke tempat awal agar lulus latihan ini.” jelas Bronte.
Bronte tak menampilkan sosoknya, ia tetap berada di dalam jiwa Qian, namun seperti yang telah kita ketahui, sekarang ini para manusia dapat berbicara dengan Crystal nya bahkan lewat pikiran.
“Kenapa kau tak bilang dari tadi, ujiannya hanya kembali ke titik awal bukan? ini akan sangat mudah.” Ucapkan Qian percaya diri.
“Jadi yang kau katakan itu sudah jadi ya? Ku kira kita tak akan benar-benar terpencar.” Arthur berjalan dengan santai dari tempatnya.
__ADS_1
Terus berjalan mencari titik awal mereka sampai.
“apa setelah ini mereka juga akan datang?” tanya Arthur.
“Menurut dugaanku, mereka akan benar-benar datang.” Jawab Terra.
“Baiklah, aku akan menjadi yang pertama kali sampai di titik awal.” Ucap Arthur percaya diri.
...⋆┄┄✦┄✧————⋆...
“Pohon-pohon disini terlihat menyeramkan sekali.” Ucap Ray.
“Tentu, hutan ini adalah tempat yang paling jarang datang ke peri dan penduduk sekitar sini.” Jawab Azalea.
“Kenapa jarang ada yang datang?” tanya Ray.
“kalau ada bahaya kita tak boleh mendekatinya kan?” jawab Azalea.
“Bahaya? Apa yang berbahaya?” tanya Ray lagi.
“Mereka.” Jawab Azalea.
...⋆┄┄✦┄✧————⋆...
Lucy berjalan penuh kehati-hatian, tempat nya datang adalah jurang, perlu ekstra waspada agar tetap aman dan dapat kembali ke tempat awal.
Jurang yang dalam, gelap, licin dan sangat berbahaya.
Lucy bukan gadis yang bodoh, dia peka terhadap sekelilingnya. dia bahkan merasa kalau sedang ada yang mengkuti nya sejak dia sampai disini.
“apa yang mungkin mengikuti ku?” batin Lucy.
“Mereka yang telah berada disini lumayan lama mungkin menjadi salah satu nya.” jawab Adrienne.
“seperti nya iya.” Jawab Adrianne.
Dahan pohon di depan Lucy patah secara tiba-tiba, nampak dari dalam hutan ada sesosok besar yang berlari ke-arah nya.
“Sial!” umpat Lucy sembari mulai berlari.
Tanah di sekitar mulai bergetar, larian Lucy dan sosok tadi membuat tanah kering terjatuh dan masuk ke jurang.
Lucy berhasil pergi dari jurang tadi, ia memasuki hutan, namun sial, tempat nya kali ini justru tampak lebih mengerikan.
... ⋆┄┄✦┄✧————⋆...
Naya terus berlari, sejak masuk ke dalam hutan, penunggu disini langsung mengejar nya tanpa berhenti. Nayya lelah, ntah ini pohon tinggi menyeramkan keberapa yang telah ia lewati sejak masuk ke dalam hutan.
“Kenzie, aku rasa aku semakin jauh dari titik awal, disini semakin gelap!” ucap Nayya agak panik.
“Tak apa, terus berlari memasuki bayangan. Percaya pada Saya.” Jawab Kenzie.
“Aku akan selalu percaya pada mu.”
Nayya terus berlari, ia sengaja membuat suara bising untuk menarik perhatian para penunggu hutan.
Tanah bergetar, daun pohon yang tua berguguran. Nayya dan para penunggu hutan adalah pelakunya.
Nampak jurang di depan sana, menandakan tak akan ada lagi jalan untuk berlarian. Naya terkepung, para penunggu hutan datang dari segala arah.
Nayya tak dapat mundur lebih jauh lagi, yang kini ia lakukan adalah menunggu para penunggu hutan datang dan menyerang.
... ⋆┄┄✦┄✧————⋆...
__ADS_1
kondisi ini bukan hanya dirasakan Nayya dan Lucy. Para manusia masing-masing menghadap
para penunggu hutan.
Mereka juga terkepung, layak nya tak ada harapan untuk kembali pulang.
Berbekal pada ucapan Crystal masing-masing, manusia terpilih nekat berhadapan langsung
dengan para penunggu hutan.
Para manusia berhadapan dengan penunggu hutan—para monster ganas dengan bentuk tubuh yang tidak wajar.
Jika saat penyatuan jiwa kau tak sepenuh nya percaya pada pendampingmu, maka kau akan langsung mati saat melihat monster-monster ini.
Monster-monster tersebut mendekat ke arah para manusia yang masih berjauhan. Namun sebelum dapat memangsa para manusia, monster-monster itu tergeletak di tanah dengan tubuh yang terbelah.
ujian kali ini bukan siapa yang paling cepat kembali ke titik awal, namun siapa yang paling percaya pada pendampingnya.
semua manusia berhasil, dengan kepercayaan yang mereka punya terhadap para Crystal, mereka dapat melawan monster ganas itu dengan senjata yang diberikan para Crystal.
Nampak berbeda, namun sama-sama memiliki kekuatan yang setara antara satu dengan yang lain nya
Pedang mengkilat yang runcing dan sangat tajam, senjata pemberian Kenzie pada Nayya.
Pedang Dengan jeruji di ujungnya sangat mematikan, senjata besar pemberian Adienne pada Lucy.
Pedang yang nampak patah namun tersambung dengan cahaya, senjata baru milik Arthur yang diberikan oleh Terra pada nya.
kapak hijau tajam dengan beberapa bagian runcing yang menonjol, senjata yang Azalea berikan pada Ray.
Dan yang terakhir.
Palu besar dengan gagang panjang yang terlihat sangat berat, hadiah dari Bronte untuk Qian.
tanpa menunggu lagi, para Manusia langsung menyerang monster hutan dengan brutal. Mereka tak memberikan jeda pada para monster.
Gila, kacau dan brutal. Walau tak tau dasar nya, namun para manusia dapat menggunakan senjata mereka dengan baik dan benar.
Tak terlihat keraguan di mata mereka. Para monster terbelah dua, bagian kepala nya hancur berantakan.
Suara mereka terlalu keras, berisik, dan tak beraturan, namun suara mereka malah seperti lantunan alat musik yang saling membalas, menciptakan melodi yang indah bagi para pendengar.
melodi ciptaan mereka memang tidak enak di dengar, dan tak bisa di nikmatin. Namun melodi
mereka yang berantakan dapat membuat sebagian besar monster hutan lenyap dengan kondisi yang ada.
Walau beberapa kali para monster menyerang dan melukai manusia, para Crystal tak tinggal diam.
Para Crystal membantu para manusia agar dapat terbang di udara. Memperluas jarak antar para monster dan manusia. Membuat mereka lebih mudah menyerang dan memenangkan
pertarungan.
Suara Bising menghilang, digantikan dengan suara-suara lain yang berasal dari masing-masing manusia.
Lucy dan Nayya yang terbang menggunakan sayap pemberian Adrienne dan Kenzie.
Arthur yang melayang di udara dengan bantuan awan-awan.
Qian yang berjalan di atas tanah tinggi ciptaan Bronte.
Dan Ray yang berjalan dengan kaki raksasa yang terbuat dari akar-akar pohon.
Tak perlu menunggu lama, para manusia kembali ke tempat semula. Mereka disambut oleh Dewi Claire dan Faye yang tersenyum bangga atas pencapaian mereka.
__ADS_1