
Dewi Claire sangat senang dengan hal ini, para manusia dan
Crystal telah menghabiskan waktu bersama, dewi Claire sedikit mendengar tentang
pembicaraan mereka saat tadi di kamar.
Di tambah dengan Faye yang mengatakan kalau para manusia ini
masih terlalu muda. Menurut Faye, mereka masih harus menunggu agar para manusia
benar-benar siap dengan tanggung jawab yang besar ini.
Sekarang ini Dewi Claire tengah mempertimbangkan bagaimana cara
agar para manusia siap dengan tanggung jawab ini.
Setelah berpikir sendirian di ruangan khusus yang bahkan Faye
tak tau iai nya selama satu jam, Dewi Claire menemukan jalan keluar akan
masalah yang mereka hadapi saat ini.
Dewi Claire memberi tau Faye untuk membangunkan para manusia
saat pagi nanti, dan jangan lupa siap kan pakaian baru untuk mereka.
"untuk malam ini, biarkan mereka tetap mengobrol. Esok
pagi, kita mulai didik mereka." Ucap
Dewi Claire
"saya tak akan bertanya tentang apa yang akan anda lakukan
yang mulia." Faye pun pergi dari kamar dewi Claire.
Faye memberikan piyama untuk para manusia ke kamar mereka.
"sebentar lagi malam hari, tuan dan nona boleh memilih untuk
makan malam terlebih dahulu atau mengganti pakaian terlebih dahulu." Ucap Faye.
"bagaimana kalau mengganti pakaian dulu? Aku kurang nyaman
dengan pakaian lama ku." Jelas Nayya.
"tentu nona." Faye memberikan satu set pakaian pada Nayya dan
memberitahukan letak kamar mandi.
"ku pikir aku juga akan mandi." Arthur bangkit dari kasur nya
dan mengambil pakaian dari Faye.
Kamar mandi nya di pisah anatara laki-laki dan perempuan,
berbeda arah, tapi fasilitas nya
sama-sama mewah.
"tidak, kami akan mandi setelah makan malam. Tak masalah kan?
Um ... siapa nama mu" tanya lucy.
"tentu, nona dan tuan boleh mandi setelah makan malam. Dan
__ADS_1
nama saya Faye." jelas nya.
"baiklah, saya permisi dulu." Faye membungkukkan tubuh nya
dan pergi dari kamar para manusia.
"menurut kalian apa yang akan terjadi esok hari?" tanya Qian
penuh selidik.
"mungkin kah kita akan di panggang dan di berikan pada dewa?"
ucap nya menakit-nakuti.
"kau bodoh sekali, maaf kalau itu kasar." Ucap Lucy dengan
malas.
"bagaimana kalau kita uji kemampuan para crystal dengan
bertanya pada mereka apa yang akan terjadi esok hari?" tanya Lucy.
"ide bagus!" seru Qian.
"boleh saja." Jawab Ray.
Crystal yang sejak awal memperhatikan pembicaraan para
manusia hanya bisa menghela napas lelah. Para manusia memang seperti bocah.
"jadi, Rie ... menurut mu apa yang akan terjadi esok hari?" tanya Lucy pada crystal hitam kepunyaan nya.
"maaf sebelum nya, tapi, Rie?" tanya Adrienne bingung.
"nama panggilan untuk mu, karena nama mu terlalu panjang." Jawab Lucy.
"kemungkinan yang akan terjadi esok hari adalah pelatihan." Jelas nya Adrienne.
"cukup, tak perlu kau beri alasan nya. Ray, coba tanya pada Crystal mu." Ucap Lucy.
"baiklah. Aza, menurut mu kenapa besok akan ada pelatihan?" tanya Ray.
"begini, dilihat dari sifat kalian para manusia, pelatihan itu agar kalian lebih dewasa dan lebih serius menanggapi semua ini. Tanggung
jawab yang kalian pegang itu besar dab Claire ingin kalian tak main-main." Jawab Azalea panjang.
"itu masuk akal. mereka juga masih terlalu muda jadi menganggap ini tidak serius." ucap Ray.
"Giliran ku!" ucap Qian.
"Terra, menurut mu, latihan nya akan seperti apa?" tanya Qian.
Terra tak menjawab, mungkin masih kesal dengan Qian tadi.
"Ayolah Terra, aku kan sudah minta maaf, jangan marah lagi." ucap Qian.
Terra menghela napas.
"baiklah. Menurut ku, latihan nya akan mudah saja, sedikit penguasaan diri dengan kekuatan para crystal, lalu cara mengendalikan." ucap Terra.
"Itu arti nya akan mudah dan kita bisa dengan cepat menguasai nya." ucap Lucy senang.
Adrienne menggeleng. "Kurasa tak akan semudah itu. akan ada hal lain yang pasti terjadi." ujar nya.
"aku sedikit setuju dengan Adrienne. kita saja datang kesini penuh kejutan bukan? tak mungkin hanya sebatas latihan biasa." ucap Ray.
__ADS_1
"intinya kita lihat saja nanti." lanjut nya.
pembicaraan mereka terhenti, Nayya dan Arthur datang setelah mandi dan mengatakan kalau makan malam sudah siap.
"cepatlah, kita harus segera ke meja makan sebelum makanan dingin." ucap Bronte.
mereka semua bangkit dari kasur nya, pergi sambil mengobrol menuju ruang makan.
para Crystal ikut mengobrol, namun mereka berdiri di belakang para manusia.
mereka sampai di ruang makan, banyak pembantu istana yang sedang menata makan malam.
"Kalian sampai duluan rupa nya." ucap Dewi Claire.
"Um, kita harus panggil apa ya? Aku lupa." tanya Qian.
"Dewi saja biar sopan." jawab Nayya.
"Panggil nama juga tak masalah. Aku juga baru tujuh belas tahun." ucap Dewi Claire yang tanpa sengaja mendengar perkataan Qian dan Nayya.
"I-iya." jawab Qian dan Nayya serempak.
pembantu istana pergi setelah selesai menata makan malam. Para manusia dan Crystal serta Dewi Claire duduk di tempat masing-masing.
"makanan malam ini agak berbeda dengan yang tadi pagi ya?" tanya Ray.
"anda teliti juga ya? Ya, saya harus nya tak terkejut karena anda adalah manusia yang paling tua disini." balas Dewi Claire.
"apa rasa nya sama? dengan yang tadi pagi?" tanya Arthur.
"kami berharap kalian semua menikmati makanan nya seperti tadi pagi." jawab Dewi Claire.
"baiklah, ayo kita makan saja." ucap Qian bersemangat.
para manusia, Crystal serta Claire dan Faye menyantap makanan mereka dengan lahap.
"kami harap kalian semua dapat bangun pagi hari sekali ya. ada yang akan kita lakukan." ujar Dewi Claire setelah mengunyah makanan nya.
"aku biasa bangun pagi hari, tenang saja." jawab Lucy
"aku malah susah tidur sampai pagi." gumam Nayya.
Dewi Claire hanya tersenyum, ntah apa yang akan dia lakukan kepada para manusia esok hari.
tapi mungkin, mereka akan benar benar latihan dan di awasi langsung oleh sang pemimpin Butterfly Nebula ini.
selepas makan mereka semua diperbolehkan kembali ke kamar untuk tidur dan bersiap untuk hari esok.
"menurut kalian, latihan nya akan seperti apa?" tanya Ray.
"jujur, aku tak terpikirkan apapun, mereka dan semua ini masih sangat mengejutkan dan pasti latihan nya juga mengejutkan." jawab Arthur.
"mungkin kah kita akan ujian tertulis? aku pasti gagal." ucap Qian pesimis.
"bahkan mungkin kau akan gagal dalam ujian praktik." ucap Nayya.
"kurasa kau salah besar nona. stamina ku itu banyak, aku sanggup bertahan sampai akhir. mau coba?" ucap Qian di akhiri oleh seringai khas nya.
"nona, saya minta maaf atas ketidaksopanan Qian terhadap anda." ucap Terra dengan sopan sembari memukul punggung Qian dengan lumayan keras.
"saya juga minta maaf pada anda, tolong hentikan tatapan membunuh anda." ucap Terra tanpa berani melirik Kenzie sedikit pun.
Lucy merangkul Nayya, mencoba mengalihkan perhatian.
"aku agak penasaran dengan Kenzie, dia terlihat terlalu baik. pakaian nya juga seperti jas biasa. mungkin kah dia hanya bisa menggunakan senjata?" tanya Lucy pada Nayya.
__ADS_1
"jujur, aku juga tak terlalu mengetahui tentang dia atau seperti apa kekuatan nya. yang pasti ia bilang besok dia akan menunjukan kekuatan nya." jawab Nayya
"Esok hari, mereka akan benar-benar menunjukan kekuatan mereka. Kita harus bersiap dengan segala kemungkinan yang ada." ucap Ray seakan tau kalau esok hari akan sedikit berbahaya.