
Para manusia tidur dengan nyenyak di tempat nya masing-masing. Berbeda dengan para Crystal yang saat ini tengah mengobrol di ruangan pribadi mereka.
"Bagaimana menurut kalian tentang para manusia?" Tanya Terra.
"Aku tak punya masalah dengan manusia ku." jawab Azalea.
"Aku juga, kami baik-baik saja." jawab Adrienne.
"aku dan manusia ku sedikit tidak akrab, tapi sebentar lagi kami akan menjadi yang paling hebat." jawab Bronte.
"kalau Kenzie, kita tak perlu bertanya pada nya. di lihat dari sisi mana pun, Kenzie akan sangat setia dan menuruti semua kemauan manusia nya." ucap Terra.
Kenzie tersenyum, "sebuah kehormatan besar bagi ku dapat mendampingi seseorang lagi." ucap nya sembari tersenyum.
"sejak insiden tersebut, Kenzie tak dapat mendampingi siapapun sebagai hukuman." ucap Adrienne.
"Yang lalu, kita biarkan saja. Kita sudah berjanji tak mengungkit masalah itu lagi." peringat Azalea.
"Kita memang membiarkan kejadian itu, tapi bukan berarti mengendurkan kewaspadaan kita terhadap nya." Adrienne seakan mencari masalah karena mengungkit masa lalu yang harus nya di lupakan saja.
"daripada mengungkit masalah yang lalu, sebaiknya siapkan diri untuk esok hari. Claire telah menyiapkan hal istimewa bagi kita." ucap Kenzie mengalihkan pembicaraan.
"dengan izin para manusia, kita dapat melakukan itu lagi." timpal Bronte.
"harus kita pastikan para manusia tak menolak hal ini." lanjut Bronte.
"tapi, selain memperhatikan para manusia, kita juga harus memperhatikan diri sendiri. istirahat lah, jangan sampai besok kita terlambat bangun." Azalea bangkit dari tempat awal nya, ia pergi ke tempat istirahat khusus para Crystal.
"iya, dia benar. aku juga akan istirahat." ucap Bronte sambil berjalan ke tempat istirahat nya juga.
"jangan istirahat terlalu malam." peringat Terra pada Kenzie dan Adrienne.
setelah kepergian ketiga Crystal, kini tersisa Kenzie dan Adrienne di ruangan tadi.
"kali ini, jangan mengacaukan nya." ucap Adrienne penuh penekanan.
"yang membuat saya kuat adalah kesetiaan, jika anda meminta saya untuk tak melakukan itu, anda akan termasuk ke golongan roh yang bodoh." jawab Kenzie kasar.
"kesetiaan?" Adrienne berdecak kesal.
"hal seperti itu kau sebut kesetiaan? kau pasti gila." lanjutnya.
"saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan." balas Kenzie.
"menyerahkan hidup saya kepada pendamping saya adalah hal wajib dilakukan." jelas Kenzie.
"Tak usah gila hanya karena pendamping mu." Adrienne keluar dari tempat tadi, pergi menuju ruang istirahat.
tersisa Kenzie seorang diri di ruangan nya. terseyum penuh arti pada diri nya sendiri.
tak lama, Kenzie bangkit dari tempat nya, menuju kamar para manusia. Kenzie berniat menatap manusia nya sebelum pergi istirahat.
tanpa suara, Kenzie masuk ke kamar para manusia, terus melangkah sampai tempat manusia nya beristirahat.
menatap manusia yang menjadi pendamping nya dengan lekat, memastikan tak ada bagian tubuh yang terluka adalah kebiasaan Kenzie pada pendamping nya.
"anda belum tidur? " ucap Kenzie pelan.
"sudah, pergi sana, kau juga harus istirahat kan?" balas Nayya.
"saya harus memastikan kondisi anda terlebih dahulu." jelas Kenzie.
__ADS_1
"aku baik-baik saja. pergi lah agar aku bisa tidur." ucap Nayya.
"baiklah, pastikan anda tidur nyenyak." Kenzie mengelus punggung Nayya sebelum pergi untuk istirahat.
"baiklah. kau juga." balas Nayya.
Kenzie tersenyum kecil, lalu pergi ke tempatnya.
...▰▱▰▱▰▱▰▱▰▱▰▱▰▱...
Faye memasuki kamar para manusia bahkan sebelum pagi tiba. beberapa pelayan istana juga datang bersama Faye, dengan membawa pakaian baru untuk kegiatan pagi ini.
"permisi, maafkan saya karena menganggu waktu istirahat anda semua. tapi ini waktu nya bangun." ucap Faye.
banyak ember lumayan besar yang berisi air melayang-layang di udara dengan kemampuan Faye. setelah mengatakan permisi Faye langsung menumpahkan air dari ember-ember itu kepada para manusia.
"SIAL?!" ucap Qian terkejut.
"apa-apaan?! ini dingin!" kesal Lucy.
"padahal mimpi nya sedang indah." gumam Nayya sembari mengelap wajah nya yang basah karena air.
"padahal aku akan bangun kalau kau pinta baik-baik." ucap Ray.
Arthur mengelap wajah nya tanpa bicara, wajah datar andalan nya berubah menjadi sedikit kesal.
"sekali lagi, saya mohon maaf. dan saya ucapkan selamat pagi untuk kalian semua. tolong segera mengganti pakaian dan berkumpul di tempat yang telah kami sediakan."
Faye seakan masa bodo dengan para manusia yang mulai kesal pada nya. pelayan setia Dewi Claire itu mempersilakan pelayan lain untuk membantu para manusia mengganti pakaian.
lucy mengganti pakaian nya sembari mengoceh. Qian marah-marah bahkan pada pelayan yang sedang membantu nya mengganti pakaian.
"rambut biru, berhenti mengoceh. berisik." ucap Arthur kesal.
"kalian berdua jangan bertengkar, cepatlah mengganti pakaian." ucap Ray yang telah selesai mengganti pakaian nya.
"pelan-pelan dong! tangan ku sakit tau." ucap Nayya pada pelayan yang membantu nya.
setelah sesi mengganti pakaian, para manusia pergi ke tempat yang di katakan oleh Faye tadi, di pimpin oleh pengawal istana berartibut lengkap.
Ray berada di tengah, di bagian kanan nya Nayya dan Qian, sedangkan Lucy dan Arthur berada di bagian kiri nya.
dengan pakaian yang sangat pas di pakai oleh mereka, para manusia terlihat sangat keren dengan pribadi yang berbeda-beda nya.
pengawal istana membuka sebuah pintu besar yang mengarah langsung ke halaman belakang istana. para Crystal, Faye dan Dewi Claire berdiri disana, menunggu para manusia datang.
"mereka tidak tidur atau bagaimana ya?" tanya Lucy
"tidak, mereka pasti tidak tidur karena aku yakin ini masih malam!" jawab Qian kesal.
Nayya memukul punggung Qian karena kesal.
"berhenti mengoceh, berisik." ucap Nayya.
pengawal istana tadi pergi dari tempat itu. Ray memimpin para manusia berhadpan Dewi Claire.
"maaf kami membangunkan kalian sepagi ini." ucap Dewi Claire sembari tersenyum tanpa rasa bersalah.
"kami sedikit terganggu. kami harap alasan membangunkan kami sepagi ini masuk akal." ucap Arthur dengan wajah datar.
"tentu saja. aku punya alasan yang masuk akal." jawab Dewi claire.
__ADS_1
tanpa bicara lagi, para crystal berdiri di hadapan manusia mereka. mulai dari Terra dengan Arthur, sampai Nayya dengan Kenzie.
"kami memutuskan melakukan ini secepat nya." ucap Azalea.
"apa yang akan kalian lakukan?" jawab Ray.
"menyatukan jiwa." jelas Kenzie.
"maksud mu?" tanya Nayya.
"dengan menyatukan jiwa, kalian dapat bicara satu sama lain tanpa orang lalin ketahui." jelas Terra.
"aku sedikit paham dengan apa yang ingin kalian lakukan ini." jawab Arthur.
"menjadi satu, saya adalah anda dan anda adalah saya." ucap Adrienne.
"agak mengerikan, tapi terdengar hebat." ucap Lucy.
"apa yang saya punya adalah milik anda, dan yang anda punya adalah milik saya." jelas Bronte.
"aku tak punya hal yang keren." balas Qian.
"namun menyatukan jiwa adalah hal yang sedikit sulit, kalian harus membagi semua nya setelah ini, bahkan jiwa kalian. dengan itu para Crystal akan berdiam diri di dalam jiwa kalian, lalu muncul saat kalian inginkan." jelas Dewi Claire panjang.
"kalian harus sama-sama setuju tanpa keterpaksaan." lanjut nya.
"kalian bisa memulai nya sekarang." Dewi Claire pergi meninggalkan tempat itu bersama Faye.
"jadi maksud kalian, dengan melakukan ini, kami juga bisa melakukan apapun yang kalian lakukan?" ucap Qian memastikan.
"tumben ngerti," canda Lucy.
"hargai dia, otak nya mulai memahami ini." ucap Ray.
"kalian ini kejam." ucap Qian.
"aku tak keberatan kalau ini harus di lakukan." ucap Arthur serius.
"aku juga, ayo lakukan ini. menyatukan jiwa." ucap Nayya.
"mereka berdua terlalu serius, walau itu bagus, aku kadang tak menyangka Nayya seumuran dengan ku." batin Lucy.
Terra mengulurkan kedua tangan nya dan Arthur menerima uluran tangan Crystal nya.
yang lain memperhatikan bagaimana cara melakukan nya dengan seksama.
setelah itu, muncul lingkaran cahaya berwarna kuning ke-emas-emas-an. lingkaran yang tadi nya hanya berada di lantai perlahan memancarkan cahaya nya lebih tinggi, sampai menutupi Terra dan Arthur.
Kenzie tersenyum ia mengulurkan kedua tangan nya juga. awal nya Nayya hanya membalas uluran tangan itu, namun kelamaan Nayya melangkah lebih dekat ke arah Crystal nya lalu memeluk Kenzie. lingkaran cahaya yang mirirp dengan milik Terra dan Arthur muncul, namun kali ini berwarna putih mutiara.
"kita lakukan, bersama." ucap Ray dan Azalea bersamaan dengan penuh keyakinan.
Azalea dan Ray saling menggenggam tangan satu sama lain, kembali memunculkan cahaya berwarna hijau tua. walau hijau tua, lingkaran mereka juga menyala sama terang nya dengan lingkaran yang lain
"ayo kita lakukan! aku percaya pada mu." ucap Lucy.
Adrienne tersenyum. "aku lebih percaya pada mu."
Adrienne sedikit menunduk untuk menyamakan tinggi nya dengan Lucy. kedua nya menyatukan kening, membiarkan lingkaran berwarna hitam mengelilingi mereka.
Qian tersenyum canggung, "maafkan aku ya? kau mau kan memulai semua nya dari awal?" tanya nya.
__ADS_1
"aku tak menolak permintaan maaf yang tulus dari siapa pun. ayo kita mulai dari awal." jawab Bronte.
Qian tersenyum lembut, mendekat dan memeluk Bronte dengan tulus. Bronte yang awal nya terkejut akhirnya membalas pelukan itu. menciptakan lingkaran cokelat gelap yang menyala tak kalah terang dengan yang lain nya.