Guru Dari Masa Depan

Guru Dari Masa Depan
episode 11 : PERTANYAAN DAN JAWABAN


__ADS_3

Bu desi bercerita tentang keadaan sekolah,


" jadi yang pertama lomba puisi antar kelas telah disiapkan dan besok adalah hari PR bahasa indonesia di kumpulkan dan kita akan segera melihat hasilnya " ucap desi kepada julian,


" ok saya sebetulnya agak kurang suka dengan ide bu mirna soal PR dijadikan tolak ukur mereka dalam lomba puisi tersebut " ucap julian mengutarakan pendapatnya,


" kenapa bisa begitu pak ? " ucap desi dengan kebingungan,


" karna saya yakin ada beberapa murid yang saya gak fitnah loh, yang PR nya dikerjakan orang lain " ucap julian mengkhawatirkan ide tersebut,


" memang benar di sekolah kita bertanggung jawab terhadap mereka sedangkan di luar sekolah mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri, kalo menurut saya orang yang curang pasti akan ketahuan dengan sendirinya " ucap desi dengan bijak kepada julian,


" anda benar seharusnya saya bisa lebih bijak seperti anda tidak asal main tuduh saja, saya minta maaf ya bu anda melihat saya seperti itu " ucap julian menyadari kesalahannya,


" gak apa-apa pak, tidak ada manusia yang sempurna semua juga punya kesalahan masing-masing " ucap desi kepada julian,


" pasti hanya saya saja yang mengutarakan ketidaksetujuan ini " ucap julian kepada agus,


" tidak juga ada orang yang baru-baru ini juga tidak setuju dengan ide tersebut " ucap desi kepada julian,


" benarkah siapa buk ? " ucap julian kebingungan,


" oh iya maaf karena tadi asik ngobrol saya lupa mengabari anda berita penting jadi ada guru baru yang akan menggantikan bu mirna selama satu semester ini bernama agus hairudin " ucap desi memberitahukan tentang guru baru yang mulai mengajar hari ini,


Julian agak terdiam dan sekilas mengingat agus yang meninggal saat menjalankan perintahnya, hingga agus bertanya,


" agus siapa buk agus hendrawan " ucap julian agak gugup,


" bukan agus hendrawan pak melainkan agus hairudin pak " ucap desi kepada julian,

__ADS_1


" oh maaf saya salah sebut, ngomong-ngomong dia lulusan dari universitas mana ya " ucap Julian kepada Desi,


" di surat lamarannya tertulis dia lulusan universitas kota ini juga dan cukup kompeten semua pengajarannya cepat menempel di kepala murid kita, harusnya dia menjadi guru tetap di sekolah kita " ucap Desi memuji kinerja Reo sebagai guru,


" tapi buk dia baru mengajar hari pertama semua guru di hari pertama mengajar pasti memberikan performa yang baik, kita liat saja dalam beberapa hari " ucap Julian memberi nasehat kepada Desi,


" oh iya benar juga semoga di lomba puisi yang akan datang dia memberikan kinerja yang baik dalam seleksi calon peserta nantinya akan saya tawarkan posisi guru tetap jika dia berhasil " ucap Desi excited dengan perkembangan Reo kedepannya,


" saya harap juga begitu " ucap Julian kepada Desi,


Mereka melanjutkan dinner mereka sampe selesai,


Setelah selesai dinner Julian mengantarkan Desi ke mobilnya sambil berkata,


" hati-hati Bu Desi pasang sabuk pengaman dan jangan ngebut di jalan ok " ucap Julian mengingatkan Desi untuk hati-hati dalam menyetir,


" oh iya pak terimakasih gak mau sekalian pulang bareng saya antar sampe rumah " ucap Desi menawarkan tumpangan pulang kepada Julian,


" ya sudah kalo begitu terimakasih pak " ucap Desi berterimakasih sekaligus kecewa dengan sikap Julian,


Supir Julian telah datang, Julian dan supirnya memantau mobil Desi dari belakang sampai di rumahnya,


Lalu Julian berkata kepada supirnya yang juga melihat kematian Agus Hendrawan di kejauhan,


" saya punya tugas buat kamu, cari informasi apapun tentang pria bernama Agus Hairudin seperti dimana kampung halamannya dan orang tuanya " ucap Julian memberi perintah kepada supirnya


" baik pak tapi kenapa anda penasaran dengan guru baru itu apa karena namanya sama dengan agus Hendrawan yang sudah meninggal itu " ucap si sopir pribadi Julian,


" saya gak ada masalah dengan nama akan tetapi nama Agus Hairudin ini terdengar familiar buat saya, oleh karena itu tolong cari tahu ya " ucap Julian meminta tolong kepada sopir pribadinya,

__ADS_1


" baik pak saya cari tahu " ucap sopir pribadi kepada Julian,


" oh iya satu lagi sparepart kecil berwarna hijau itu sudah kau temukan " ucap Julian kepada sopir pribadinya,


" saya sudah suruh anak buah saya untuk mencari sparepart kecil itu akan tetapi sulit dicari karena benda itu terlalu kecil sekali " ucap sopir pribadi kepada Julian,


" segera temukan benda itu secepatnya ok alat ini mulai agak rusak " ucap Julian memberi perintah kepada supirnya,


Keesokan harinya di sekolah saat Rini sedang berjalan ke arah kelas dia melihat Herlina berjalan sendirian dan berencana menghampirinya sambil berkata


" apa udah saatnya untuk baikan ya sama Herlina kata ayah minta maaf bukan untuk siapa yang salah tapi siapa yang ingin mengakhiri pertengkaran ya benar aku harus minta maaf sama Herlina " ucap Rini dalam benaknya,


Saat Rini ingin menghampiri Herlina tiba-tiba Herlina ditarik oleh Diani ke suatu tempat Rini yang melihat itu langsung berkata


" itu kan Diani mau dibawa kemana Herlina aku ikutin aja kali ya " ucap Rini penasaran dengan gerak-gerik Diani,


Lalu mereka mengarah ke belakang sekolah, tanpa basa-basi Diani meminta buku PR nya yang ditulis puisi semalam oleh Herlina,


Rini yang melihat kejadian itu langsung merekam kejadian tersebut melalui video sebagai bukti untuk dijelaskan oleh guru,


Kelas di mulai jam pertama bahasa Indonesia pak Agus masuk dan berkata


" selamat pagi anak-anak " ucap Reo kepada muridnya,


" selamat pagi pak guru " ucap murid kepada Reo,


" nah PR bahasa Indonesia bertema puisi sudah selesai semuanya " ucap Reo bertanya soal PR bahasa Indonesia,


" sudah pak " ucap murid menjawab pertanyaan Reo,

__ADS_1


" baiklah sebelum mengumpulkan ada yang harus bapak sampaikan terlebih dahulu " ucap Reo membuat semua murid penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Reo.


__ADS_2