Guru Dari Masa Depan

Guru Dari Masa Depan
episode 9 : MENUJU LOMBA PUISI


__ADS_3

(Hari wawancara)


Reo bersiap berangkat wawancara di smp permai, sedangkan Rafael juga bersiap akan berangkat mencari sparepart yang hilang dari Chrono brace


" Rafael aku berangkat wawancara ya, tunggu kau juga mau pergi " ucap Reo kepada Rafael,


" iya, sparepart itu tidak mungkin datang dan mencari kita kan jadi aku akan mencarinya " ucap Rafael yang sudah bersiap berangkat,


" baiklah semoga berhasil, terus terang aku agak gugup dengan wawancara ini " ucap Reo agak deg-degan dengan wawancara kerja hari ini,


" tenang saja kau pasti bisa tinggal jawab saja yang sejujurnya atau opinimu tentang guru " ucap Rafael kepada Reo,


" iya ok, doakan aku ya " ucap Reo kepada Rafael,


" kau adalah Reo Hairudin kau tidak memerlukan doa untuk wawancara menjadi guru, para guru lah yang seharusnya berdoa agar kau bisa berada di sekolah itu " ucap Rafael memotivasi Reo,


" tetap saja aku perlu doa untuk berhasil di wawancara ini " ucap Reo kepada Rafael,


" yasudah semoga berhasil " ucap Rafael mendoakan Rafael,


" iya kau juga, semoga kau bisa menemukan sparepart yang hilang itu " ucap Reo gantian mendoakan Rafael,


" kalau situasinya begini aku yang harusnya didoain agar kita bisa pulang ke zaman kita " ucap Rafael sedikit bercanda kepada Reo,


mereka pun saling bercanda dalam perjalanan mereka sampai mereka melewati jalan yang berbeda,


Reo akhirnya tiba di SMP permai sebelum masuk dia berkata dalam benaknya,


" ok Reo ini dia jujur aku agak deg-degan dengan wawancara ini meski bukan pertama kalinya wawancara kerja, tapi bagiku cukup deg-degan kapan terakhir kali aku deg-degan seperti ini apa saat wawancara pertama atau saat pertama kali bertemu dengan orang tuanya Rini untuk meminta restu, pokoknya aku harus berhasil " ucap Reo dalam benaknya,


Reo melihat surat lamaran kerja miliknya sambil berkata dalam benaknya,


" semoga mereka tak curiga dengan surat lamaran kerja palsu buatan Rafael " ucap Reo dalam benaknya,


(Sambil flashback dengan semalam,)


" apa tidak curang membuat surat lamaran kerja palsu begini bisa-bisa kita berada di penjara " ucap Reo khawatir terhadap dirinya,


" tenang saja kau hanya mengajar satu semester kan jadi amanlah lagian disana ada dirimu di masa lalu jika ku tulis namamu Reo Hairudin maka kemungkinan besar kita akan merusak alur waktu ini jadi ikuti saja kataku " ucap Rafael menjelaskan tujuannya kepada Reo,


" ya udah deh aku ngikut aja apa yang kamu bilang " ucap Reo percaya kepada Rafael,


" nah gitu dong jadi teman, oh iya ngomong-ngomong kamu mau namanya siapa Roy atau Rendy oh oh aku tau Robin hood " ucap Rafael mengusulkan nama untuk Reo,


" tentu tidak, aku tau nama yang cocok untuk menarik orang yang telah memanfaatkan almarhum Agus " ucap Reo kepada Rafael,


(wawancara di mulai)

__ADS_1


Reo masuk ke dalam ruang wawancara di sambut guru yang sedang duduk Reo memberikan surat lamaran kerja miliknya dan wawancara kerja di mulai,


" perkenalkan saya Bu Desi guru yang mengajar matematika disini salam kenal " ucap Bu Desi terlihat ramah kepada Reo,


" Iya salam kenal juga Bu Desi " ucap Reo agak tidak terbiasa dengan keramah-tamahan ini Bu Desi,


" baiklah silahkan perkenalkan diri kamu mulai dari nama, umur dan alasan kamu menjadi guru di SMP ini " ucap Bu Desi kepada Reo,


" ok nama saya Agus Hairudin umur saya 24 tahun, alasan saya jadi guru adalah saya terinspirasi oleh guru saya saat masih bersekolah dia mengajari saya dengan sabar tentang hal yang masih jadi pertanyaan saya sampai saya sudah tau jawabannya, jadi saya rasa giliran saya yang membimbing mereka sampai mereka sudah menemukan jawaban yang selama ini mereka pertanyakan " ucap Reo menjelaskan alasannya menjadi guru,


" hmm itu adalah alasan yang jarang saya dengar di 21 tahun karier saya sebagai guru, bahkan saya saja tidak berkata begitu di wawancara pertama saya, anda sangat pintar dalam berkata-kata bagus " ucap Bu Desi memuji Reo,


" terimakasih buk saya jadi malu mendengarnya " ucap Reo kepada buk Desi,


" ok ok jadi seperti yang sudah kamu baca dalam lamaran kerjanya kamu disini akan menjadi guru pengganti selama satu semester ini dalam pelajaran bahasa Indonesia apa sudah jelas " ucap buk Desi menjelaskan tugas Reo sebagai guru di SMP,


" sangat jelas buk saya siap menjadi guru bahasa Indonesia di SMP permai " ucap Reo kepada buk Desi,


" baiklah kalau begitu tidak usah basa-basi lagi saya ucapkan selamat datang di SMP permai kamu bisa mulai mengajar besok ok " ucap buk Desi kepada Reo,


" ok buk terimakasih karena telah menerima saya di sekolah ini " ucap Reo berterimakasih kepada buk Desi,


" sama-sama soal materi pelajaran bahasa Indonesia nya akan saya email kan materinya sore ini untuk kamu mengajar di jam pertama kamu besok " ucap buk Desi kepada Reo,


" oh baik buk terimakasih atas bantuannya " ucap Reo berterimakasih kepada buk Desi,


Semua murid terdiam mendengar kata-kata Reo


" baiklah anak-anak kenapa hening sekali kelas ini baiklah, seperti yang kalian lihat pak Agus masih baru di sekolah ini dan dia tidak sama dengan Bu Mirna yang sedang cuti melahirkan akan tetapi saya harap kalian bisa menghormati pak Agus seperti kalian menghormati buk Mirna jelas " ucap Bu Desi kepada murid-murid,


" jelas Bu Desi " ucap murid-murid kepada Bu Desi,


" bagus, baiklah saya permisi dulu pak Agus titip anak-anak ya " ucap Bu Desi kepada Reo,


" serahkan kepada saya Bu jangan khawatir " ucap Reo kepada Bu Desi,


Bu Desi berjalan keluar dari kelas 7C dan pelajaran bahasa Indonesia di mulai,


" baiklah materi kita hari ini adalah puisi ada yang tau puisi itu apa " ucap Reo kepada murid-murid,


Murid-murid dalam kelas agak terdiam tidak ada yang menjawab sampai Rini mengangkat tangannya,


" puisi atau sajak adalah jenis sastra dengan bahasa yang terikat oleh irama, rima, serta susunan bait dan larik menurut kamus besar bahasa Indonesia " ucap Rini menjelaskan apa itu puisi,


" benar Rini puisi adalah sastra dengan bahasa yang terikat oleh irama " ucap Reo menegaskan penjelasan Rini,


Kelas pertama berjalan dengan lancar bagi Reo akan tetapi pencarian sparepart chrono brace kurang lancar bagi Rafael karena dia tidak begitu ingat jatuhnya ada dimana

__ADS_1


" aduh bagaimana ini harusnya ada di sekitar sini kenapa tidak ada " ucap Rafael dalam benaknya,


" aku ingat aku terbaring pingsan di sini saat mereka memukul tanganku yang membuat chrono brace pecah dan serpihan sparepart nya seharusnya jatuh di sekitar sini tapi kok bisa gak ada ya, aku harus terus mencarinya " ucap Rafael dalam benaknya,


kembali ke sekolah Reo menyelesaikan tugasnya sebagai guru dengan baik,


" baiklah saya akan memberikan pr bahasa Indonesia pertama dari saya yaitu kalian harus membuat puisi karya kalian sendiri tidak boleh menyontek jelas " ucap Reo kepada murid-murid,


" jelas pak " ucap murid-murid kepada Reo,


Reo masuk ke kantor guru bertemu dengan Bu Desi,


" halo pak Agus bagaimana mengajar hari ini ada kesulitan " ucap Bu Desi kepada Reo,


" awalnya agak kesulitan tapi akhirnya berhasil teratasi oh iya PR yang Bu Desi email kan sudah saya umumkan pada murid yang lain " ucap Reo kepada Bu Desi,


" kerja bagus pak Agus saya dapat perintah dari Bu Mirna lantaran ini adalah tugasnya yaitu SMP permai akan mengadakan lomba penulisan puisi antar kelas untuk mewakili sekolah kita oleh karena itu Bu Mirna mempersiapkan segalanya dari sekarang hingga pada saat dia cuti melahirkan pun dia masih merasa ini adalah tugasnya makanya saya bersedia ambil alih, jadi saat pr mereka terkumpul kita akan mengumumkan lomba puisi tersebut " ucap Bu Desi menjelaskan kepada Reo,


" apa ibu tidak khawatir mereka akan terkejut mendengar pengumuman itu " ucap Reo kepada Bu Desi,


" awalnya saya berfikir begitu akan tetapi Bu Mirna mengatakan orang yang kita cari itu akan menunjukkan potensinya dalam tugas ini " ucap Bu Desi kepada Reo,


" baiklah kalau Bu Mirna yang berkata begitu saya harap yang beliau katakan memang benar " ucap Reo kepada Bu Desi,


Saat Bu Desi dan Reo berbincang telfon masuk dari hp Bu Desi,


" maaf pak Agus saya harus angkat telfon dari wakil kepala sekolah " ucap Bu Desi meninggalkan Reo dan mengangkat telpon,


" halo pak Julian bagaimana perjalanannya " ucap Bu Desi kepada Julian,


" lancar besok saya sudah pulang anda mau titip sesuatu di sini " ucap Julian kepada Bu Desi,


" tolong kejutkan saya ok " ucap Bu Desi kepada Julian,


Jam pulang sudah berbunyi saat Reo pulang dia tidak sengaja bertemu Rafael di jalan


" Rafael masih belum ketemu sparepart itu " ucap Reo kepada Rafael,


" belum ketemu, bagaimana hari pertamamu sebagai guru di zaman ini " ucap Rafael kepada Reo,


" lancar jaya tidak ada kendala tenang pasti ketemu, bagaimana kalo aku traktir kamu makan mie ayam ok gak " ucap Reo nawarin mie ayam ke Rafael,


Di jalan pulang Reo 13 sedang berjalan-jalan lalu dia melihat sesuatu berwarna hijau yang membuatnya penasaran,


" benda apa ini kenapa warnanya hijau aku bawa pulang saja deh bikin penasaran " ucap Reo 13 dalam benaknya,


Dia tidak tau yang dia pegang adalah kerangka kecil yang tidak berasal dari zamannya.

__ADS_1


__ADS_2