
(sebelum wawancara)
Di sebuah rumah sakit terdapat seorang pemuda bernama agus hendrawan yang sedang berjalan menuju ruang pasien yaitu ibunya yang di vonis terkena alzheimer, saat masuk ke dalam kamar dia duduk di disamping ibunya sambil berkata
" buk hari ini agus wawancara di smp harapan doain ya buk, muda-mudahan agus keterima supaya bisa bayar uang rumah sakit ibu " ucap Agus pada ibunya yang sedang terbaring lemas,
Agus pun berangkat ke SMP harapan untuk wawancara jadi guru,
.
.
Di ruang guru Agus akan di wawancara oleh wakil kepala sekolah dan saat ini sedang menunggu wakil kepala sekolah datang, wakil kepala sekolah telah datang dan duduk berhadapan dengan Agus sambil berkata
" selamat pagi hari ini saya akan mewawancarai anda perkenalkan saya Julian Andrew senang bertemu anda " ucap Julian dengan sopan,
" iya pak senang bertemu bapak saya Agus Hendrawan " ucap Agus dengan sopan,
Wawancara pun di mulai, dengan pertanyaan pertama dari Julian
" jadi kita mencari lowongan untuk guru bahasa Indonesia pengganti selama satu semester ini, dikarenakan guru bahasa Indonesia reguler kita sedang cuti melahirkan jadi apa kamu tidak keberatan jadi guru pengganti selama satu semester " ucap Julian kepada Agus,
" sama sekali tidak keberatan pak di sekolah sebelumnya saya juga ngajar bahasa Indonesia " ucap Agus merasa bahwa ini adalah takdirnya,
" oh sudah pernah mengajar juga, kalo boleh tau udah berapa tahun mengajar " ucap Julian menggali informasi,
" baru dua tahun pak " ucap Agus menjawab pertanyaan Julian,
" ok baiklah terus terang saya kurang suka bertele-tele orangnya jadi saya langsung ke intinya saja apa yang membuat kamu ingin menjadi guru disini " ucap Julian langsung pada intinya,
" Saya ingin mengajarkan pada anak-anak apa yang saya tahu tentang bahasa Indonesia ditambah, Ibu saya saat ini sedang sakit dan saya harus membayar uang rumah sakitnya " ucap Agus langsung pada intinya,
" hmm menarik, kalo begitu izinkan saya untuk berpikir sebentar di luar " ucap Julian kepada Agus,
" oh iya pak silahkan " ucap Agus mempersilahkan Julian untuk berfikir,
Julian berjalan meninggalkan ruangan sambil berkata dalam benaknya
" saya bisa memanfaatkan kelemahannya " ucap Julian dalam benaknya sedang merencanakan sesuatu,
__ADS_1
Ditempat lain Reo sedang berusaha keras mencari Rafael di seluruh kota tapi sayang reo tidak menemukan Rafael dimana-mana hingga Reo berpapasan dengan seorang tunawisma yang memakai topi berjalan ke arah berlawanan dengannya, Reo notice pada gelangnya
" lho tunggu dulu tunawisma tadi memakai sebuah gelang yang pernah diceritakan oleh Rafael " ucap reo dalam benaknya sambil teringat dengan cerita Rafael tentang mesin waktunya,
(flashback 2023)
" lihat Reo ini adalah mesin waktu yang sedang ku teliti jika ini berhasil kita bisa pergi ke zaman apapun termasuk zaman purba sekalipun " ucap Rafael PD memperkenalkan hasil penelitiannya kepada Reo,
" Wow bagaimana cara menggunakannya " ucap reo bertanya sambil terkagum-kagum pada penemuan Rafael,
" caranya pertama, kau harus melewati portal waktu yang memancarkan cahaya putih ini lalu dari sini aku akan memilih kamu ingin ke zaman apa " ucap rafael memberi instruksi kepada Reo,
" lalu setelah berhasil time travel ke waktu yang kita inginkan bagaimana caranya untuk pulang ? masak buat portal yang sama kalo kita berada di zaman batu kan agak susah bikin portal yang serupa " ucap reo bertanya cara pulang ke Rafael
" kau benar oleh karena itu aku sudah mempersiapkan gelang ini " ucap Rafael menjawab pertanyaan reo sambil menunjukkan gelang miliknya,
" gelang anak-anak, Apa gunanya gelang kecil itu " ucap reo remeh pada gelang milik Rafael,
" Hei ini bukan gelang anak-anak ini adalah chrono brace ini adalah salah satu penemuanku yang ku ciptakan sebagai GPS saat kau sedang time travel " ucap rafael kepada Reo,
" jika kau memakai gelang ini, maka kau akan terlihat di Radar yang ada di monitor ini, dan ditambah, ketika lampu dari gelang ini menyala artinya alat ini sedang mengarahkan mu pada sebuah tempat yang memiliki anomali, ruang dan waktu yang berbeda, dari situlah tiket mu untuk pulang " ucap rafael menjelaskan pada Reo mesin waktu ciptaannya,
" tentu saja, jadi Reo jika kau bisa melakukan perjalan waktu kau mau ke zaman apa dan kenapa " ucap Rafael bertanya kepada Reo,
Reo berfikir sejenak dan akhirnya menjawab pertanyaan Rafael
" Aku akan pergi ke tahun 2013 " ucap reo kepada Rafael,
" Kenapa kau ingin pergi ke tahun 2013 Bukankah tahun 2013 adalah waktu Ter suram kita karena di bully " ucap Rafael kepada Reo,
" Aku ingin kembali ke tahun 2013, karena aku ingin bertemu dengan pak Agus, aku ingin berkata padanya " Pak, Terima kasih karena telah mengajari saya dengan sebaik mungkin, sekarang saya adalah seorang guru, sama seperti bapak " ucap reo yang membuat Rafael terdiam,
" Pak Agus guru yang kau bilang berasal dari masa depan itu " ucap Rafael kepada Reo
" benar dia pasti bangga melihat aku yang sekarang " ucap reo kepada Rafael,
" semoga kau bisa bertemu dengannya " ucap Rafael mendoakan Reo,
" tentu saja " ucap reo kepada rafael,
__ADS_1
Reo notice dengan gelang yang dipakai tunawisma itu dan berkata,
" jangan-jangan dia adalah Rafael, aku harus mengikutinya " ucap reo sambil mengejar tunawisma itu
Di sekolah, setelah berfikir sejenak Julian kembali ke ruang wawancara untuk memberikan hasil keputusan finalnya
" bapak Agus maaf menunggu lama, saya akan langsung memberikan hasil finalnya " ucap Julian kepada Agus,
" jadi kalo menurut saya kita disini hanya mencari guru untuk satu semester saja takutnya gaji disini tidak cukup untuk membayar uang rumah sakit ibu anda, jadi saya sarankan anda mencari sekolah yang lain saja yang gajinya pas untuk membayar biaya rumah sakit " ucap Julian menjelaskan pada Agus,
" pak saya mohon tolong dipikirkan lagi, kalo boleh terus terang saya sudah melamar ke berbagai sekolah dan tingkatan yang berbeda tapi di tolak semua karena berbagai macam alasan, saya tidak bisa ditolak lagi karena suatu alasan " ucap Agus memohon kepada julian
" maaf keputusan saya sudah final " ucap Julian kepada Agus,
" saya mohon pak saya akan lakukan apa saja asalkan saya bisa diterima bekerja disini " ucap Agus memohon kepada julian,
" apa saja katamu " ucap Julian memikirkan ulang perkataan Agus,
" iya apa saja akan saya lakukan demi ibu saya " ucap Agus termakan jebakan Julian,
" kalo begitu apa kamu bisa lakukan ini " ucap Julian sambil menunjukan foto tunawisma,
" kenapa dengan tunawisma ini " ucap Agus kebingungan melihat foto tunawisma itu,
Julian menjelaskan permintaannya kepada Agus jika dia berhasil maka dia akan di terima di sekolah dan diberikan uang untuk membayar biaya rumah sakit ibunya,
Reo mengikuti tunawisma yang dia kira adalah Rafael dan benar ternyata dia adalah Rafael, Reo bertanya dalam benaknya
" itu Rafael syukurlah dia selamat tapi kenapa dia berdandan seperti tunawisma " ucap reo dalam benaknya,
Saat reo ingin mendatangi Rafael seseorang lebih dulu menghampiri Rafael yang ternyata adalah Agus, Agus bertanya kepada Rafael
" permisi apakah anda Rafael " ucap Agus kepada Rafael,
Rafael terdiam mendengar jawaban dari Agus,
" saya datang untuk menghabisi kamu " ucap Agus mengancam Rafael,
Agus mulai menyerang Rafael tapi Rafael berhasil kabur, Reo yang melihat itu segera mengejar mereka berdua untuk menyelamatkan Rafael.
__ADS_1