Guru Dari Masa Depan

Guru Dari Masa Depan
episode 7 : MENJADI GURU


__ADS_3

Kejar-kejaran antara Agus dan Rafael berakhir dengan tabrakan maut yang dialami oleh Agus, tepat di insiden tersebut seorang pria berkacamata hitam melihat kejadian itu dan menelfon seseorang yang memberinya perintah yaitu,


" ikuti mereka, pastikan apakah Agus tiada jika tidak maka habisi dia karna jika tidak dia akan membongkar rahasia kita " ucap pria misterius di telfon,


setelah menutup telfon dia membuka dokumennya yang berisi data pelamar pekerjaan baru-baru ini dan agus adalah salah satunya saat sedang melihat data pelamar seorang wanita mengetuk pintu ruang sambil berkata


" pak Julian rapat bulanan akan segera dimulai " ucap seorang wanita dari luar ruangan,


" baik saya segera ke sana " ucap Julian dengan antusias,


Julian segera menutup dokumen datanya dan segera berangkat menuju rapat bulanan di sekolah,


Di tempat lain Reo dan Rafael terduduk di ruang tunggu ICU menunggu hasil pemeriksaan medis Agus, Reo melihat temannya itu terlihat seperti tunawisma berkata


" rafael aku bersyukur berhasil menemukan mu tapi kenapa kau malah menjadi tunawisma " ucap reo senang bertemu dengan sahabatnya tapi agak sedikit meledek kepada Rafael,


" jangan meledekku, saat aku tiba disini aku sempat tersesat lalu ada orang baik yang menolong menunjukan jalan kota ini lalu dia membawaku ke tepi jalan yang banyak anak-anak bandel dan ternyata dia adalah anggota mereka setelah itu aku dibuat pingsang dan barang-barang ku habis di jarah mereka diantaranya adalah ponsel, dompet dan sepatu " ucap rafael menjelaskan kepada Reo,


" hahahaha, perjalanan waktu pertamamu benar-benar buruk ya " ucap reo tampak meledek Rafael,


" hei kamu ngeledek lagi ya dasar iya deh sabuk hitam karate, tapi untungnya mereka tidak merampok gelang ini kalo tidak aku tidak bisa kembali ke masa depan " ucap rafael senang karena bertemu dengan temannya,


" tenang saja, saat kembali kita beli baru semua yang telah di rampok oleh preman itu " ucap reo menenangkan Rafael yang sedang kesusahan,


" ngomong-ngomong kenapa kita yang harus membawanya ke rumah sakit padahal dia ingin menyerang kita " ucap Rafael kepada Reo secara berbisik,


" eh tidak boleh begitu kita tidak boleh membahas membalas kejahatan dengan kejahatan juga jika terus seperti itu maka masalah tidak ada habisnya dan juga aku mau tau apa motifnya untuk menyerang kita dan bagaimana dia tau kalo kita berasal dari masa depan " ucap Reo menegur Rafael


Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang ICU lalu memberi kabar untuk Reo dan Rafael


" dok bagaimana kondisinya " ucap reo kepada dokter,


" kondisinya cukup kritis, tulang belakangnya terkena hantaman yang sangat parah sekarang dia masih belum sadarkan diri " ucap dokter menjelaskan kepada Reo,


" kalo begitu kapan dia sadarkan diri " ucap reo kepada dokter,


" soal itu saya kurang yakin, semoga dia segera sadarkan diri secepatnya " ucap dokter kepada Reo,


Setelah selesai menjelaskan kondisi Agus dokter segera izin permisi untuk memeriksa pasie yang lain Rafael bertanya kepada Reo


" sekarang bagaimana apa kita akan menunggunya sampai sadar " ucap Rafael kepada Reo,


" aku ingin tau apa tujuannya melakukan ini kepada kita dan bagaimana dia bisa tau kalo kita berasal dari masa depan " ucap reo kepada Rafael,


seorang pria berkacamata hitam yang misterius mendengar pembicaraan mereka dari kejauhan, suster keluar dari ICU lalu memberi tahu mereka bahwa pasien bernama Agus akan di pindahkan ke ruang inap dan meminta tolong untuk memberitahukan kepada keluarganya,Reo pun berkata


" bagaimana mau mencarikan orang tuanya kita bahkan tak mengenalnya " ucap reo kebingungan,


" bagaimana dengan membuka handphonenya pasti kita ketemu nomor telepon keluarganya " ucap Rafael memberikan ide kepada Reo,


" kau ini kalo handphonenya di kunci bagaimana cara bukanya " ucap reo membantah ide Rafael,

__ADS_1


" setidaknya kita coba saja siapa tahu berhasil " ucap Rafael kepada Reo,


Saat akan membuka handphonenya Agus telfon berdering dari hpnya bertuliskan suster Sisca Reo pun segera mengangkat telepon itu


" halo " ucap reo melalui telfon,


" pak Agus kapan anda akan tiba ibu sudah mencari-cari anda " ucap suster Sisca di telfon,


" maaf saya Reo saat ini Agus berada di rumah sakit karna tabrakan maut " ucap reo kepada suster Sisca di telfon,


" apa kalo begitu saya kesana sekarang bisa share lock lokasi kalian " ucap suster Sisca kepada Reo di telfon,


" ok tolong beri nomor anda biar saya kirim share lock ke alamat rumah sakitnya " ucap reo kepada suster Sisca,


.


.


Beberapa saat kemudian suster Sisca datang ke rumah sakit tempat Agus di rawat lalu bertemu Reo dan Rafael kemudian bertanya kepada mereka


" apa yang sebenarnya terjadi kepada Agus kenapa bisa jadi begini " ucap Sisca kepada Reo,


saat Rafael ingin menceritakan semuanya yang terjadi Reo memotong pembicaraan mereka dengan berkata


" jadi pada saat kita sedang ingin menyebrang kita melihat bapak Agus sedang menyebrang dengan terburu-buru dan tampaknya tidak melihat sekitar ya akhirnya terjadilah tabrakan maut yang membuat dia dalam kondisi kritis " ucap reo berbohong kepada Sisca,


" dan kami harus mencari keluarganya apa kau kenal keluarganya " ucap Rafael kepada Sisca,


Seketika Reo dan Rafael merasa prihatin melihat agus di an ibunya, lalu suster keluar dari ICU memberi kabar bahwa


" maaf pak pasien bernama Agus telah sadarkan diri, siapa yang ingin masuk dan melihat keadaannya " ucap suster kepada Reo Rafael dan Agus,


" saya saja dulu suster kebetulan saya mengenal ibunya " ucap Sisca kepada suster di rumah sakit itu,


Akhirnya Sisca masuk lebih awal melihat keadaan Agus,


Beberapa saat kemudian Sisca keluar dari ruang inap Agus, Sisca menyampaikan permintaan terakhir Agus kepada Reo dan Rafael untuk masuk ke dalam ruang inapnya, Reo dan Rafael masuk dan mereka melihat keadaan Agus yang sedang terbaring lemas Agus berkata


" maafkan aku karena telah berusaha untuk membunuh kalian " ucap Agus terbaring sambil menangis,


" kenapa kau melakukan ini kepada kami " ucap reo kepada Agus,


" sebetulnya aku di perintah oleh seseorang dengan imbalan akan di terima menjadi guru di SMP permai dan membayar semua biaya rumah sakit ibuku sangat bodohkan padahal aku adalah orang berpendidikan tapi aku bisa dikuasai dengan mudah oleh orang lain,


" itu tidak benar kau tidak bodoh hanya kebaikanmu lah yang dimanfaatkan oleh orang lain demi keuntungan mereka sendiri " ucap reo menasehati Agus,


setelah mendengar nasehat Reo Agus tersadar akan perbuatannya dan bersedia memberitahukan nama orang yang menyuruhnya melakukan ini,


" nama orang itu Jul...Jul...julian " ucap Agus memberitahukan nama orang itu lalu denyut nadinya menghilang,


Reo segera berteriak memanggilkan dokter,

__ADS_1


Dokter tiba memeriksa Agus dari nadi dan pupilnya dan mengatakan bahwa Agus telah meninggal dunia pada pukul 20.15 wib Reo shock melihat kejadian itu saat keluar dia memberitahukan kepada Sisca bahwa Agus sudah berpulang ke sisi yang di atas mereka berdua menangisi orang mereka baru kenal bersama,


.


.


Keesokan paginya Reo dan Rafael berada di pemakaman umum untuk memakamkan Agus lalu Sisca datang bersama ibu Agus, ibu Agus yang duduk di kursi roda pun tak bisa menahan tangisnya karena ditinggal anak semata wayangnya,


Setelah pemakaman selesai Reo bertemu dengan ibunya Agus sambil berkata


" ibu jangan khawatir saya akan membiayai rumah sakit ibu " ucap reo berjanji kepada ibu Agus,


" tidak perlu nak saya berencana akan keluar dari rumah sakit dan pulang menunggu kematian saya, suami dan anak saya telah tiada saya sudah tidak punya apa-apa lagi di dunia ini " ucap ibu Agus kepada Reo,


" tapi buk kondisi ibu juga masih sakit tidak apa jika ingin keluar dari rumah sakit akan tetapi izinkan saya merawat ibu sampai hari kematian ibu " ucap Sisca menawarkan dirinya untuk merawat ibu Agus,


" terserah kamu jika tak keberatan " ucap ibu Agus kepada Sisca,


Melihat itu Reo merasa harus menyelidiki orang yang bernama Julian ini dan itu di mulai dari SMP permai yang juga tempat sekolah Reo dan Rafael di tahun ini,


.


.


(dua hari kemudian)


di SMP permai kelas satu C seorang guru masuk memberitahukan pengumuman


" selamat pagi anak-anak kita kedatangan guru baru untuk mengajar bahasa Indonesia selama satu semester ini menggantikan Bu indah yang sedang cuti melahirkan jadi kalian harus sopan padanya ok " ucap guru di depan muridnya,


" aku penasaran orang seperti apa dia " ucap reo tampak bersemangat dengan guru baru ini


" aku tidak mau diajari oleh guru honorer " ucap Diani,


" pasti dia gak paham materi bahasa Indonesia " ucap Andrew,


Rini dan Herlina diam-diaman sejak pertengkaran kemarin,


" silahkan masuk " ucap guru di kelas,


Ketika guru baru itu masuk membuka pintu karismanya seperti orang yang sangat tegas dan galak menggetarkan jiwa semua murid di kelas,


" baiklah silahkan perkenalkan diri anda " ucap guru di kelas,


" nama saya Agus Hairudin saya akan menjadi guru bahasa Indonesia kalian selama satu semester ini, saya adalah orang yang tegas jika salah kalian akan di hukum sesuai dengan kesalahan kalian senang bertemu " ucap reo yang menyamar menjadi guru bernama Agus,


Murid biasa melihatnya sebagai guru yang tegas tapi Andrew, Diani dan kawan-kawannya melihatnya sebagai ancaman terbesar mereka,


Reo berkata dalam hatinya


" aku akan menemukanmu Julian " ucap reo dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2