
(satu hari sebelum perjalanan waktu)
Rafael yang sedang melakukan penelitian di ruangannya terkejut mendengar panggilan dari ruang Presdir
" kepada Professor Rafael Irwandi diminta untuk menemui Presdir di ruangannya sekarang " ucap speaker pengumuman,
" hah kenapa Presdir ingin menemui ku, apa mungkin dia ingin melihat hasil penelitian terbaruku ? " ucap Rafael kebingungan,
Rafael menghentikan pekerjaannya dan segera menemui Presdir di ruangannya
.
.
Sesampainya didepan pintu ruang Presdir Rafael berkata dalam hati,
" ok, jangan grogi ini bukan kali pertama Presdir memanggilku ke ruangannya, tenang dan jangan panik " ucap Rafael dalam benaknya menyemangati diri sendiri,
Rafael mengetok pintu ruang Presdir
" tok tok, pak Presdir ini saya Rafael apa bapak memanggil saya, ucap Rafael di depan pintu,
" oh iya Rafael silahkan masuk " ucap Presdir di dalam ruangannya,
Rafael pun masuk dan menemui Presiden direktur Achilles Darwis,
" ada apa pak memanggil saya ? " ucap rafael dengan penasaran,
" begini rafael, saya memanggil mu kesini karena saya ingin memperkenalkan seseorang padamu, kemarilah nak " ucap presdir darwis saat memanggil seseorang,
Lalu datanglah seorang pria yang dipanggil oleh presdir darwis dia tampak gagah dengan jas mewah dan terlihat berwibawa
" kemari nak, ini adalah orang yang ingin kukenalkan padamu putraku andrew darwis dia baru saja menyelesaikan studinya di america " ucap presdir dengan gembira memperkenalkan anaknya,
" halo saya andrew salam kenal " ucap andrew dengan sopan memperkenalkan dirinya,
" oh iya pak darwis saya rafael irwandi selamat datang di D labs " ucap Rafael dengan sopan,
" nah berhubung kalian sudah berkenalan saya ingin memintamu untuk mengajak andrew berkeliling " ucap presdir meminta tolong pada rafael,
Rafael agak kebingungan untuk memilih, dalam benaknya dia masih memiliki penelitian yang tak bisa di tinggalkan tapi di sisi lain ini adalah perintah atasannya,
__ADS_1
" aku harap kau punya waktu untuk mengajak Andrew berkeliling karena dalam seminggu Andrew akan mulai bekerja disini dengan jabatan yang sama denganmu jadi dia harus tau tentang D labs ditambah dari semua peneliti yang kita punya hanya kau yang terbaik di antara yang lain" ucap Presdir sambil memohon bantuan pada Rafael,
Rafael pun menyanggupi permintaan Presdir
" baik pak saya bersedia " ucap Rafael bersedia untuk membantu Presdir,
" benarkah, kalo begitu terimakasih banyak Professor Rafael " ucap Presdir Darwis kepada Rafael,
" sama-sama pak, baiklah pak darwis silahkan ikuti saya, saya akan mengajak anda berkeliling D labs serta memperkenalkan anda dengan yang lain " ucap rafael kepada Andrew,
" oh baik, em satu lagi, panggil saja saya andrew dan jangan terlalu formal kepada saya " ucap Andrew memberitahu kepada Rafael,
" baiklah kalau begitu, Andrew silahkan ikuti aku " ucap Rafael kepada Andrew,
Andrew dan Rafael berjalan meninggalkan ruang Presdir, achilles melihat Andrew dengan wajah cemas sambil berbicara dalam benaknya
" semoga kejadian sepuluh tahun lalu tak terulang lagi " ucap Presdir dalam benaknya,
.
.
" rasanya sangat aneh kembali ke tahun 2013 bagaikan mimpi " ucap reo dalam benaknya,
Reo berjalan melihat sekitar sambil kebingungan karena semua tampak asing baginya, lalu saat berjalan dia mencium aroma yang sangat lezat lalu mengikutinya, saat mencari asal bau itu dari mana dia melihat sesuatu yang tak asing baginya,
" ini kan mie pak kumis, aku sering makan mie itu saat masih SMP, wah sudah lama sekali aku ingin makan mie pak kumis " ucap reo kesenangan mengetahui mie favoritnya masih ada dan ramai pengunjung,
reo duduk di kursi dan memakan mie tersebut dan berkata dalam hatinya
" wah mie pak kumis ini rasanya hampir sama dengan seperti yang aku makan saat masih kecil " ucap reo dalam hatinya saat sedang makan,
" dan saat aku masih kecil aku sering makan di pojok yang ada gentengnya sambil jongkok " ucap reo saat sedang bernostalgia,
Reo sedikit flashback dengan masa kecilnya
Reo memakan mie pak kumis di pojok lalu beberapa anak-anak yang lebih besar datang dan memalak nya
" woi bagi uang 5000 " ucap pemalak,
" jangan bang uangnya buat beli air putih " ucap reo kecil saat sedang di palak,
__ADS_1
" ah gak ada, kasih gak kalo nggak nih tinju mau " ucap pemalak yang mulai mengancam,
" eh jangan bang ini bang uangnya " ucap reo pasrah di palak sama pemalak,
" nah gitu dong lain kali bawa uang lebih banyak lagi ok " ucap pemalak senang telah mengambil uang Reo sambil memukul kepalanya,
Setelah pemalak itu pergi Reo pun menangis kecil sambil melanjutkan makan mie pak kumis itu,
Reo telah selesai makan dan membayar makanannya, pak kumis agak kebingungan melihat uang dari Reo
" ini uang lima ribu apa kenapa gambarnya beda, yang penting uang " ucap pak kumis dalam benaknya,
Saat reo tengah sedang berjalan mencari minum dia berbicara dalam benaknya,
" aku sudah bukan lagi diriku yang dulu aku sudah bisa membela diriku sendiri bahkan aku telah melindungi muridku agar tidak mengalami hal yang sama yang pernah ku alami " ucap reo dalam benaknya,
Saat reo sedang membeli air minum dia melihat segerombolan cewek yang berada di tempat gelap tampak sedang mengepung seseorang
" hei aku dengar kamu yang ngadu ke guru soal aku jokiin Herlina pr matematika kemarin " ucap Diani kesel sama gadis itu
" ya, aku gak suka kamu manfaatin Herlina untuk keuntungan pribadi kamu " ucap gadis itu kepada Diani,
" heh dengar ya aku peringatkan kamu jangan pernah ikut campur urusan aku kalo gak kamu akan bernasib sama dengan Herlina, ngerti " ucap Diani mengancam gadis itu sambil memukul kepalanya,
Gadis itu melawan tapi sayangnya dia kalah jumlah karena teman-teman Diani memegang tangannya dan membiarkan Diani menampar gadis itu berkali-kali sampai Reo datang
" hei sedang apa kalian disana " ucap reo pada Diani cs ,
Diani yang melihat itu segera menyuruh teman-temannya untuk kabur sambil bilang pada gadis itu
" ingat urusan kita belum selesai " ucap Diani pada gadis itu,
Diani CS langsung kabur, saat reo datang, Reo menolong gadis itu tapi gadis itu menolak untuk ditolong
" kamu gak apa apa sini aku bantu " ucap reo pada gadis itu,
" gak apa apa saya bisa sendiri kok " ucap gadis itu
Lalu Reo melihat wajah gadis itu seolah olah wajahnya tak asing Reo teringat pada istrinya, dan benar saja saat reo melihat tanda pengenal di baju sekolah bertuliskan Rini Khaidir dia langsung berbicara dalam benaknya
" Rini kok bisa aku ketemu Rini di tahun 2013 " ucap reo dalam benaknya terkejut melihat istrinya.
__ADS_1