
(sebelum perjalanan waktu)
Rafael mengajak Andrew berkeliling D labs melihat berbagai macam hal yang ada di D labs kemudian memperkenalkan Andrew kepada rekan kerja yang lain dan menunjukkan beberapa karya penemuan yang sedang di teliti oleh para ilmuwan hingga akhirnya mereka sampai di ruang Rafael yang sekarang sedang meneliti tentang perjalanan waktu,
" wah ruangan ini cukup besar jika dibandingkan dengan ruangan yang lain " ucap Andrew terkagum-kagum melihat ruangan Rafael,
" oh itu biasa saja, jika kau ingin ruangan sebesar ini kerja keraslah selama delapan tahun aku yakin kau pasti bisa " ucap Rafael kepada Andrew,
" sedang meneliti apa " ucap Andrew penasaran kepada apa yang sedang di teliti oleh Rafael,
" oh saya sedang mengerjakan mesin waktu dan ini adalah portalnya " ucap Rafael menjelaskan pada Andrew,
" wow keren bagaimana cara kerjanya " ucap Andrew penasaran dengan cara kerja mesin waktu ciptaannya,
" cara kerjanya, pertama pakai gelang chrono brace agar saat kau masuk aku bisa melacak keberadaan mu melalui radar ini, lalu untuk kembali ke masa sekarang alat itu akan merespon ke sebuah tempat yang memiliki anomali ruang dan waktu yang berbeda dari situ aku akan menuntun kau untuk keluar dari sini " ucap Rafael menjelaskan kepada Andrew,
" terdengar seru " ucap andrew tampak excited kepada karya Rafael,
Pada saat itu pula Andrew melihat foto yang ada di meja kerjanya ada foto bersama istrinya dan satunya lagi foto Rafael bersama Reo yang menarik perhatiannya, saat Andrew melihat foto tersebut dia terasa familiar melihat pria yang ada di samping Rafael dan bertanya
" siapa foto pria disamping mu " ucap Andrew bertanya kepada Rafael,
" oh itu Reo sahabatku, kami berteman sejak aku di selamatkan oleh Reo dari para bully di SMP jadi sejak saat itu kami berteman sampai sekarang " ucap Rafael menjelaskan kepada Andrew,
" lalu dimana dia sekarang " ucap Andrew bertanya kepada Rafael,
" kalo sekarang mungkin dia sedang mengajar, oh iya Saya lupa pekerjaannya adalah guru SMA " ucap Rafael kepada Andrew,
" ngomong-ngomong kenapa kamu nanya soal Reo ? " ucap Rafael bertanya balik,
" oh buka apa-apa aku terasa familiar saja saat melihatnya " ucap Andrew kepada Rafael,
.
.
(Kembali ke 2013)
Rafael yang sedang duduk didatangi oleh Agus Hendrawan, Agus bertanya kepada Rafael,
__ADS_1
" apakah kamu Rafael Irwandi " ucap Agus menanyai namanya,
Rafael hanya diam tak menjawab,
" aku dengar kamu dari masa depan dan ingin memporak-porandakan zaman ini apa itu benar " ucap Agus sudah tau identitasnya Rafael,
Rafael masih diam tak menjawab,
Agus yang melihat Rafael tidak menjawab pertanyaannya berkata,
" tidak apa-apa jika anda tidak mau jawab tapi saya datang ke sini untuk menghabisi anda " ucap rafael langsung pada intinya,
" saya harus melakukannya karena ini demi ibu saya jadi maafkan saya " ucap Agus mempersiapkan senjatanya yaitu pisau,
Agus menyerang Rafael akan tetapi Rafael melarikan diri dan terjadilah kejar-kejaran antara Agus dan Rafael, Reo yang berada disana segera mengejar mereka berdua,
Dari kejauhan tampak seseorang sedang memperhatikan kejar-kejaran antara Agus dan Rafael,
Di sekolah Rini menghampiri Herlina yang sedang baca buku di bawah pohon rindang akan tetapi Herlina malah pergi,
Lalu di kantin saat Herlina sedang makan Rini datang untuk makan di meja Herlina akan tetapi lagi-lagi Herlina berdiri dari mejanya dan pergi tanpa sepatah katapun,
Hingga jam pulang sekolah Rini menghampiri Herlina yang sedang berjalan mencari becak dan berkata
" maaf Rini aku berencana mengerjakan PR sendirian hari ini jadi lain kali saja ya " ucap Herlina menolak secara halus,
Rini yang merasa di cuekin pun bertanya kepada Herlina
" Kenapa kamu menghindar dari aku hari ini di kelas aku ngajak ngobrol kamu diemin, waktu kamu baca buku aku samperin kamu malah pergi, di kantin aku samperin buat makan bareng kamu juga lakuin hal yang sama Sebenarnya ada apa sih Lin kamu nggak kayak biasanya " ucap Rini bertanya kepada Herlina tentang ada apa sebenarnya,
" gak ada apa-apa aku cuma capek dan juga kamu kan harusnya pergi latihan di sanggar untuk festival akhir tahun sekolah " ucap Herlina kepada Rini,
" aku sudah hafal seluruh gerakan tari tradisional yang dibawakan di festival makanya aku bisa pulang cepat, dan juga aku gak pernah pakai alasan latihan buat menghindar dari kamu sampai sekarang, kamu kenapa sih belakangan ini kamu jadi beda perasaan kemarin kita baik-baik aja " ucap Rini menjelaskan kepada Herlina,
Herlina terdiam mendengar jawaban dari Rini hingga menjawab,
" kemarin aku sadar kita berbeda, kamu bisa nari dan bahkan akan mewakili sekolah kita dalam lomba tari tradisional sedangkan aku cuma anak cupu yang kepintarannya dimanfaatkan orang lain di situlah letak perbedaan kita oleh karena itu jangan ganggu aku lagi " ucap Herlina terpaksa mengatakan hal semenyakitkan itu kepada Rini,
Herlina segera pergi dan Rini menjawab,
__ADS_1
" kamu bohong kan Lin, kamu cuma bercanda kan iya kan ..... herlinaaaa " ucap Rini tidak percaya kepada apa yang dikatakan oleh Herlina,
Herlina berjalan di pengkolan sampai Rini tak terlihat lagi setelah itu Herlina terduduk menangis sambil berkata
" maafin aku Rini aku gak bisa cerita sama kamu takutnya kamu dalam bahaya karena mereka, sekali lagi maafin aku " ucap Herlina sedang menangis karena harus berpisah dengan Rini
Setelah Herlina pergi Rini pun berjalan dengan wajah murung dan saat berjalan Rini menabrak seseorang yang sedang berjalan membawa buku novel, Rini pun langsung berkata
" oh maafkan aku, aku tidak melihat mu ada disini " ucap Rini merasa bersalah,
" oh tidak apa-apa karena aku baru saja membeli novel baru jadi aku terlalu senang sampai lupa sekitar " ucap anak SMP itu,
" berikan handphone mu, jika terjadi kerusakan di novel mu tolong hubungi aku ok namaku Rini Khaidir namamu " ucap Rini sambil mengetik nomor teleponnya,
" aku Reo, Reo Hairudin senang bertemu denganmu " ucap reo sambil malu-malu memperkenalkan diri,
Rini langsung pergi Reo melihat Rini penuh dengan cinta di hatinya,
Sedangkan Reo mencoba mengejar Agus dan Rafael, ketika Rafael berjalan ke dalam gang dia mulai bingung akan lari kemana saat itulah Reo menarik Rafael untuk bersembunyi dan pada saat itulah Rafael berkata,
" Reo kenapa kau ada disini syukurlah kau datang " ucap Rafael lega melihat sahabatnya datang,
" nanti aku jelaskan, sekarang kita belum aman darinya " ucap Reo kepada Rafael,
Mereka berdua bersembunyi di belakang tong sampah itu, Agus datang sambil berteriak,
" Dimana kau Rafael keluarlah aku tau kau bersembunyi di sini ayo keluaaaar " ucap Agus sambil berteriak,
Agus mencari ke berbagai sudut gang hingga mengarah ke tempat mereka bersembunyi, Agus sedikit kelelahan itu tiba-tiba menangis sambil berkata,
" maaf jika membuatmu takut sebetulnya aku tidak peduli kau berasal dari masa depan atau tidak tapi jika aku tak melakukan ini maka ibuku tidak bisa dioperasi karena tidak cukup biaya " ucap Agus sambil menangis
mereka menciptakan suara kecil dan suara itu di dengar oleh Agus,
Agus mengejar mereka berdua Sampai ke pinggir jalan Reo dan Rafael berhasil menyebrang akan tetapi Agus mengalami tabrakan maut akibat terburu buru, Reo dan Rafael berhenti berlari dan meminta sekitar untuk menelfon ambulan agar agus bisa cepat di bawa ke rumah sakit,
Di kerumunan orang yang berada di tempat kejadian seseorang berkacamata hitam melihat lalu menelfon seseorang,
" halo ini saya orang itu mengalami tabrakan maut, bagaimana sekarang " ucap pria berkacamata hitam di telfon,
__ADS_1
Orang yang dia telfon adalah Julian Andrew yang menyewanya untuk mengawasi Agus apakah dia melakukan pekerjaannya dengan benar
" tetap awasi dia pastikan apakah dia selamat atau tidak, jika selamat segera habisi dia agar rahasia kita tidak terbongkar " ucap Julian di telfon.