
Reo mendatangi Diani CS yang sedang mengelilingi seseorang lalu mereka kabur dan saat melihat wajahnya Reo merasa tidak asing dengan wajah gadis itu, wajahnya mengingatkannya pada istrinya yang sudah lama tidak dia lihat,
.
.
Reo teringat 2023 saat dia sedang berjalan-jalan dengan Rafael sambil membicarakan istri mereka,
" bagaimana hubungan mu dengan Herlina di tahun pertama pernikahan kalian " ucap reo senang pada sahabatnya,
" kau bercanda dia luar biasa aku baru tau dia bisa masak dan masakannya enak sekali " ucap Rafael membanggakan istrinya pada Reo,
" bagaimana dengan istrimu sudah ada kabar dari Rini " ucap Rafael mengkhawatirkan Reo,
" Rini baik, hanya saja dia agak sibuk belakangan ini dengan pekerjaannya sampai kami belum membahas tentang anak " ucap reo yang khawatir pada istrinya,
" pekerjaan aktivis sosial memang tidaklah mudah untuk ditinggalkan meski hanya sekejap " ucap Rafael pada Reo,
" iya aku mengerti, tapi terkadang aku merasa kesepian dan rindu padanya " ucap reo merindukan istrinya,
Rafael memberikan pelukan hangat pada reo sambil bersedih bersama,
saat reo baru sampai di rumah Rini meneleponnya untuk menanyai kabar
" Reo, sayang hai ini aku maaf aku tidak menghubungimu seharian ini " ucap Rini pada Reo melalui telfon
" iya gak apa apa aku juga sibuk belakangan ini dengan mengajar, kapan kamu pulang " ucap reo menanyai kapan Rini akan pulang,
" hmm sayang itu agak sulit, belakangan ini pekerjaanku agak banyak dan sulit diserahkan pada yang lain dan aku juga sering keluar kota jadi agak sulit, tapi aku pulang sebentar untuk melihat rumah sambil mengganti pakaian " ucap Rini pada Reo,
" lalu bagaimana dengan rencana kita tentang ingin memiliki anak, kamu udah janji kan " ucap reo menagih janji pada Rini,
" iya aku sudah janji tapi kita harus menunda sampai pekerjaanku selesai " ucap Rini berusaha menenangkan suaminya,
" kamu selalu ngomong begitu dari kemarin-kemarin, kapan kerja kamu selesai kalo kamu gak sering pulang dan senang-senang disana " ucap reo yang merasa dilupakan oleh istrinya,
" maaf kamu bilang apa tadi senang-senang, aku disini tidak senang-senang seperti dugaanmu aku juga lelah dan rindu kamu aku bekerja keras sampai hari ini agar anak kita bisa bersekolah di sekolah yang nyaman tanpa bully kamu tau itu " ucap Rini tegas pada Reo,
" iya maaf aku terbawa emosi sesaat harusnya aku tidak mengatakan itu " ucap reo memohon maaf pada Rini karena telah menyakiti hatinya,
__ADS_1
" aku harus pergi, meeting akan segera dimulai dan aku gak boleh ketinggalan, jernih kan pikiranmu aku gak bisa terus-terusan bertengkar saat aku sedang rindu kamu ok " ucap Rini yang agak kesal pada Reo sambil menutup telfonnya,
" ahhhhh aku bodoh sekali " jerit Reo karena merasa bersalah pada Rini,
.
.
Reo bertemu dengan Rini 2013 yang terjatuh dan ingin menolongnya,
" kamu gak apa-apa mau saya bantu berdiri " ucap reo pada Rini 2013,
" ah gak apa-apa saya bisa sendiri terimakasih karena telah menolong saya maaf kalau merepotkan kamu " ucap Rini sopan pada Reo,
" oh yasudah kalau begitu aku pergi dulu " ucap reo pada Rini 2013,
" oh iya silahkan maaf karena telah merepotkan " ucap Rini berterimakasih pada Reo,
Saat reo dan Rini hendak berpisah Rini merasa agak linglung dan tiba-tiba keseimbangannya untuk berjalan jadi menurun, kemudian Reo menangkapnya,
" hei nak kamu gak apa-apa, sepertinya kamu kelelahan, bagaimana kalo aku belikan kamu minum " ucap reo menawarkan bantuannya pada Rini 2013,
" hei jangan begitu aku bukan orang asing bagimu, ayo kita kesana " ucap reo pada Rini 2013,
Reo membantu Rini 2013 berjalan ke arah warung untuk membeli minum sambil berkata dalam hatinya,
" padahal di masa depan kita mengikat janji sehidup semati " ucap reo dalam benaknya,
Sesampainya di warung Reo membelikan minuman kepada Rini yaitu air botol dan saat sudah meminum Rini pun bertanya kepada Reo,
" kenapa kamu membantuku tadi saat aku di risak oleh mereka " ucap Rini bertanya pada Reo,
" Aku tidak tahu tiba-tiba saja Aku ingin menolong mu aku tidak bisa membiarkan mu di bully oleh orang lain " ucap reo pada Rini,
" sekarang giliran aku bertanya, kenapa mereka mengganggumu seperti itu apa yang kau lakukan sampai mereka mengganggumu " ucap reo bertanya balik pada Rini,
" mereka hanya teman sekelas ku dan mereka menggunakan temanku untuk jadi joki pr mereka agar mereka bisa mendapat nilai yang bagus dan aku tidak suka Jadi aku membela sahabat ku sendiri " ucap Rini menjelaskan pada Reo,
" dengar membantu orang itu adalah hal yang baik hal yang terpuji tapi kau harus memikirkan dirimu sendiri bagaimana kalau kau terluka seperti hari ini apa kau rela " ucap Reo menjelaskan kepada Rini tentang apa yang terjadi,
__ADS_1
" aku tidak apa-apa aku bukanlah gadis yang lemah aku cukup kuat untuk menyelesaikan masalahku sendiri lagian itu bukan urusan mu" ucap Rini pada Reo,
Reo terdiam mendengar jawaban dari Rini,
" Baiklah Maaf kalau aku lancang seharusnya aku tidak ikut campur soal masalah mu " ucap reo meminta maaf kepada Rini,
" tidak apa-apa terimakasih karena telah khawatir, senang berbicara pada orang asing, ngomong-ngomong apa kau baru di kota ini aku belum pernah melihat mu sebelumnya " ucap Rini berterimakasih dan bertanya kepada Reo,
Reo kebingungan untuk menjawabnya dan Reo langsung berucap
" tidak juga, maksudku ya aku baru di kota ini, Di mana kau tinggal aku akan mengantarmu " ucap reo hampir keceplosan dan langsung mengalihkan pembicaraan,
" rumah ku berada di jalan permai no 15 " ucap Rini memberitahu alamat kepada Reo,
lalu Reo segera memanggil becak untuk mengantar Rini pulang tapi sayang Reo tidak ikut karena harus mencari Rafael
" kau tidak keberatan pulang sendirian kan aku ada urusan mendadak " ucap reo pada Rini,
" tidak sama sekali terimakasih atas bantuannya, aku berhutang padamu " ucap Rini berterimakasih kepada Reo,
" sama-sama, om ini uangnya antar sampai kerumahnya dengan selamat ok " ucap reo kepada tukang becak,
Becak yang di naiki oleh Rini telah berjalan dan meninggalkan Reo, Reo pun kembali ke tujuan utamanya yaitu mencari Rafael.
.
.
Lalu di sebuah rumah terdapat seorang anak perempuan yang sedang belajar bernama Herlina, ibu Herlina yang sedang berada di dapur mendengar bell berbunyi lalu membuka pintu,
" Lina Herlina temanmu datang " ucap mama kepada Herlina,
Herlina segera menuruni tangga dari kamarnya menuju ruang tamu sambil berkata
" itu Rini ya ma tumben datang malam-malam begini ada apa " ucap Herlina saat berjalan ke ruang tamu,
Dan alangkah terkejutnya Herlina melihat Diani duduk di kursi ruang tamunya sambil berkata,
" hari ini aku datang untuk belajar bareng seperti yang aku bilang di sekolah kamu ingat kan " ucap Diani sambil tersenyum jahat pada Herlina.
__ADS_1