
Mamanya Herlina mendengar bell berbunyi lalu membuka pintu dan didepannya ada Diani
" maaf cari siapa ya nak " ucap mama Herlina kepada Diani
" malam Tante saya Diani teman sekelasnya Herlina, hari ini saya ada janji sama Herlina untuk mengerjakan PR bersama apa Herlina gak ngasih tau ke Tante " ucap Diani sopan kepada mamanya Herlina,
" oh enggak sih Herlina tidak bilang apa-apa, kalo begitu masuklah Tante panggilkan Herlina " ucap mamanya Herlina ingin memanggil Herlina nya langsung,
" Lina, Herlina ada temanmu ini datang " ucap mama ke Herlina,
" iya ma sebentar " ucap Herlina kepada mama,
" nah Herlina akan segera turun silahkan duduk dulu nak " ucap mama secara sopan ke Diani,
" oh makasih banyak Tante " ucap Diani sopan kepada mama nya Herlina,
Saat duduk menunggu Diani sempat tersenyum jahat sedikit saat menunggu Herlina,
Herlina terkejut melihat Diani di rumah sambil berkata
" ngapain kamu disini " ucap Herlina bertanya kepada Diani,
" kamu lupa ya, kan udah janji mau ngajarin aku pr matematika di rumah kamu " ucap Diani secara halus ke Herlina,
" ok kalau begitu Tante akan siapin roti dan teh untuk kalian " ucap mamanya Herlina ke Diani,
" ok sip Tante, ayo Lina kita ke atas " ucap Diani secara halus ke Herlina,
Diani dan Herlina segera naik ke atas bersama, Herlina terlihat berwajah ketakutan ketika berjalan bersama Diani,
.
.
Ditempat lain Reo sedang mencari Rafael di sekitar kota tapi sayang Reo tidak bertemu dengan Rafael, hingga Reo memikirkan sesuatu
" Rafael kamu dimana kenapa begitu sulit untuk mencari mu " ucap reo dalam benaknya,
" kalau begitu aku akan mencarinya Besok pagi saja akan mudah mencari Rafael dalam kondisi terang " ucap reo dalam benaknya,
Reo menghentikan pencarian Rafael dan melanjutkannya di pagi hari, Reo pergi ke penginapan untuk bermalam hari ini
" permisi bang kamar untuk nginep ada gak ya " ucap reo kepada mas di kursi resepsionis
" untuk berapa orang " ucap resepsionis,
" untuk satu orang saja " ucap reo yang sedang kelelahan kepada resepsionis,
" untuk berapa hari " ucap resepsionis pada Reo,
" untuk 1 Minggu saja, apa bisa perpanjang masa menginap setelah 1 Minggu " ucap reo bertanya kepada resepsionis itu,
" bisa akan tetapi akan ada biaya tambahan " ucap resepsionis pada reo,
" berapa biaya tambahan " ucap reo pada resepsionis,
__ADS_1
" mari kita lihat, jika anda seminggu menginap disini sekitar 550 ribu berarti tambahan menginapnya katakanlah seminggu lagi jadi totalnya satu juta seratus ribu " ucap resepsionis pada Reo sambil berhitung,
Reo agak shock mendengar jawaban dari resepsionis itu hingga dia menjawab
" bisa saya ngambil kamar untuk 2 hari saja " ucap reo memohon pada resepsionis,
" tentu 275 ribu untuk 2 hari " ucap resepsionis pada Reo,
Reo membayar kamar dengan rasa lega, setelah menerima kunci kamarnya Reo segera naik ke kamarnya dan beristirahat, Reo melihat foto istrinya dengan wajah bersalah sambil berkata
" harusnya aku tidak berkata seperti itu maaf ya sayang aku kangen kamu goodnight " ucap reo memandang foto istrinya sampai tertidur,
.
.
Ditempat lain Herlina sedang membuat pr di kamarnya sedangkan Diani berbaring sambil main hp di kasur Herlina Diani berkata
" cepat selesaikan pr matematikaku aku gak mau lama-lama disini ngerti " ucap Diani mengancam pada Herlina,
Herlina hanya diam sambil menyelesaikan dengan cepat pr matematika itu agar Diani cepat pergi dari rumahnya, Herlina mengingat apa yang sudah dilakukan Diani pada dirinya
Saat Herlina sedang di kelas mencatat soal di papan tulis Diani datang kepadanya sambil berkata
" Herlina kerjain pr matematika ku dong " ucap Diani kepada Herlina,
" kenapa pr kamu aku yang harus ngerjain " ucap Herlina sambil kebingungan kepada Diani,
" karena kamu yang paling pintar di sekolah ini masa gak bisa dimanfaatin " ucap Diani agak seperti merendahkan Herlina,
Herlina yang mendengar itu langsung menjawab
Diani yang pada dasarnya tidak bisa menerima penolakan langsung segera menjambak rambut Herlina dari belakang sambil berkata
" dengar ya anak sok pintar aku akan datang ke rumah mu dan kau akan mengerjakan PR matematika ku suka gak suka ngerti " ucap Diani mengamcam Herlina,
Herlina hanya bisa mengikuti kemauan Diani dan mulai dari saat itu Herlina selalu ngerjain pr matematika Diani,
Pr matematika Diani telah selesai, Diani pun pamit pulang tapi sebelum dia pulang dia mengancam Herlina dengan berkata
" ingat ya kalo sampe kamu ngadu sama yang lain terutama Rini aku pastikan hidup kamu di sekolah ini tidak akan tenang ngerti " ucap Diani sambil mengancam Herlina,
Herlina hanya bisa mengikuti kemauan Diani, saat Diani keluar dari kamarnya Herlina baru bisa menangis dalam diam karena dia takut kedengaran sama orang tuanya,
.
.
ditempat lain Rini telah sampai di rumah dengan selamat dan saat didalam di melihat ayahnya tertidur di sofa ruang keluarga, Rini menyuruh ayahnya untuk tidur dia kamar saja
" ayah tidur di kamar aja disini banyak nyamuk " ucap Rini pada ayahnya,
" oh iya, Rini udah pulang kok larut banget pulangnya " ucap ayahnya yang khawatir karena pulang larut,
" kan saya ada ekskul tari masak ayah lupa " ucap Rini kepada ayahnya,
__ADS_1
" benar tapi buat apa ayah beliin kamu hp kalo gak ngabarin ayah " ucap ayah yang khawatir oleh anaknya,
" aku ngabarin ayah kok di SMS buka aja coba " ucap Rini menjelaskan pada ayahnya,
Ayah Rini membuka SMS dan benar Rini SMS ayahnya kalo hari ini pulangnya agak terlambat,
" oh, maaf ayah lupa baca agak sibuk dengan kerjaan " ucap ayah sambil minta maaf kepada Rini,
" yasudah kalau begitu aku pergi ke kamar ya aku butuh tidur " ucap Rini kepada ayahnya,
" oh ok selamat istirahat Rini " ucap ayahnya kepada Rini,
Rini segera berjalan ke kamarnya lalu istirahat di kasurnya saat baru selesai mandi dia mencoba SMS Herlina tapi Herlina tidak nge read Rini langsung berkata dalam hatinya
" mungkin udah tidur kali udah malam soalnya " ucap Rini dalam hatinya,
" yasudah kalo begitu besok aja aku temui Herlina " ucap Rini dalam hatinya,
.
.
matahari sudah terbit dan reo terbangun dari tidurnya, dia bergegas mandi dan langsung pergi mencari Rafael agar mereka bisa cepat pergi dari tahun 2013 dan kembali ke masa depan
" baiklah semangat hari ini harus ketemu Rafael " ucap reo saat sedang makan nasi gurih dekat tempat Reo menginap,
Di sekolah pr matematika pun di kumpulkan ke meja guru dan pak guru memberi tahu,
" apa ada disini yang gak buat pr ayo ngaku dan maju ke depan " ucap pak guru pada murid yang lain,
Murid disana terdiam dan tidak ada yang menjawab pertanyaan pak guru, pak guru langsung memeriksa absen murid hari ini setelah di lihat-lihat pr matematika Andrew dan kawan-kawannya tidak ada pak guru pun bertanya
" Andrew mana pr kamu kumpulkan " ucap pak guru tegas,
" ketinggalan pak " ucap Andrew cs dengan santai,
" kalo ketinggalan hukumannya kalian harus berdiri di luar kelas jelas " ucap pak guru memberi mereka hukuman,
" jelas pak, sangat jelas " ucap Andrew cs ke pak guru,
Andrew cs langsung keluar dari kelas dan pergi ke kantin sampai jam pelajaran matematika selesai, Rini yang melihat itu berbicara kecil
" dasar anak-anak yang gak menghormati orang tua iya kan Lina " ucap Rini yang mencoba mengajak Herlina berbincang,
Lina hanya mengangguk saat ditanya oleh Rini, Rini yang kebingungan segera bertanya
" kamu kenapa ko diem aja hari ini " ucap Rini bertanya kepada Herlina,
" enggak gak apa-apa " ucap Herlina kepada Rini,
Di sekolah kedatangan guru baru yang tampan dan muda berkata dalam hatinya
" mudah-mudahan aku keterima di sekolah ini agar bisa segera membayar uang rumah sakit ibuku " ucap guru baru itu dengan optimis akan keterima,
Saat masuk ke ruang guru dia akan diwawancarai oleh wakil kepala sekolah, wakil kepala sekolah menanyai namanya
__ADS_1
" boleh perkenalkan diri anda " ucap wakil kepala sekolah
" nama saya Agus Hendrawan saya ingin mengajar mata pelajaran bahasa Indonesia di sini " ucap Agus dengan PD ke wakil kepala sekolah.