
(dua hari yang lalu )
Setelah pemakaman selesai Reo mengajak Rafael makan di warung mie ayam sambil bercerita
" pasti sulit bagimu bertahan dalam cobaan yang datang padamu saat sampai di zaman ini " ucap reo sambil melihat Rafael makan,
" benar kupikir aku tidak akan bisa bertahan, ngomong-ngomong bagaimana kau tau aku berada disini ? " ucap Rafael kebingungan tentang bagaimana Reo bisa tau keberadaannya,
" oh jam tangan ini, ini pemberian istrimu bukan " ucap Reo sambil memberikan jam tangan itu ke Rafael,
" oh iya aku melepas jam tanganku saat memakai chrono brace prototype ini " ucap Rafael kepada Reo,
" oh begitu, eh tunggu dulu, berarti dengan Chrono brace ini kita bisa pulang dong ke zaman kita " ucap Reo senang karena solusi mereka terpecahkan,
" ah iya harusnya, tapi sayangnya benda ini rusak saat aku dipukuli oleh preman itu jadinya sparepart kecilnya hilang karena itu aku menjadi tunawisma untuk mencarinya siapa tahu ketemu " ucap Rafael yang membuat Reo down,
" sekarang bagaimana caranya agar kita bisa pulang istriku pasti khawatir jika aku tidak kembali selama dua hari " ucap Reo panik karena chrono brace nya rusak,
" kau pikir cuma kau saja yang punya istri, pokoknya tenang saja aku akan mencari sparepart yang rusak di jalanan atau membelinya atau membuatnya sendiri dengan teknologi di zaman ini lalu memperbaikinya dan kita bisa pulang selow " ucap Rafael selow akan memperbaiki chrono bracenya,
" Oh, mohon maaf, ini 2013 Bro, bukan 2023, teknologi yang ada di zaman ini, itu adalah paling populer, tidak sama dengan zaman kita, bahkan HP saja, di sini itu adalah Touchscreen, Touchscreen saja, sedangkan di zaman kita, HP touchscreen saja sudah bisa dilipat samping, dan dilipat ke atas, bagaimana kau bisa samakan zaman ini dengan zaman kita? " ucap Reo ngomel ke Rafael,
" pasti ada Reo Tenang saja kau ini terlalu meremehkan masa lalu aku yakin sparepart yang kita cari pasti ada di zaman ini juga " ucap Rafael menenangkan temannya,
" hah, mudah-mudahan yang kau katakan itu benar " ucap Reo sambil menghela nafas lalu melanjutkan makannya,
Saat reo dan rafael berjalan ke penginapan mereka ditunggu oleh resepsionis memberitahukan bahwa akan ada orang yang menginap di kamar mereka
" apa ada orang yang ingin menyewa kamar ku " ucap reo terkejut,
" iya mereka mau membayar dua kali lipat dari mu agar bisa masuk malam ini " ucap resepsionis membuat reo tak berkutik,
" kalau begitu pindahkan saja mereka ke kamar lain " ucap reo mencari solusi,
" tidak bisa semua kamar sudah penuh malam ini diisi oleh turis dan remaja yang menyewa selama satu malam hanya kamar anda yang kosong dan juga masa menginap anda juga telah habis jadi serahkan kunci anda " ucap resepsionis kepada reo,
" sudah reo tidak apa-apa kita cari penginapan yang lain saja " ucap rafael kepada reo,
Reo memberikan kunci kamarnya secara tidak ikhlas dan mereka meninggalkan penginapan itu,
Reo dan rafael duduk di taman kota memikirkan cara mencari tempat tinggal malam ini
__ADS_1
" hah sudah uang mulai menipis, masa menginap telah habis bahkan tiket kita untuk pulang pun telah sirna kenapa begitu miris sekali hidup kita apakah ini karma karena bertengkar dengan istriku " ucap reo sambil mengeluh,
" sudahlah tadinya aku mau menawarkan mu untuk datang ke rumahku tapi aku baru ingat rumahku di waktu ini masih tanah lapang saja" ucap rafael ingin mencairkan suasana,
" maaf aku tidak berencana untuk camping, tunggu dulu aku tau kita harus kemana mudah-mudahan tempat itu masih ada " ucap reo terpikirkan sebuah ide,
mereka segera menuju rumah tua di persimpangan kota lalu saat mereka hampir sampai tiba-tiba mereka bersembunyi karena ada seorang anak kecil berdiri sambil menatap rumah tersebut,
" itu kan, rafael ayo sembunyi " ucap reo meminta rafael untuk sembunyi,
Mereka bersembunyi di area garasi agar tak terlihat oleh anak itu rafael bertanya
" apa-apaan ini reo kenapa kita sembunyi ? " ucap rafael kebingungan,
" anak itu adalah diriku, kenapa dia disini " ucap reo terkejut melihat dirinya di sini,
" oh iya benar, sudah lama aku tak melihat dirimu dalam umur 13 tahun " ucap rafael nostalgia melihat reo smp,
Saat reo dan rafael melihat reo 13 menatap rumah itu dia berlinang air mata, reo pun terkejut melihatnya rafael pun bertanya
" tunggu dulu kenapa dia menangis melihat rumah itu maksudku kenapa kau menangis melihat rumah itu " ucap rafael kepada reo sambil kebingungan,
" karena kita sekarang berada di rumah lamaku, rumah dengan banyak kenangan antara aku dan ayahku " ucap reo kepada rafael,
" saat kecil aku di besarkan oleh ayahku seorang diri karena ibuku sudah tiada saat melahirkan ku, banyak waktu dan kenangan yang kami habiskan bersama di tempat ini hingga suatu hari ayahku ditangkap polisi dan di penjara atas tuduhan penggelapan dana aku tidak pernah percaya kalo ayahku melakukan hal sekeji itu karena itu aku tetap mengunjungi ayahku di penjara " ucap reo bercerita tentang masa kecilnya,
" tapi bukankah sekarang ayahmu sudah bebas " ucap rafael kepada reo,
" benar akan tetapi saat bebas dia memutuskan untuk pensiun dari dunia politik dan mengasingkan diri ke pedesaan menanam buah-buahan, ayahku sering mengirim buah apel dan jeruk saat kebunnya panen dan dia sekarang hidup menjadi petani buah-buahan'' ucap reo kepada rafael,
setelah itu datang paman Reo yang khawatir terhadap keponakannya,
'' Reo kau dari mana saja paman khawatir mencari mu '' ucap pamannya khawatir,
'' maaf paman tiba-tiba aku teringat dengan ayahku '' ucap reo kepada pamannya,
" ya sudah ayo kita pulang besok kita akan menemui ayahmu di penjara " ucap pamannya,
Reo 13 dan pamannya meninggalkan rumah tersebut, dan pada saat itu Reo dan Rafael memasuki rumah tersebut Rafael bertanya kepada Reo
" jadi ini rumah masa kecilmu, tapi kenapa kita kemari ? " ucap Rafael kebingungan,
__ADS_1
" karena hanya tempat ini yang kupikirkan di situasi seperti ini uangku sudah agak menipis karena membelikan pakaian untukmu untungnya kartu kredit ku masih bisa di baca di zaman ini " ucap Reo kepada Rafael,
" sekarang bagaimana caranya bertahan hidup di zaman ini " ucap Rafael panik karena takut tak bisa bertahan hidup di zaman ini,
" tenang saja aku berencana untuk bekerja menjadi guru di zaman ini " ucap Reo memberitahukan rencananya kepada Rafael,
" apa kau mau bekerja jadi guru di zaman ini padahal kau adalah guru di masa depan kenapa kau ingin jadi guru di sini ? " ucap Rafael kebingungan dengan jawaban Reo,
" karena untuk bisa bertahan hidup di zaman ini aku rasa aku harus bekerja kita kan butuh uang untuk membeli makanan pakaian dan membayar listrik di rumah ini " ucap Reo menjelaskan kepada Rafael,
" kita bayar listrik di rumah ini bukankah yang bayar listrik di rumah ini adalah pamanmu " ucap Rafael kepada Reo,
" tentu tidak, di zaman ini pamanku sedang krisis ekonomi karena di PHK dan juga aku tidak mau merepotkan pamanku di sini " ucap Reo kepada Rafael,
" baiklah sudah tau mau mengajar di mana " ucap Rafael bertanya kepada Reo,
" sudah aku akan mengajar di SMP permai sebagai guru bahasa Indonesia " ucap Reo kepada Rafael,
" apa kalo ngajar di SMP permai aku tidak setuju " ucap Rafael menolak ide Reo,
" kenapa, bukankah tadi kau sudah setuju aku jadi guru kenapa sekarang tiba-tiba kau jadi tidak setuju ? " ucap Reo kebingungan dengan Rafael,
" Aku bukan tidak setuju kamu jadi guru silakan saja, akan tetapi aku tidak setuju Kalau kamu mengajar di SMP Permai kalo ketahuan oleh dirimu di zaman ini gimana, ditambah sekolah itu adalah masa tersuram kita apa kau sanggup melihatnya " ucap Rafael menasehati Reo,
" tenang saja aku yang sekarang sudah dewasa aku tidak akan melewati koridor ku sebagai guru selain itu aku kesana juga untuk menyelidiki siapa orang yang telah memanfaatkan almarhum Agus untuk mencelakai kita " ucap Reo menenangkan Rafael dan menambahkan,
" lagian kalo menggunakan nama samaran apa mereka akan tahu " ucap Reo menambahkan kepada Rafael,
Rafael akhirnya berfikir sejenak tentang keputusan Reo,
" ya udah ok dengan syarat aku ikut jadi guru disana juga " ucap Rafael menyarankan dia juga menjadi guru kepada Reo,
" tugasmu mencari sparepart yang hilang itu dan perbaiki Chrono brace agar kita bisa pulang ke zaman kita " ucap Reo kepada Rafael,
" ya udah tapi hati-hatilah ok jangan sampai identitas mu ketahuan " ucap Rafael mengkhawatirkan Reo,
" iya kau juga berhati-hati, hubungi aku jika kau dalam bahaya " ucap Reo kepada Rafael,
Tiba-tiba listrik di rumah itu padam Reo berkata kepada Rafael,
" heh maaf, sebelum memperbaiki chrono brace bisa perbaiki listrik di rumah ini " ucap Reo meminta tolong kepada Rafael,
__ADS_1
" iya boleh, ambilkan kotak perkakas kita dan tangga jika ada " ucap Rafael menyuruh Reo mengambilkan perlengkapan untuk memperbaiki listrik
Keesokan harinya Reo melakukan wawancara kerja di SMP permai.