Hafiz Cinta

Hafiz Cinta
kehamilan dea


__ADS_3

devan ngerasa aneh dengan badan nya sering mual dan inget dea. devan ingin menemui dea tapi deaa selalu menolak devan. maksa pun percuma paling makin di benci oleh dea.


di tempat berbeda dea sedang mengerjakan pekerjaan nya yang numpuk gara gara beberapa hari kemarin engak masuk kerja. seharus nya sekarang dea mengecek pembangunan udah beres berapa persen tapi dia engak mungkin bisa ke lapangan bila meja kerja ajah udah segunung dokumen dokumen penting.


dari pagi sampai makan siang dea tidak beranjak dari kursi kerja nya


tok


tok


tok


" buk pa brian ingin bertemu dengan anda. " kata sekertaris yola


" iya suruh masuk ajah" jawab dea mata dan tangan masih pokus ke komputer


" kerja itu harus inget kamu . waktu istirahat ya istirahat jgn kerja terus" jelas brian


" iya iya" kata dea yang masih kerja


" kenapa sih kamu ini keras kepala sekali ayo makan aku udah bawa makanan" kata brian


" aku kan kemarin libur jadi pekerjaan aku banyak" dea menghembuskan napas nya karena dia harus menuruti ke inginan sahabat nya dari pada ngomel terus

__ADS_1


dea duduk di deket brian. brian pun menyiapkan makanan untuk mereka. mereka menikmaati makanan nya


di tempat berbeda devan binggung banget dengan kondisi badan nya. akhir akhir ini sering mual dan badan nya gampang sakit. pada biasa nya badan tidak seperti itu.


devan seharian di kamar zayn dan zeni masuk ke kamar ayah nya tapi ayah nya tidak bangun bangun akhir nya mereka pun ke luar lagi


" nenek kenapa papah sering berada di kamar? " tanya zeni ke devi


" mungkin ppah lagi cape karena pekerjaan nya banyak. jadi kalian jangan gangu papah yah" kata devi. sebenarnya dia pun merasa heran dengan anak nya...


kembali ke kantor deavany


" dea sebenar nya aku suka kepada dari sejak lama. aku ingin kamu jadi istri aku" kata brian


dea shock mendengarnya dea diam mencerna baik baik apa yang di dengar nya.


" aku engak becanda aku serius. aku udah lama memendam rasa ini. karena aku tau dulu kamu pacaran sama devan" kata brian serius


" brian gimana aku bisa jadi istri kamu sedangkan aku ini sedang hamil anak lelaki lain" jelas dea


" aku tidak akan mempermasalahan kehamilan kamu. bila kamu mau aku bisa jadi ayah anak kamu. aku akan menyayangi nya seperti anak aku sendiri. " jelas brian. dea diam saja dia harus memikir kan ke putusan apa yang harus dia ambil


jujur saja setelah dea putus sama devan. dea cukup nyaman dengan brian. dia merasa ada perasaan untuk sahabat nyah. tapi gimana dengan sekeluarga brian bila tau anak yang dia kandung bukan anak brian tapi anak lelaki lain. pasti mereka akan kecewa.

__ADS_1


tapi kehamilan engak mungkin bisa dia sembunyikan terus dari orang tua nyaaa.


" aku akan pikirkan baik baik perkataan mu ya brian. " kata dea


" iya silakan semoga ajah kamu bisa bijak mengambil keputusan. jangan perna mempermasalah kan kehamilan kamu. dari pada nikah ama ayah dari calon anak kamu tapi kamu tidak bahagia. " kata brian. dea diam ajah


brian pun keluar dari kantor dea. untuk kembali ke kantor nya.


di rumah devan


devi sudah berada di kamar anak nya heran melihat kelakukan anak nya


" devan bangun kamu ini kenapa? " tanya devi


" ayo lah mam jangan gangu aku. badan aku ini lagi engak sehat . setiap aku bangun pasti aku mulai. jadi mendingan tidur. " kata devan


devi menjadi lebih heran lagi


" aapa kamu punya kekasih yang sedang hamil? tanya devi


" ya allah mam pacar ajah engak punya apa lagi hamil. udah mah keluar dari kamar aku" gerutu devan


" devan kamu ini seperti calon ayah. ada wanita yang hamil tapi cowok yang merasakan tanda tanda kehamilan" jelas devi

__ADS_1


devan shock apa dea hamil nya.


karena se inget devan wanita terakhir yang bercinta dengan nya hanya dea


__ADS_2