
ken masih belum pulang juga dari rumah sakit karena luka di kepala nya masih belum kering. devan menanyakan kabar anak dea. setelah mendengar masih di rumah sakit devan menjenguk ken di rumah sakit tapi dia tidak sendri membawa dua anak nya.
dia juga bawa buah.
saat di depan pintu ruangan ken devan mengetuk. dibuka kan pintunya oleh david keluarga dea semua ada di kamar inap ken .
devan bermaksud untuk memberikan buah ke anak nya saat devan melihat ken. devan sungguh terkejut dengan wajah anak dea.buah yang tadi akan di berikan ke ken pun terjatuh. dan semua orang yang ada di sana diam dengan pikiran nya masing masing .
orang tua dea baru engeh bahwa ken wajah nya mirip devan.
david hanya tersenyum saja
dea sanget sanget panik devan melihat wajah ken tapi brian mencoba menenangkan nya
" dea apa anak mu itu anak aku juga. dulu saat kita melakukan nya kamu hamil anak aku? " pertanyaan bodoh devan
dea masih diam
" iya ken anak kalian. " jawab brian
__ADS_1
" kenapa kamu merahasiakan hal sebesar ini pada ku. harus nya kamu bilang sama aku. aku akan tanggung jawab.. jadi engak perlu menikah dengan brian. kamu menikah dengan aku saja" kata kata egois devan
dea tertawa terbahak bahak.
semua orang di sana diam
" sungguh lucu sekali ya loe itu devan. gue benci dengan sikap loe yang seperti ini yang selalu memikirkan diri sendiri. loe itu engak ada beda nya sama orang tua gue dan sodara gue. buat apa nikah sama orang yang egois. gue udah muak hidup dengan orang orang egois. terus bila gue punya pasangan egois juga pasti gue udah gila. gue mau menikah dengan brian karena aku sayang sama dia. dia bisa buat gue nyaman di selalu ada buat gue yang terpenting dia tidak egois dan dia bisa menerima ken dengan baik. loe paham? " jawab dea dengan marah.
orang tua dea dan sodara dea sanget terpukul dengan ucapan dea.
ken terbangun mendengar suara ibu nyah
setelah dea menangis ken pun memeluk dea
" mmah kenapa? jangan menangis" mereka semua melihat kearah ken
" nak aku ini papah biologis kamu sayang" kata devan ke ken
ken diam. sambil menatap ke arah devan
__ADS_1
" papah aku hanya papah brian. karena dia tidak perna buat mamah nangis. engak seperti kalian semua. kalian jahat. kalian tidak saja mamah selalu menangis setiap malam. dia merasakan cape menjadi ibu tunggal tanpa ada dukungan dari keluarga. hanya papah brian saja yang selalu ada buat kami. aku selalu di bully oleh tetangga mau pun teman ku mereka mengatakan aku anak haram kemana kalian selama ini. aku hanya di bela oleh mmah papah ku" kata ken sambil menangis
mereka semua shock mendengar perkataan ken.
dea merasa bersalah dengan ucapan ken dia merasa tidak bisa mendidik anak. kentumbuh dewasa sebelum waktu nya.
orang tua david dan dea. pulang david dan devan masih di rumah sakit. mereka minum di kantin agar suasana tidak terlalu panas
zayn dan zeni di jemput oleh nenek kakek nya setelah mendengar kejadian seperti ini.
kembali ke ruangan
" sayang kenapa kamu bisa bicara seperti itu? " tanya brian
" maafiin aku pah. aku sedih melihat mamah sedih. setiap mamah sedih mamah selalu nangis dan kerja terus tidak ada waktu untuk aku " kata ken
" maafin mamah sayang. mamah terlalu egois. mamah belul bisa mengontol emosi mamah" kata dea
ken tersenyum dea dan brian memeluk ken.
__ADS_1