Hangatnya Cinta Abang Sekuteng

Hangatnya Cinta Abang Sekuteng
Tiba di Paris


__ADS_3

"Ini si dea kok belum kesini juga sih?, katanya mau berangkat jam 4 sore, tapi kok belum kesini juga?" (tanya Vika pada dirinya sendiri)


Tiba-tiba mang Ujang datang dan langsung masuk ke dalam butik Vika.


"Permisi nyonya" (ucap mang Ujang)


"Dea nya mana mang Ujang?, katanya mau berangkat jam 4 sore?, mang Ujang kesini sendiri?, Dea nya mana?" (rentetan pertanyaan Vika)


"Maaf nyonya, tadi non Dea udah saya antar ke bandara, tadi nona Dea meminta saya untuk menyampaikan ke nyonya, katanya: maaf gak bisa mampir ke butik nyonya soalnya non Dea buru-buru, karena tadi non Dea ketiduran, makanya non Dea tidak sempat untuk ke butik nyonya dulu." (ucap mang Ujang)


"Oh gitu.. yaudah gak papa. saya cuma hawatir saja tadi" (ucap Vika)


"Kalo gitu saya permisi dulu nyonya" (pamit mang Ujang)


"Iya, tolong langsung jemput Dira di tempat Les nya ya mang" (ucap Vika)


"Baik nyonya, saya permisi dulu" (pamit mang Ujang lagi)


"Iya" (jawab Vika)


Mang Ujang pun langsung meluncur menuju tempat Les Dira.


***************************


Dea dan Reni yang masih geleng-geleng menikmati alunan musik DJ yang di putar oleh ponselnya dengan mata terpejam sambil menikmati camilan yang mereka bawa pun sampai lupa waktu, bahkan beberapa camilan yang mereka bawa dan mereka makan pun sudah hampir habis, mereka tidak sadar kalau pesawat yang mereka tumpangi sudah terbang selama 8 jam, dan beberapa jam lagi mereka akan sampai.


Dea membuka matanya, kemudian menoleh ke bangku sebelah nya, ternyata dua temannya sedang tidur. kemudian Dea membuka paper bag yang lainnya, lalu Dea mengambil cake kesukaannya.


Reni yang ikut membuka matanya, menatap Dea heran.


"Ngapain loe de?" (tanya reni dengan kening mengkerut)


"Ngambil cake, loe mau gak?" (ucap Dea)


"Boleh-boleh" (jawab Reni mengembangkan senyumnya)


"Nih cake nya" (ucap Dea memberikan cake kepada Reni)


"Waah enak nih" (ucap Reni sumringah)


Dea hanya tersenyum mendengarnya. Kemudian Dea dan Reni pun memakan cake itu.


"Hmmmm enak banget de" (ucap Reni)


"Iya dong, ini kan cake kesukaan gue" (ujar Dea)


"Iya gue tau" (ucap Reni)


Kemudian mereka pun makan dengan hening menikmati cake yang di bawa Dea.


5 menit kemudian Reni bertanya.


"Eh de, gue masih penasaran tau.." (ucap Reni)

__ADS_1


"Penasaran apaan?" (ucap Dea)


"Kenapa loe tadi bisa telat?, emang gak bisa apa di ceritain sekarang aja??, kalo nunggu nyampe kan masih lama, tuuuh liat ini baru jam berapa?, masih beberapa jam lagi kan kita sampe nya??, ayo lah de, gue penasaran banget nih.." (ucap Reni)


"Iiikh apaan sih loe ren, lebay banget. segitunya loe yang penasaran" (jawab Dea ketus)


"Tinggal ceritain aja apa susahnya sih de??" (ucap Reni cemberut)


"Ya susah dong" (ucap Dea melihat sekeliling)


"Emang kenapa sih, apa yang bikin loe susah buat cerita??" (tanya Reni penasaran)


Kemudian Reni mendekatkan bibirnya ke telinga Reni dan berbisik


"Karena gue sempet nabrak orang" (ucap Dea)


"What..!!??" (ucap Reni terkejut dengan mata melotot, Dea langsung menutup mulut Reni dengan tangan kanannya)


"Jangan berisik" (ucap Dea)


"Ya sorry, gue kan kaget ✌️" (ucap Reni memperlihatkan deretan giginya)


"Kok bisa sih de?, gimana ceritanya?, gue jadi tambah penasaran nih" (ucap Reni yang semakin memuncak rasa penasarannya)


"Iiiish entar aja lah kalo udah sampe" (ucap Dea)


"Huuuuuft gue penasaran de" (ucap Reni cemberut)


"Alah tinggal berapa jam lagi aja loh, nanti ajah. nanti gue ceritain se detail-detailnya deh" (jawab Dea)


"Iya iya" (jawab Dea)


Mereka pun kembali memakan cake yang di bawa Dea.


10 menit kemudian teman-teman Dea yang duduk di deretan sebelah kursi Dea terbangun.


"Jm berapa sis?" (tanya tiara)


"Jam 12 malem" (jawab Siska yang melihat jam di pergelangan tangannya)


"Udah malem banget ternyata. berarti kita tidur udah 3jam lebih"


"Iya". (jawab Siska)


"Reni sama Dea tidur gak?" (tanya tiara sambil menoleh ke bangku Reni dan Dea)


"Gak tau, gue kan juga baru bangun karena perut gue laper" (jawab Siska cengengesan)


Tiba-tiba tiara meninggikan suaranya.


"Hey, kalian makan enak gak bagi-bagi ya?" (ucap Tiara meninggikan suaranya)


"😁😁😁 Lah kalian aja tadi tidur" (jawab Dea menampakkan deretan giginya)

__ADS_1


"Mau donk.." (ucap Siska cemberut ketika melihat Dea dan Reni makan cake yang terlihat menggiurkan)


"iiiikh mau.." (ucap tiara dengan bibir mengerucut)


"Niiih punya gue ajah" (ucap Reni sambil menahan tawa)


"iiiikh tinggal dikit" (ucap tiara memanyunkan bibirnya membuat Reni terkekeh)


"Masih mending gue kasih" (ucap Reni terkekeh membuat dea yang melihat kelakuan teman-temannya pun jadi ikut terkekeh)


"Nih punya gue" (ucap Dea memberikan cake yang dia pegang kepada tiara dan siska)


"Yeeeey asiiiik" (ucap Tiara)


"Waaah enak nih" (timpal Siska)


Dea dan Reni hanya tersenyum melihatnya.


Beberapa jam berlalu, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi sampai juga di tempat yang mereka tuju, paris.


Pesawat mendarat dengan sempurna, Dea akhirnya bisa bernafas lega. Satu hal yang membuat Dea jika di perjalanan tak pernah tidur, karena dia takut jika sesuatu terjadi padanya, dan dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.


Mereka ber empat pun turun dari dalam pesawat.


"Yeeeey akhirnya sampe juga" (ucap tiara)


"Iya" (jawab Siska)


"Jadi gak sabar pengen jalan-jalan besok" (ujar Reni tersenyum)


"Iya sama" (jawab Siska dan Reni)


"Yuk jalan, cari taxi menuju hotel, gue udah ngantuk banget nih, capek juga badan gue" (ucap Dea).


"Yuk" (jawab mereka bertiga serempak)


"Loe koq kalo di perjalanan gak pernah tidur sih de?" (ucap Tiara sambil berjalan)


"Iya, waktu kita ke Bandung dan ke Jogja juga loe gak tidur, kenapa sih?" (timpal Siska)


"Gue takut" (jawab Dea tersenyum kecil)


"Takut kenapa?" (ucap Tiara dan Siska)


"Ya gue takut aja.., pas gue tidur, tiba-tiba kendaraan yang gue naikin kecelakaan, trus karena gue tidur jadi gue gak bisa menyelamatkan diri gue sendiri. kalo gue melek kan gue bisa tau kalau sekiranya ada yang gak beres, dan gue langsung bisa cepet-cepet cari akal biar bisa selamat" (ucap Dea)


"Ya kan kalo kendaraan kita mau kecelakaan, biasanya pasti ada himbauan nya de?, pasti kita bakal di bangunin kok.." (ucap Tiara)


"Ya tapi kan namanya kita baru bangun kan otomatis belum sepenuhnya sadar, di tambah lagi namanya baru bangun dapet kabar mau kecelakaan kan pasti langsung panik, bingung, mau cari akal buat nyelamatin diri sendiri juga gak bisa karena kitanya panik. kalo kitanya melek kan otomatis bisa langsung tenangin diri kita sendiri, trus cari akal deh biar bisa nyelamatin diri kita"


"Oh iya ya.." (jawab Siska)


"Iya juga sih.." (ucap Tiara)

__ADS_1


Reni hanya mendengarkan, karena Reni udah tau alasan Dea yang tidak pernah tidur disaat perjalanan itu.


Setelah mereka sampai di luar ruangan dan mendapatkan taxi, mereka pun langsung menuju hotel yang sudah mereka pesan.


__ADS_2