
"Sayang, aku sudah di depan rumah ya.." (ucap Roy)
"Oh, iya sayang.. aku ke depan sekarang" (jawab Dea)
Dea berjalan melewati ruang makan yang ternyata keluarga nya pun sedang makan malam.
"Mau kemana sayang?" (tanya vika ibu Dea)
"Mau ke depan bentar mah, ada Roy" (jawab Dea sambil melangkah ke depan rumah)
Sesampainya di depan rumah, Dea melihat kekasihnya yang sudah sangat rapi dan terlihat sangat tampan.
"Hy sayang.. Ayuk masuk dulu, pamit ke mamah papah" (ucap Dea)
Roy hanya tersenyum dan mengangguk.
kemudian mereka melangkah ke ruang makan, dan pamit kepada kedua orang tua Dea.
"Mah, pah, Dea mau dinner sama Roy dulu ya?" (izin Dea)
"Iya sayang,, hati-hati ya" (jawab ibu dea)
"Pulang nya jangan terlalu malam loh ya" (ucap papa mengingatkan)
"Iya pa" (jawab Dea)
"Yaudah Tante, om, kami berangkat dulu.. " (ucap Roy)
"Iya, pelan-pelan aja ya naik mobilnya nak Roy, jangan ngebut" (ucap ibu Dea)
"Iya Tante, pasti" (jawab Roy).
Merekapun berangkat, setelah menempuh 15 menit akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju, tempat yang mewah dan romantis
Saat kami datang, semua sudah tersaji di meja, dan tentu saja Roy yang memerintah kan asistennya untuk mengatur semuanya.
Semuanya terlihat begitu menggiurkan, membuat perutku terasa menjadi sangat lapar.
Karena ada beberapa pilihan yang Roy siapkan, dan perutku pun terasa lapar, aku pun memilih makanan sekaligus minumnya, dan ini lah yang aku pilih:
Dan ini pilihan Roy :
Ada juga menu yang ini, karena belum tersentuh dan terlihat menggoda, jadi aku fikir untuk di makan berdua bersama Roy, karena kalau hanya untukku sepertinya perutku tidak akan cukup.
"Roy, sepertinya ini terlihat lezat bukan??, sayang kan kalau tidak di makan?, tapi kalau aku memakannya sendiri perutku tidak akan muat, bagaimana jika kita makan berdua?" (ujar Dea)
"Tapi aku barusan sudah makan sayang??" (ucap Roy)
"Ini kan hanya sedikit, satu-satu ya?, aku suapin deh.." (bujuk Dea)
"Baiklah" (ucap roy)
__ADS_1
Dea pun langsung mengiris menu terakhir tersebut, dan menyuapkannya ke mulut kekasihnya, setelah itu baru Dea menyuapkan ke dalam mulutnya, dan begitu seterusnya sampai makanan terakhir mereka habis, dan Dea merasa sangat-sangat kenyang.
"Duuh perutku sangat kenyang Roy.." (ucap Dea membuat Roy terkekeh)
"Aku pun juga jadi kekenyangan gara-gara kamu sayang" (ucap Roy)
"Hehehehe" (Dea malah cengengesan)
"Besok jadi?" (tanya Roy)
"Jadi donk sayang" (jawab Dea)
"Udah beli tiket nya belum?" (tanya Roy)
"Udah koq, tinggal berangkat doang besok" (jawab Dea)
"Udah packing?" (tanya Roy lagi)
"Udah tadi siang pulang dari mall" (jawab dea)
"Ada yang masih mau di beli gk?, biar aku beliin" (tanya Roy)
"Enggak kok, udah semua kok, kan tadi aku udah ke mall, jadi ya udah aku beli apa yang aku butuhkan buat besok" (jawab Dea)
"Oh yaudah, nanti kalo perlu apa-apa kabarin aku ya.." (ucap Roy)
"Iya" (jawab Dea)
Kemudian Roy melihat jam di tangannya, waktu menunjukkan pukul 21:10 malam.
"Dansa yuk?" (tanya Roy)
"Yuk" (jawabku tersenyum manis dan mengangguk).
Kemudian kami pun berdansa mengikuti alunan musik.
Tak terasa hari semakin malam, waktu menunjukkan pukul 21.30 malam, kami pun menyudahi dansa nya, kemudian Roy mengajakku untuk mengelilingi gedung ini sebentar sebelum kami pulang, karena Roy ingin menghabiskan waktu bersama kekasihnya sebelum kekasihnya pergi liburan ke Paris, akhirnya kami pun berjalan mengelilingi gedung mewah ini berdua, dengan tangan kananku yang merangkul pinggang Roy, dan Roy merangkul pundak ku.
Setelah kami puas mengelilingi gedung mewah ini, kami pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin malam.
"Gimana malam ini?, apakah kamu bahagia?" (tanya Roy ketika kami dalam perjalanan pulang)
"Sangat" (jawabku penuh semangat dan tersenyum semanis mungkin)
"Syukur lah,, kalau kamu bahagia aku pun juga pasti bahagia" (ucap Roy)
"Terima kasih ya sayang, kamu selama ini selalu membuat ku bahagia" (ucap Dea)
"Iya sayang..,, aku ingin kita bahagia terus sampai kita menikah nanti, bahkan sampai nenek kakek, dan sampai maut memisahkan" (ucap Roy)
Dea hanya tersenyum manis menatap kekasihnya, Dea sangat bahagia memiliki kekasih seperti Roy.
15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai juga di kediaman rumah orang tua Dea. Roy pun turun dari mobil, lalu membukakan pintu Dea.
"Makasih sayang" (ucap Dea turun dari mobil)
"Sama-sama sayang" (jawab Roy sambil menutup pintu mobil)
"Yaudah masuk gih" (ucap Roy)
"Iya" (jawab Dea menatap wajah Roy)
__ADS_1
Kemudian Roy mengecup kening Dea membuat Dea tersenyum manis.
"Tidurnya jangan malem-malem ya??" (ucap Roy lembut sambil membelai wajah mulus dea)
"Iya" (jawab Dea)
"Yaudah sana gih istirahat" (titah Roy)
"Iya" (jawab Dea tersenyum dan mengangguk)
Dea pun masuk ke dalam rumah nya, dan roy masuk kedalam mobil nya, lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah Dea.
Saat dea ingin segera masuk ke dalam kamarnya, Dea melihat kak Dio sedang berada di ruang tamu lagi mengerjakan tugas kantornya.
"Kakak belum tidur?" (tanya dea)
"Belum, ini masih ada kerjaan kantor yang harus kakak selesaikan" (jawab kak Dio)
"Emang masih banyak kak?, ini udah malem loh" (ucap Dea)
"Enggak, dikit lagi koq, nanggung" (jawab kak Dio)
"Oh yaudah kalo gitu, Dea ke kamar ya mau istirahat" (ucap Dea)
"Iya, sana gih istirahat. perempuan tuh jangan tidur malem-malem" (ucap kak Dio)
"Iya, bye kak Dio.." (ucap Dea meninggalkan Dio)
Dio hanya mengangguk dengan mata yang masih fokus kepada laptop nya.
tak lama pelayan datang menghampiri Dio.
"Tuan muda belum tidur?, apa ingin saya buatkan minuman tuan?" (tanya mbok jiyem)
"Belum bi, tolong bikinin saya kopi ya bi"(ucap Dio)
"Baik tuan, saya segera bikinkan kopinya. apa ada lagi yang mau di bawakan tuan?" (tanya mbok jiyem)
"Sekalian camilannya ya bi" (pinta Dio)
"Baik tuan muda, tunggu sebentar ya tuan, saya bikinkan kopinya dulu" (ucap mbok jiyem)
Mbok jiyem pun segera ke dapur untuk membuatkan kopi pesanan Dio, dan menyiapkan berbagai camilan untuk dio.
beberapa menit kemudian mbok jiyem pun datang membawakan kopi dan beberapa camilannya.
"Ini tuan muda camilan dan kopi capuccino nya, silahkan mumpung masih hangat" (ucap mbok jiyem)
"Iya bik, makasih ya bik.." (ucap Dio)
"Apa ada lagi tuan?" (ucap mbok jiyem)
"Tidak bik, bibi tidur saja. ini kan juga sudah malam, nanti biar saya beresin sendiri sisa camilannya" (ucap Dio)
"Baik tuan muda, kalo gitu saya permisi dulu" (pamit mbok jiyem)
Dio hanya mengangguk sambil menatap laptop nya.
__ADS_1