Hangatnya Cinta Abang Sekuteng

Hangatnya Cinta Abang Sekuteng
Dunia ini Sempit


__ADS_3

"iikh nyebelin banget sih itu orang, sumpah baru kali ini gue di marahin laki-laki dan baru kali ini juga gue ketemu sama orang yang songong kayak gitu. liat aja ya loe, kalo ketemu lagi abis loe sama gue" (gerutu Dea di dalam mobil)


Tidak lama kemudian kendaraan-kendaraan di jalan sudah mulai melaju dan Dea pun juga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju butik sang ibu.


10 menit kemudian Dea pun sampai di butik sang ibu.


Setelah Dea memarkirkan mobilnya, Dea segera keluar dari dalam mobil nya sambil membawa salad yang di buatkan mbok jiyem tadi.


Dea berjalan masuk ke butik ibu tercintanya dengan suasana hati yang masih bad mood.


"Hy sayang.. baru sampe?" (ucap Vika ibu Dea)


"Hmmmm" (Dea hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan dari ibunya)


"Kenapa wajahmu kok di tekuk gitu?, ada masalah?" (tanya ibu Dea penasaran)


"Gak papa mah.." (jawab Dea)


"Kamu berantem sama Roy?" (tebak ibu Dea)


"Enggak mah.., aku sama Roy baik-baik aja kok" (ucap Dea)


"Lah trus kalo bukan karena Roy, trus kamu marah sama siapa?" (tanya ibu Dea yang semakin penasaran)


"Sama cowok yang kelakuan nya kaya orang gila" (jawab Dea membuat ibunya tertawa)


"Cowok? cowok mana? emangnya kamu punya cowok berapa sih Dea??" (tanya ibunya sambil terkekeh)


"iiiikh mamah apaan sih, emang Dea cewek apaan punya cowok banyak" (jawab Dea sambil mengerucutkan bibirnya)


"Ya siapa tau aja kan sayang.. karena kamu cantik, banyak yang suka, jadi dari pada mereka bertengkar, jadi kamu pacarin semuanya" (ucap ibu Dea sambil terkekeh membuat Dea semakin kesal)


"iiiikh mamah, gak mungkinlah aku kaya gitu, lagian apa untungnya sih punya cowok banyak, pusing mah iya yang ada" (jawab Dea)


"eeeeh jangan salah loh.. justru punya banyak pacar tuh juga lumayan menguntungkan loh,, tiap hari dapet barang-barang gratisan dari pacar-pacar nya" (jawab ibu dea sambil terkekeh)


"iiiikh mamah, aku kan gak mau kaya gitu" (jawab Dea sambil memanyunkan bibirnya)


"Iya iya sayang.. anak mamah kan memang anak baik-baik, jadi gak mungkinlah kaya gitu" (ucap Vika)


Kemudian Vika melanjutkan aktivitas nya. dan dea memainkan ponselnya sambil memakan salad yang dia bawa tadi.


Satu jam berlalu, kemudian saat waktu makan siang, tiba-tiba ada teman ibu dea yang datang.


"Hy jeng.. gimana kabarnya" (sapa Diah teman kuliah sekaligus teman arisannya)


"Hey.. kamu kesini kok gak bilang-bilang dulu sih?, kan aku bisa siapin makanan atau apa gitu kalo tau kamu mau dateng" (jawab Vika ibu Dea)


"Alah gak usah repot-repot, aku kan cuma mau main bentar doang" (ucap Diah teman ibu Dea)

__ADS_1


"Yasudah ayuk masuk, kamu kesini sendirian?" (tanya Vika)


"Enggak, aku diantar anakku Vian, dya lagi markirin mobil, paling bentar lagi juga muncul tuh anak" (jawab Diah)


Vika membawa Diah ke ruangannya, kemudian memperkenalkan nya kepada Dea anaknya.


"Sayang, ini ada temen mamah, namanya Tante Diah, dia teman kuliah mamah sekaligus teman arisan mamah juga" (ucap Vika memperkenalkan Diah kepada anaknya)


Dea pun langsung berdiri dan menyapa tamu ibunya.


"Hallo tante, saya Dea. senang bertemu dengan tante" (ucap Dea)


"Hallo Dea, kamu cantik sekali.. Sekarang kamu sudah gede ya, dulu terakhir bertemu saat kamu masih SD, kamu ingat tidak?" (ujar Diah)


"Oh, benarkah tante??, maaf saya tidak mengingatnya" (ucap Dea)


"Tidak apa-apa, dulu kan kamu masih kecil, dan itu sudah lama sekali, wajar saja jika kamu tidak ingat" (ucap Diah)


"Ayuk duduk dulu jeng.." (ucap Vika mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa)


"Bentar ya saya tinggal dulu" (sambung Vika)


"Iya" (jawab Diah)


Vika keluar dari ruangannya, kemudian Vika menyuruh OB untuk membuatkan capuccino untuk tamunya.


"Baik buk" (jawab OG tersebut)


Kemudian Vika kembali ke ruangan nya dan melihat Dea anaknya dan Diah teman nya sedang berbincang santai.


Tidak lama kemudian seorang office girl masuk dengan membawakan minum dan camilan untuk para tamu.


"Silahkan jeng, di minum dulu" (ucap Vika mempersilahkan tamunya untuk menikmati yang telah di suguhkan)


Dan tiba-tiba seorang lelaki datang mengetuk pintu yang telah terbuka.


"Assalamualaikum.. maaf Vian baru masuk" (ucap Vian anak Diah teman Vika ibunya dea)


Semua orang yang di ruangan pun menoleh sambil menjawab


"Wa'alaikum salam.." (ucap mereka serempak)


Dan saat dea menoleh, betapa terkejutnya dia ketika melihat orang yang dia benci ada di hadapannya.


"elo..!!" (ucap Dea terkejut sekaligus marah)


"Yah elu lagi elu lagi, sempit amat sih ini dunia" (ujar Vian)


"Ssstt Vian, gak boleh gitu" (ucap Diah memperingatkan anaknya)

__ADS_1


"Kalian sudah saling kenal??" (tanya Vika ibu Dea)


"Tidak" (jawab mereka berdua serempak membuat Vika dan Diah saling pandang)


"Waaaah jawabnya kok bisa barengan gitu ya??" (ledek Diah)


"Iya nih, apa mungkin kalian jodoh kali ya.." (ujar Vika yang ikut meledek mereka berdua)


"Ih ogah" (jawab Dea spontan)


"Diiih siapa juga yang mau sama lu" (jawab Vian yang tak mau kalah)


Membuat Vika dan Diah saling pandang kembali sembari tersenyum.


"Khem... udah ayo sini vian duduk Deket mamah" (ucap Diah berdiri menghampiri Anaknya)


Diah menggandeng anaknya untuk duduk bersamanya, Vian hanya pasrah untuk menuruti ibunya meskipun sebenarnya dia sangat malas)


"Ssstt kamu jangan gitu dong Dea, dia kan tamu kita" (bisik Vika kepada Dea)


"iih mamah aku males tau gak ngeliat mukanya lagi" (ucap Dea memanyunkan bibirnya)


"Hey, dia anaknya Tante Diah sahabat mamah, kamu jangan gitu dong, mamah kan gak enak sama Diah kalo kamunya kaya gitu" (ucap Vika berbisik memperingatkan anaknya)


"Ya tapi mah.." (ucap Dea yang langsung di potong dengan ibunya)


"Udah, gak ada tapi-tapian, pokoknya kamu harus bersikap baik kepada mereka. ingat, mereka itu tamu kita" (ucap Vika berbisik menegaskan anaknya)


"Iya iya.." (ucap Dea terpaksa)


Diah dan Vian pun duduk di sofa yang berhadapan dengan Dea dan Vika.


"Dea, ini Vian anak tante" (ucap Diah memperkenalkan anaknya kepada Dea)


Dengan terpaksa dea pun mau tidak mau mengulurkan tangannya kepada Vian.


"Dea" (ucap Dea datar sambil memberikan tangannya)


"Vian" (jawab Vian dingin)


Ketika tangan Vian ingin melepaskan, tiba" Dea justru mengeratkan tangannya, dan meremas tangan Vian sekuat tenaga, Vian hanya tersenyum sinis mengejek Dea.


Karena mereka berdua berjabat tangan sangat lama, orang tua mereka yaitu Vika dan Diah pun jadi saling pandang, bertanya dalam diam.


hingga akhirnya Vika berdekhem untuk menyadarkan mereka.


"Kheeeem" (Vika berdehem)


Seketika mereka berdua pun langsung melepaskan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2