
Setelah selesai dengan gaya rambut dan warna rambut kami yang berbeda, kami pun ke food court terlebih dahulu, karena perut kami terasa lapar.
"Mau pesan apa mbak?" (ucap waitress)
"Saya mau Seafood Aglio Olio, minumnya orange juice" (ucap Dea).
"Saya mau Teriyaki Double Salmon, minumnya ice lemon tea ajah" (ucap Reni)
"Oke kak, tunggu sebentar ya, kami siapkan terlebih dahulu, permisi" (ucap waitress)
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan kami pun datang, kami pun langsung menyantapnya.
Setelah selesai makan kami pun memutuskan untuk pulang, Dea mengantarkan Reni sampai depan rumah, kemudian Dea pun melajukan mobilnya untuk pulang. tapi saat di jalan tiba-tiba hp Dea berbunyi, ketika di lihat ternyata yang menelpon ialah Roy kekasihnya, kemudian Dea pun mengangkat teleponnya.
"Iya sayang?" (ucap Dea)
"Nanti malam nge date yuk?" (ajak Roy)
"Ok sayang, nanti aku tunggu di rumah ya?" (ucap Dea)
"Iya" (jawab Roy)
"Yaudah kalo gitu, aku lagi nyetir ni" (ucap Dea)
"Iya, bye sayang" (pamit Roy)
"Bye.." (ucap Dea)
Saat Dea ingin menaruh hp nya, Dea jadi tidak begitu fokus dengan menyetir mobilnya, dan ternyata ada seorang laki-laki sedang naik motor di depan mobil Dea, Dea yang terkejut, akhirnya mencoba untuk menyalip motor lelaki itu, tapi ternyata..
"Bruk"
Lelaki itu pun jatuh tersungkur dari motor akibat terserempet mobil Dea.
Dea yang merasa seperti menabrak seseorang pun menepikan mobilnya. Dea panik, kemudian Dea melihat ke arah spionnya, ternyata benar dya menabrak seseorang, melihat itu Dea menjadi bertambah panik.
"Duh, bagaimana ini??, gue turun gak ya?" (tanya nya pada diri sendiri)
"Kalo gue gak turun entar di bilang tabrak lari, trus kalo ada yang lihat, trus gue di laporin ke polisi dan gue masuk penjara??, duuuuh gak mau deh gue.." (ucapnya bingung dan panik)
"Tapi kalo gue turun, trus ada warga-warga yang dateng, trus gue di keroyok gimana dong??" (tanya nya lagi pada diri sendiri)
Dea sangat-sangat panik dan bingung harus bagaimana.
__ADS_1
Akhirnya dea memutuskan turun dari mobil untuk bertanggung jawab.
Tapi ketika dea sedang berjalan mendekati lelaki itu, lelaki itu justru menghampiri Dea.
"Woy, elu bisa nyetir gak sih?" (bentak lelaki yang di serempet Dea)
"Kalo elu gak bisa nyetir, gak usah sok-sok an bawa mobil" (sambung lelaki itu dengan emosi)
"eeh loe kalo ngomong hati-hati ya??!!,, bukan gue yang salah tapi loe yang naik motornya gk liat-liat..!!" (ucap Dea dengan emosi)
"elu tu yang naik mobilnya gk liat-liat..!!" (ucap Vian emosi)
"Loe tu..!!,,naik motor gk bener, malah nyalahin orang, dasar gila" (ucap Dea emosi)
"elu tu yang gila..!!, situ yang salah malah nyalahin gue" (ucap Vian dengan suara yang naik beberapa oktaf)
"Loe tu yang salah..!!" (ucap Dea gak mau kalah)
"elu yang salah..!!" (ucap Vian yang makin emosi)
"Loe..!!" (ucap Dea yang masih kekeh)
"elu..!!" (ucap Vian masih dengan emosi)
"Ah udah lah, susah ngomong sama orang sinting kaya lu, udah salah gak mau ngaku lagi.." (ucap Vian sinis sambil melangkah meninggalkan Dea menuju motor nya)
"Eh, elu tuh yang salah bukan gue..!!, dasar gak tau diri, masih untung gue turun dari mobil niat mau tanggung jawab, malah marah-marah lagi..!!, tau gitu tadi mending gue tinggal aja dari pada berurusan sama orang gila kaya loe..!! (nyolot Dea sambil mengikuti langkah Vian)
"Bodo amat..!!" (ucap Vian dan langsung meninggalkan Dea)
"iiiikh nyebelin banget sih itu orang??!!, tau gitu mending tadi gue tinggal. bodoh banget sih gue pake' acara nyamperin dia segala. dasar gak tau diri, cowok kurang ajar, gak punya sopan santun, mau di tolong malah marah-marah, dasar gila..!" (gerutu Dea sambil masuk ke dalam mobilnya).
Dea pun melajukan mobilnya dalam keadaan bad mood. sesampainya di rumah, Dea membawa belanjaannya, kemudian memanggil pelayan di rumahnya.
"Bi.... bibi...??" (panggil Dea)
"Iya non??, ada yang bisa saya bantu?" (tanya ART Dea)
"Ini tolong cuciin baju saya ya, mau saya bawa besok" (ucap Dea memberikan paper bag isi pakaian yang Dea beli di mall tadi)
"Oh iya non, akan langsung saya cuci. apa ada lagi non?" (jawab ART Dea)
"Gak ada, udah itu aja, saya mau mandi dulu" (ucap Dea kemudian melangkah menuju kamarnya)
__ADS_1
"Baik non" (ucap ART Dea)
Dea pun masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan belanjaannya di meja rias nya.
Kemudian Dea pun masuk kedalam kamar mandi, dan mengisi bathtub dengan air hangat dan menuangkan sabun beraroma mawar.
Setelahnya Dea pun masuk kedalam bathtub dan berendam untuk merilekskan tubuh dan fikirannya.
Setelah setengah jam, Dea pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar.
"Packing-packing sekarang deh, biar besok tinggal berangkat" (ucap Dea)
Kemudian Dea pun mulai menyiapkan apa yang mau Dea bawa besok.
Dea memilah milih beberapa dress dan setelan, kemudian di masukan ke dalam koper.
Setelah itu Dea pun menyiapkan high heels, gelang, anting, jam tangan, farfum dan kalung, yang akan dia pakai besok.
Kemudian Dea pun menyiapkan camilan yang akan dia bawa dan dya letakkan di samping kopernya.
Setelah menyiapkan semuanya, Dea pun beristirahat dan memejamkan matanya.
Dua jam Dea tertidur, bunyi panggilan masuk di hp dea membuat dea terbangun, kemudian Dea melihat panggilan tersebut ternyata dari kekasihnya.
"Hallo sayang, satu jam lagi aku kesana ya" (ucap roy)
"Iya, aku akan siap-siap dari sekarang. aku tunggu di rumah ya" (jawab Dea)
"Iya, yaudah aku tutup dulu ya telfon nya" (ucap roy)
"Iya, bye.." (ucap Dea)
"Bye.." (jawab roy)
Kemudian Dea melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, beberapa menit berlalu akhirnya Dea selesai dengan ritual mandinya.
Dea pun mengeringkan rambutnya, lalu memilih dress di lemarinya, Dea memilih dress berwarna biru tua dengan panjang di atas lutut, bagian belakang yang memanjang hampir sampai mata kaki, bagian lengan pendek terbuka, dan ada lekukan di bagian dadanya sehingga membuat aura kecantikannya lebih terpancar.
Setelah berpakaian, Dea memoles wajahnya sedikit agar terlihat lebih cantik di depan kekasihnya. riasan natural, tapi berhasil membuat kecantikannya semakin terpancar di wajahnya. Kemudian Dea pun merapikan rambutnya, dan tak lupa Dea pun memakai kalung, anting, gelang, dan jam tangan nya.
Setelah mematut dirinya di depan cermin, dan memastikan dirinya sudah cantik, dea pun mengambil tasnya kemudian turun ke bawah.
__ADS_1
Baru sampai di lantai bawah, kekasihnya menelfon, ternyata Roy sudah sampai.