Hangatnya Cinta Abang Sekuteng

Hangatnya Cinta Abang Sekuteng
Kebimbangan Dea dan Reni


__ADS_3

"Mang Ujang balik aja, tolong bilangin sama mamah, aku gak bisa mampir soalnya buru-buru udah telat, gitu ya? (ucap Dea)


"Baik non, kalo gitu saya permisi dulu non" (ucap mang Ujang)


Dea dan Reni pun langsung masuk, ternyata teman-teman mereka yang lain sudah menunggu di dalam, dan mereka semua pun segera check-in karena pesawat sebentar lagi akan lepas landas.


Setelah check-in, mereka pun langsung masuk bersama-sama. kemudian mereka duduk sesuai nomor mereka.


Dea pun duduk dengan nyaman dan tenang, menyandarkan kepalanya di tempat duduknya.


Pesawat pun lepas landas, kemudian Dea pun mengeluarkan camilan yang ia bawa, sama halnya dengan teman-temannya, temen-temennya pun juga membawa camilan dan mereka pun ikut mengeluarkan camilan yang mereka bawa.


Di saat Dea sedang menikmati camilannya, tiba-tiba Reni bertanya.


"Loe kok tadi bisa telat sih?, untung aja kita gak ketinggalan pesawat,, tadinya Tiara sama Siska ngajak gue masuk duluan, mereka fikir loe gak jadi ikut, lah loe kita telvonin bolak-balik gak di angkat-angkat, di chat juga gak di liat-liat. untung aja tadi gue yakinin mereka buat nungguin loe dulu, makanya tadi gue tunggu di depan" (ucap Reni panjang lebar)


"Huuuuuft" (Dea menghela nafas)


"Ceritanya panjang" (ucap dea)


"Ya gak papa, ceritain sekarang aja, kan kita perjalanan juga masih lama" (ucap Reni)


Dea terdiam, ingin bercerita kepada teman-temannya, tapi mereka sedang berada di dalam pesawat, otomatis kan banyak orang, dan kalau ada yang dengar kan gak enak.


"Nanti aja kalo kita udah sampe, di sini banyak orang" (ucap Dea membuat kening sahabatnya mengkerut)


"Emang kenapa sih?" (tanya Reni yang semakin penasaran)


"Nanti aja kalo udah sampe" (ucap dea tegas)


"Iya deh.." (jawab Reni)


Dea kembali memakan camilannya. lalu Reni pun meminta pendapat Dea.


"De, Ferdi ngajak gue nikah" (ucap Reni)


Seketika Dea pun menoleh.


"Serius loe?" (tanya dea penasaran)

__ADS_1


"Iya, dya pingin secepatnya kita menikah, kalo bisa 1 atau 2 bulan lagi" (ucap Reni)


"Ya bagus dong.., berarti dia serius sama loe" (ucap Dea penuh semangat)


"Ya tapi gue masih bimbang" (ucap Reni)


"Bimbang kenapa sih ren??" (tanya dea heran)


"Gue juga gak tau kenapa hati gue bimbang gini de" (ucap Reni)


"Apa ada yang loe fikirin?"


"Gue cuma takut aja de, takut kaya yang gue liat di film-film, di grup emak-emak rumah tangga, yang suami mereka romantis waktu pacaran, giliran udah nikah jadi cuek, gak peduli, bahkan selingkuh. gue takut kaya gitu de." (ucap Reni)


"Kalo dia selingkuh waktu pacaran sih oke-oke aja tinggal putus, lah kalo udah nikah?, udah sah di mata negara, trus cerai, kan ribet harus ke pengadilan, belum lagi ocehan para tetangga di saat gue janda nanti, gue gak siap de" (sambung Reni)


"Ya loe pertimbangkan dulu semuanya. dari sikap Ferdi selama ini ke loe, baik gak, pelit gak, cemburuan gak, ekonomi gimana, kerjaan gimana, orang tua Ferdi gimana, itu semua coba loe inget-inget dan loe pertimbangkan, kalo semuanya bagus, baru loe yakinin diri loe dengan menguji seberapa cintanya dia sama loe, seberapa berharga nya loe buat dya, biar loe bener-bener yakin" (ucap Dea panjang lebar)


"Menguji cinta dia?" (tanya Reni yang masih mencerna kata-kata Dea)


"Iya, loe coba tes dya, pake' cara apa kek gitu.. misal loe suruh orang buat godain dya, loe bayar cewek itu, nanti loe liat ekspresi Ferdi gimana, loe pantau dari jauh biar gak ketahuan" (ujar Dea memberikan saran kepada sahabatnya).


"Ya berarti dia gampangan. dia gak cinta sama loe. dia gak bisa memberikan dirinya seutuhnya untuk loe, tapi dia justru membaginya dengan banyak orang. kalo dya seperti itu, ya berarti loe gak berarti buat dia. putusin, gampang kan?" (ucap Dea)


"Iya sih.." (ucap Dea masih bimbang)


"Tapi gue yakin sih kalo si Ferdi kayaknya gak kaya gitu deh. kayaknya dia setia sama loe, cinta mati sama loe. loe coba aja dulu, biar loe bisa meyakinkan diri loe sendiri. mending tau dari awal dari pada tau di akhir, nyesel ntar loe. kalo dia gak baik buat loe kenapa harus di pertahanin? masih banyak cowok yang setia ren, pikirin masa depan loe, loe gak mau jadi janda kan?" (ucap Dea panjang lebar)


" Iya deh, akan gue coba sepulang dari paris nanti. uuuuuch sahabat gue pinter banget deh, makin sayang aku jadinya" (ucap Reni sumringah sambil mencubit pipi dea dan langsung memeluk Dea dari samping)


"Dari dulu kali, baru sadar loe kalo gue pinter dan cerdas?" (ucap Dea)


" Iya iya, aku tau kok" (ucap Reni cengengesan)


"Udah awas, gak enak di liat orang, ntar dikira kita letsbi lagi?" (ucap Dea yang risih di peluk sahabatnya di depan umum)


"Iiiikh kalo ada orang yang ngomong kaya gitu, langsung gua sumpal tuh mulutnya pake' kaos kaki" (ucap Reni membuat Dea terbahak dan langsung menutup mulutnya)


"Gara-gara loe nih, gue jadi kelepasan. malu kan gue di liatin orang" (ucap Dea)a

__ADS_1


"Hehehe, iya deh maaf ✌️" (ucap Reni cengengesan)


"Sebenarnya kita sama ren, lagi dalam fase kebimbangan. tapi bedanya, loe di ajak langsung sama pacar loe, sementara gue, gue justru di desak nyokap gue" (batin Dea)


Dea bersandar di tempat duduknya dengan memejamkan matanya sambil mengunyah camilannya. Dea hanya ingin menenangkan hati dan fikirannya.


5 menit Dea memejamkan matanya membuat kening Reni mengkerut.


"Loe ngantuk de?" (tanya Reni)


"Enggak" (jawab Dea)


"Trus loe kenapa merem terus dari tadi" (tanya Reni yang masih penasaran)


"Gak papa pengen aja" (jawab Dea)


"Loe ada masalah?" (tanya Reni)


"Enggak" (jawab Dea)


"Beneran?" (tanya Reni)


Karena sebal di tanya terus, Dea pun membuka matanya.


"Iya Reni Widia Atmaja" (ucap Dea menoleh ke Reni dengan wajah kesalnya)


"Hehehehe" (yang di tatap malah cengengesan)


"Gue mau Musikan ah, peke headset asik nih" (ucap Dea)


"Gue juga ah, daripada boring" (ujar Reni)


Reni pun ikut memakai headset di telinganya.


Dea menyandarkan kepalanya di bangku miliknya, begitu pun dengan Reni.


Mereka berdua pun larut dalam suara musik di telinganya, suara yang sengaja di full kan volume nya, agar tidak mendengar suara orang lain dan juga agar mereka bisa menikmati lagu yang di nyanyikan.


Mereka berdua menikmati dalam diam, hingga saat mereka sudah benar-benar lupa dengan keadaan mereka yang sedang berada di dalam pesawat, mereka berdua pun menggoyang-goyangkan kepalanya sambil tetap bersender di kursi mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2