
"Tante dengar Vian sekarang membuka cafe khusus sekoteng ya?" (ucap Vika untuk mencairkan suasana)
"Iya Tante, alhamdulilah sudah ada 10 cabang saat ini" (jawab Vian)
"Waaaah banyak sekali, pinter sekali kamu mengelolanya, bukan kah kamu menjalani usaha ini baru 3 tahun?" (tanya Vika penasaran)
"Iya Tante benar, baru 3 tahun ini saya menjalani bisnis dengan membuka cafe khusus sekoteng. dan alhamdulilah respon dari masyarakat semuanya pada suka, jadi alhamdulilah setiap hari rame" (jawab Vian tersenyum)
"Eleh sombong" (batin Dea)
"Waaah hebat sekali kamu.. gak mudah loh menjalani bisnis hanya dalam waktu 3tahun tapi sudah mempunyai 10cabang, dan kamu bisa melakukan nya itu hebat sekali (ucap Vika yang terkagum dengan cara berbisnis anak sahabatnya itu)
"Tante bisa aja, terimakasih atas pujiannya tante. saya juga masih terus belajar kok tante" (jawab Vian)
"Kapan-kapan ajak Tante ke cafe kamu ya.. tante jadi penasaran dengan sekoteng buatan kamu" (ucap Vika ibu Dea)
"Siap tante, kapan-kapan kalo saya ada waktu senggang, pasti tante saya ajak ke cafe saya untuk mencicipi menu-menu sekoteng nya" (jawab Vian)
"Ok, saya tunggu ya" (ucap Vika)
"Iya tante" (jawab Vian)
Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Diah dan Vian pun pamit pulang.
"Yasudah kalo gitu, kami pulang dulu ya" (pamit Diah sambil bangun dari duduknya)
"Iya, kapan-kapan main ke sini lagi ya.." (ucap Vika ibu Dea)
"Iya, insya Allah." (jawab Diah)
Kemudian Vika dan Dea pun mengantar tamunya sampai ke depan.
"Tante pulang dulu ya Dea" (ucap Vika sambil cipika-cipiki dengan Dea)
"Dea main dong sekali-sekali ke rumah tante" (sambungnya)
"Iya tante, insya allah kapan-kapan" (jawab Dea)
"Atau kalau tidak kamu kalo mau main ke rumah tante kabarin tante dulu, nanti biar Vian yang jemput kamu, oke??" (tanya Diah)
"Iya tante" (jawab Dea dengan senyum yang di paksakan)
"Ih ogah banget, ngeliat mukanya aja ogah apalagi di suruh bareng sama dia?, iiiikh ogah banget deh." (batin dea)
"Tante, vian pulang dulu ya. kapan-kapan insya allah kalo ada waktu senggang Vian main kesini lagi" (pamit Vian sambil menyalim tangan vika)
__ADS_1
"Iya, pokoknya kamu harus kesini lagi buat ngajak saya cobain sekoteng kamu" (ucap Vika ibu dea)
"Iya tante, siap" (ucap Vian)
Kemudian Vian dan ibunya pun pergi.
"Cari makan yuk de'" (ucap Vika ibu Dea)
"Ayuk, bentar Dea ambil ponsel dulu" (ucap Dea)
Kemudian Dea masuk ke dalam ruangan ibunya, dan mengambil ponsel genggam nya.
"Yuk mah" (ucap Dea setelah mengambil ponsel genggam miliknya)
"Yuk" (jawab ibu Dea)
Mereka berdua pun melajukan mobilnya menuju restoran terdekat.
Setelah mereka sampai, mereka pun langsung memesan makan dan minumnya.
beberapa menit kemudian pesanan mereka datang, dan mereka makan dengan hening, hanya ada suara sendok yang bersahutan.
Setelah mereka selesai makan, mereka pun kembali ke butik.
Dea ingin beristirahat sejenak sebelum keberangkatannya ke Paris.
"Mah, aku pulang dulu ya.. mau istirahat dulu, nanti kan aku mau berangkat" (ujar Dea)
"Iya sayang, nanti sebelum ke bandara, kalo mamah belum pulang kamu ke sini dulu ya??" (ucap sang ibu)
"Iya mah.." (jawab Dea)
Dea pun pulang menggunakan mobilnya, melaju dengan kecepatan sedang hingga setelah 15 menit perjalanan, akhirnya Dea tiba di pekarangan rumahnya.
"Non, tadi pakaiannya sudah saya taruh di kamar. apa ada lagi yang perlu saya siapkan?" (ucap mbok jiyem menghampiri dea saat melihat Dea masuk ke dalam rumahnya.)
"Iya bik. nanti saja kalau saya mau berangkat, tolong bantu saya angkat-angkat koper ya?, sekarang saya mau istirahat dulu, karena nanti ketika di pesawat saya harus melek" (ujar Dea).
"Baik non" (ucap mbok jiyem).
Dea pun langsung berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Dea melihat pakaian baru nya di letakkan mbok jiyem di atas kasur nya, kemudian Dea memasukkan nya ke dalam kopernya.
Setelah selesai, Dea langsung berbaring di atas kasur, kemudian menyetel alarm, dan memejamkan matanya.
__ADS_1
1 jam Dea tertidur, suara alarm membangunkan dirinya dari tidur lelapnya.
Dea melihat jam di dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 15:30, mata Dea terbelalak sempurna.
Dea segera bangkit dari kasurnya dan langsung berlari ke kamar mandi, buru-buru Dea mandi di bawah guyuran shower, 10 menit kemudian Dea keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di badannya saja.
Kemudian Dea langsung mengambil pakaian yang telah di siapkannya dan langsung ia pakai.
setelah itu Dea langsung mengambil tas selempang nya dan menggunakan aksesoris yang telah ia siapkan di meja rias dan di pakai di tubuhnya, seperti jam tangan, cincin, kalung, gelang dan anting.
"Bik.... bibi..??"
"Bik....???"
Dea memanggil pelayannya dengan sangat kencang, pelayan pun langsung berlari cepat ke kamar Dea.
"Iya non??" (ucap mbok jiyem)
"Bi, tolong bawa itu koper nya, biar Snack nya saya aja yang bawa, tolong cepet ya bik, soalnya saya tadi ketiduran, dan ini udah mau jam 4 sore, udah mau telat, bisa-bisa saya tertinggal pesawat"
"Baik non" (pelayan Dea pun langsung membawa kopernya dan berjalan secepat kilat ke pintu depan).
Begitu sampai di depan pintu sudah ada mang Ujang yang menunggu dengan mobil untuk mengantar Dea. mang Ujang pun dengan sigap langsung mengambil koper itu dan memasukkan nya ke dalam bagasi.
Kemudian mang Ujang juga langsung membukakan pintu mobilnya untuk Dea.
"Silahkan non" (ucap mang Ujang mempersilahkan Dea untuk masuk ke dalam mobil)
"Tolong ngebut ya mang..,, takut telat ini" (ujar Dea)
"baik non" (jawab mang Ujang)
Mobil pun melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi, meskipun terbilang ngebut, tapi mang Ujang masih ingat batasan, dya tidak akan membawa mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi jika tidak dalam keadaan urgent., apalagi membawa purtri dari bosnya, dya juga kan tidak mau terjadi sesuatu kepada anak dari bosnya, atau dia akan di pecat.
15 menit kemudian Dea sampai di bandara, dan dia langsung masuk di antarkan oleh mang Ujang yang membawa koper dan paper bag isi snack- snack yang di beli Dea.
Setelah sampai di dalam Dea pun bertemu dengan Reni sahabatnya.
"Loe kemana aja sih??!!, di telfonin gak di angkat-angkat, gue kira loe gak jadi ikut" (omel Dea sambil mengerucutkan bibirnya)
"Iya iya sorry, tadi tuh gue kecapekan, trus ketiduran sejam, untung aja kemarin gue sempet pasang alarm buat jaga-jaga, eeeeh ternyata berguna juga" (ucap Dea terkekeh)
"Hmmm, yaudah ayok masuk" (ucap Reni)
"Yuk" (jawab Dea)
__ADS_1