Hangatnya Cinta Abang Sekuteng

Hangatnya Cinta Abang Sekuteng
Ketemu lagi


__ADS_3

Tiba-tiba Dea teringat ucapan ibu nya tadi pagi.


"Gimana ya?, kalo aku cerita ke Roy nanti tanggapan nya bagaimana ya?, apa dya senang atau justru belum siap?, lagian kami kan juga baru pacaran 6 bulan, kami belum tau luar dalam kelakuan kami, aku kan cuma takut kalau aku tidak memikirkan dengan matang, nanti begitu tau kelakuan asli Roy, trus pisah, iiiiikh masa' iya gue jadi janda?? ogah ah" (ucap Dea)


"Tapi selama ini sih Roy baik, romantis, pengertian, perhatian. tapi kenapa hati gue belum siap ya??" (sambung Dea)


Lama dea melamun, kemudian Dea melihat jam di ponselnya, ternyata sudah jam 10, Dea pun berdiri masuk kedalam kamar nya, lalu memakai jam tangan, dan tas selempang nya.


Saat Dea baru berjalan keluar kamar, ada suara chat masuk di ponselnya. Dea berhenti, lalu membuka tasnya dan mengambil ponselnya. Ternyata Roy kekasih Dea yang mengirim pesan di aplikasi hijau.


"Iya gak papa, aku juga baru selesai meeting dengan client, maaf sudah membuat mu menunggu" (ucap Roy di pesan aplikasi hijau)


Dea segera membalas pesan Roy.


"Gak papa, aku juga tadi pagi lupa gak pegang hp pas sarapan, jadi gak tau kalo kamu tadi chat aku. maaf ya.." (balas dea)


"Iya sayang gak papa kok" (balas Roy)


"Yaudah aku mau ke butik mamah dulu ya.., nanti di sambung lagi kalo aku udah sampe sana" (jawab Dea membalas pesan Roy)


"Iya"(balas Roy)


Dea berjalan ke dapur, dan di lihat bibi nya sedang menyiapkan sayur-sayuran mentah yang akan di masak untuk makan siang. meskipun kami tak menentu, kadang di rumah dan kadang juga tidak di rumah, tapi mbok jiyem tetap selalu menyiapkan bahan-bahan mentah nya. jadi ketika kami makan siang di rumah, mbok jiyem tinggal memasak bahan-bahan nya. kalau kami semua tidak di rumah karena sedang ada urusan masing-masing, maka ya bahan-bahan mentah tersebut untuk makan malam nanti. jadi kadang mbok jiyem hanya masak untuk sarapan dan makan malam saja.


Kemudian Dea pun menghampiri bibi nya.


"Bik, salad buah pesanan ku udah di bikinkan blm?" (tanya dea)


"Sudah kok non, nih sudah bibi siapin, kalo dingin gini kan lebih enak non" (ucap bibi sambil mengambil salad di dalam kulkas dan memberikannya pada Dea)


"Iya bik, makasih ya bik" (ucap Dea)


"Iya non sama-sama" (ucap mbok jiyem)


"Saya ke butik mamah dulu ya bi, nanti baju-baju nya taroh di kamar aja ya bi" (ucap Dea)


"Baik non" (jawab mbok jiyem)

__ADS_1


Dea pun berjalan keluar rumah mengambil mobilnya di garasi, dan langsung meluncur menuju butik sang ibu tercinta. jalanan lumayan padat, Dea melaju dengan kecepatan sedang.


Hingga saat di dekat lampu merah tiba-tiba jalanan macet, Dea pun yang tak sabar membunyikan klakson.


"Tiiiin tiiin tiiin tiiin"


Tak ada perubahan, jalanan tetap ramai dan padat.


"iikh ini kenapa sih kok gak jalan-jalan, lama banget sih, ada apa sih sebenernya.." (gerutu Dea di dalam mobil)


5 menit dea menunggu di dalam mobil, tapi jalanan masih tetap ramai dan padat.


Dea benar-benar sudah tidak sabar lagi, Dea pun membunyikan klakson terus menerus.


"Tiiin tiiin tiiin tiiiin"


"Tiiiin tiiiin"


"Tiiiiiiiiiin"


"Tiiiiiiiin"


"Tok tok tok" (lelaki itu mengetuk kaca pintu mobil Dea)


Dea hanya diam saja tanpa menanggapi nya.


"Tok tok tok" (lelaki itu kembali mengetuk kaca mobil Dea dengan agak sedikit keras).


Masih tak ada tanggapan, Dea masih malas membuka nya.


"Tok tok tok" (lelaki itu kembali mengetuk kaca pintu mobil Dea dengan keras)


Akhirnya mau tidak mau Dea pun membuka kaca mobilnya tanpa melihat siapa yang mengetuk nya.


"Maaf saya gak ada uang receh, kalo mau ngemis ke mobil yang lain aja" (ujar Dea dengan nada ketus tanpa melihat orang yang mengetuk kaca mobilnya)


"Saya bukan pengemis dan tolong jangan buat keributan" (ucap pria tampan itu dengan wajah datar)

__ADS_1


"Alah pengemis aja ngelak. saya sudah tau akal-akalan otak pengemis seperti kamu, jadi kalau kamu mau minta sama saya lebih baik kamu pergi dari sini sekarang sebelum saya menghubungi polisi dan satpol PP untuk mengangkut mu" (ucap Dea dengan nada ketus tanpa melihat orang yang mengetuk pintu mobil nya tadi)


"Silahkan kalau anda mau melaporkan saya ke polisi, justru polisi yang akan menangkap mu dengan kasus membuat keributan di jalanan" (ucap lelaki itu dengan nada sinis)


Seketika Dea pun langsung menoleh.


"elo??!!" (ucap Dea terkejut melihat lelaki tampan yang tak lain adalah Vian)


"Ya, saya. kenapa? masih ingat saya rupanya kamu" (ucap Vian sinis)


"Ngapain kamu disini?, pergi sana!!, ngetuk-ngetuk mobil orang sembarangan, ganggu aja." (ujar Dea dengan nada meninggi karena kesal)


"Saya kesini karena kamu buat keributan" (ucap Vian dengan muka dingin)


"Keributan apa maksud kamu hah??!!,, kamu tuh yang buat keributan, ngetuk-ngetuk mobil orang sembarangan, ganggu kenyamanan orang aja, bisa saya laporkan ke polisi kamu??!!" (ucap Dea dengan emosi yang sudah di ubun-ubun)


"Oh silahkan kalau kamu mau laporkan saya ke polisi, justru saya akan melaporkan balik atas tuduhan tabrak lari, dan membuat keributan di jalanan" (ucap Vian sinis)


Seketika Dea pun langsung terdiam.


"Heh!!, saya bukan tabrak lari ya..!!,, saya mau bertanggung jawab tapi kamunya yang gak mau!!" (ucap Dea gak mau kalah)


"Kapan saya bilang gak mau hah??" (tanya Vian emosi"


Dea terdiam.


"Iya juga ya, dya memang gk bilang gak mau sih, tapi kan dya nya malah pergi" (batin Dea)


"Tapi kan kamunya main pergi gitu aja, ya berarti kamunya gak mau dong..??" (ucap Dea yang masih kekeh dengan pendiriannya)


"Kamu nya aja gak minta maaf, ya mending saya tinggal dari pada nanggepin orang songong kayak kamu" (ucap Vian dengan nada penegasan)


Lagi-lagi Dea terdiam, benar kata nya kalau Dea memang tidak minta maaf padahal Dea yang salah, Dea menyadari nya tapi karena Vian waktu itu marah-marah kepadanya, makanya Dea pun jadi tersulut emosi dan gengsi untuk minta maaf kepada lelaki itu.


"Eh kamu tuh yang songong, gimana gua mau minta maaf kalo loe nya aja langsung marah-marah. dasar psikopat"


"Eh kamu tuh yang psikopat, udah nabrak orang gak mau minta maaf, gak bertanggung jawab, sekarang malah bikin keributan di jalanan, liat dong ini di jalan ada kecelakaan, wajar lah kalo macet, pake' acara bunyiin klakson berkali-kali, kamu kira orang-orang budek apa??!!,, mentang-mentang pake' mobil aja belagu!!, sekali lagi kamu bunyiin klakson, saya ancurin kaca mobil kamu" (ucap Vian emosi dan berlalu meninggalkan Dea yang masih di dalam mobil)

__ADS_1


"Ikh nyebelin banget sih itu orang, sumpah baru kali ini gue di marahin laki-laki dan baru kali ini juga gue ketemu sama orang yang songong kayak gitu. liat aja ya loe, kalo ketemu lagi abis loe sama gue" (gerutu Dea di dalam mobil)


__ADS_2