
Pagi pun menjelang, ketukan pintu membuat Dea terbangun dari mimpi indahnya.
"Tok tok tok"
"Non... non Dea.." (panggil mbok jiyem)
"Tok tok tok tok"
"Non... nona Dea sudah di tunggu nyonya dan tuan di ruang makan non..." (ucap mbok jiyem lagi)
Dea pun membuka matanya.
"Iya bik.. sebentar lagi saya kesana" (jawab Dea)
"Baik non, saya tinggal dulu" (jawab mbok jiyem)
Dea pun segera melangkah ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. setelah selesai Dea pun keluar kamar dan turun menuju ke ruang makan.
"Pagi mah, pah..?" (sapa Dea saat sampai di ruang makan dan melihat semuanya sedang sarapan)
"Pagi sayang.. baru bangun??" (tanya Vika ibu Dea)
"Hehehe iya mah.." (jawab Dea cengengesan)
"Yaudah sarapan gih" (ucap Vika)
"Hmm" (jawab Dea sambil mengangguk)
Mereka pun makan dengan tenang, kemudian Arya papah Dea buka suara.
"Kamu jadi berangkat nanti sore?" (tanya Arya sambil menyuapkan satu sendok terakhir sarapan nya ke dalam mulutnya )
"Jadi pah.." (jawab Dea sambil menyantap sarapan di piring nya)
"Yang mau dibawa udah disiapin blm?, kalo blm minta tolong sama mbok jiyem aja biar cepet" (tanya Arya papah Dea)
"Udah kok pah kemarin siang udah aku packing-packing" (jawab Dea)
"Oooh yaudah nanti berangkatnya hati-hati, papah gak bisa nganterin ke bandara karena nanti sore papah ada pertemuan dengan client" (ucap Arya papah Dea sambil meneguk air minum nya)
"Iya pah.. kan bisa dianter mang Ujang, lagian nanti Dea juga mampir ke rumah Reni dulu kok" (jawab Dea)
"Yaudah papah mau berangkat ke kantor, takut kesiangan" (ucap arya)
"Iya pah" (jawab Dea, Dira, dan Vika)
Arya dan Dio pun melangkah ke depan rumah di ikuti Vika yang mengantarkan suaminya sampai pintu depan.
"Papah berangkat dulu ya mah.." pamit arya kepada Vika istrinya)
__ADS_1
"Iya pah, hati-hati di jalan ya.." (ucap Vika sang istri)
"Iya" (jawab arya)
Setelah sang istri mencium punggung tangan nya arya pun masuk kedalam mobil nya, begitu pun dengan Dio.
"Dio berangkat dulu mah"(pamit Dio sambil mencium punggung tangan ibunya)
"Iya sayang" (jawab Vika yang tak lain ialah sang ibu tercinta )
Dio pun melangkah masuk ke dalam mobilnya menyusul papahnya.
Mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah orang tua Dea.
Ketika mobil sudah tak terlihat, Vika pun masuk kedalam rumah kembali dan melanjutkan makan yang tertunda nya.
Ketika Vika baru melanjutkan makannya supir Dira pun datang dan Dira pamit berangkat ke sekolah.
"Sudah siap non??" (tanya pak supir)
"Sudah, bentar ya pak" (jawab Dira, kemudian melangkah mendekati ibu nya.
"Mah, Dira berangkat dulu ya.." (pamit Dira mencium punggung tangan ibunya)
"Iya sayang.. belajar yang benar, yang rajin, sebentar lagi kan juga ujian, kami harus belajar dengan sungguh-sungguh. oke?" (ucap sang ibu)
"Iya mah.." (jawab Dira memberikan senyum termanisnya)
"Iya mah, Dira janji" (ucap Dira)
"Yaudah sana berangkat gih ntar telat" (ucap sang ibu)
"Iya mamahku sayang" (ucap Dira sambil melangkah menuju ke luar rumah)
"Bye kak Dea" (sambung Dira)
"Hmmm" (jawab Dea)
Dira pun berangkat diantar supirnya.
"Mamach nanti mau ke butik?" (tanya dea kepada sang ibu)
"Iya sayang, memangnya kenapa?" (tanya sang ibu)
"Gak papa sih, nanti aku nyusul ke butik mamah ya.. dari pada dirumah sendiri, bosen" (ucap Dea)
"Ooh iya sayang" (ucap Vika ibu Dea)
"Ngomong-ngomong gimana hubungan kamu sama Roy?, kemarin dinner nya gimana?" (tanya Vika ibu Dea)
__ADS_1
"Alhamdulillah baik-baik aja kok mah, kemarin juga dinner nya lancar dan happy" (jawab Dea tersenyum manis)
"Syukurlah.. trus kapan rencananya kamu akan menikah??" (tanya Vika membuat Dea tersedak)
"Uhuk uhuk uhuk uhuk" (Dea terbatuk karena tersedak)
Kemudian Dea mengambil susu di depannya dan langsung meneguknya hingga habis tak tersisa.
"iiiikh mamah kok udah nanyain nikah segala sih?, Dea kan pacaran sama Roy itu baru 6 bulan, Dea belum siap dong kalo untuk menikah?, semua kan butuh proses mah??, nanti kalo Dea udah siap juga pasti Dea ngomong kok sama mamah papah" (ucap Dea)
"Ya tapi siapnya kapan??, umur kamu tuh udah gak muda lagi loh.. kamu tuh udah 28 tahun, udah mau 30 tahun, nanti orang bilang kamu perawan tua pula'?" (ucap sang ibu)
"Ya aku gak tau sampe kapan mah.. semua kan tergantung hati akunya, kalo hati aku nya bener-bener udah siap ya aku langsung nikah. lagian omongan orang ngapain sih di dengerin mah??, biarin ajalah orang mau ngomong apa, gak usah di dengerin" (ucap Dea)
Vika menghela nafas.
"Yaudah terserah kamu aja deh kalo gitu." (ucap Vika ibu Dea)
"Yaudah mamah mau siap-siap dulu, trus berangkat ke butik, keburu siang" (sambung Vika)
"Iya mah, Dea juga udah selesai kok" (ucap Dea sambil membawa piringnya ke dapur).
Pelayan pun langsung membersihkan meja makan, dan membawa piring-piring dan gelas-gelas kotor nya.
"Bik, nanti tolong bikinkan salad buah ya, mau saya bawa ke butik mamah" (ucap dea)
"Siap non" (ucap mbok jiyem)
"Oh iya bik jangan lupa pakaian saya yang kemarin itu nanti di antar ke kamar ya.." (ucap Dea)
"Iya non, nanti saya antar" (ucap mbok jiyem)
Dea pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Setelah Dea selesai dengan ritual mandinya, Dea yang masih hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan di tubuh nya pun langsung memilah milih pakaian yang akan dya kenakan, Dea pun memilih menggunakan rok hitam di atas lutut, dan atasan seksi berwarna sepadan.
Setelah memakai pakaian, Dea pun mengeringkan rambutnya, kemudian Dea memoles wajah nya dengan sedikit makeup, makeup natural tapi berhasil membuat wajah dea semakin terpancar kecantikannya.
Kemudian Dea ke balkon, dan duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya. ternyata ada chat masuk dari Roy kekasih Dea.
"Lagi ngapain sayang?" ,(pesan masuk dari Roy)
Di lihatnya jam pesan masuk tersebut, ternyata Roy mengirim pesan dari waktu sarapan pagi tadi. dan karena hp Dea di tinggal di kamar, Dea pun tidak mengetahui nya. kemudian Dea pun membalas pesan Roy.
"Ini lagi nyantai di balkon" (jawab Dea mengirim pesan ke Roy)
Beberapa menit menunggu, tetapi belum ada balasan. Dea pun melihat jam di ponselnya waktu menunjukkan jam 08: 45.
__ADS_1
Dea bingung mau ngapain, mau renang tapi sudah terlanjur mandi, mau olahraga juga sama dea sudah terlanjur mandi, akhirnya Dea pun memutuskan untuk tetap di balkon sambil membaca majalah.
tiba-tiba Dea teringat ucapan ibu nya tadi pagi.