
Agatha merasa tenang, karena Fani tidak mengenali dia. Fani pun pergi meninggalkan tempat itu. Agatha atau Anatasha pamit pulang juga, tapi Agatha bukannya pulang,Agatha ke toilet untuk kembali jadi Agatha, keluarlah dia dari toilet, baru beberapa langkah dia ketemu Fani, Agatha mengatakan, mau cuti kuliah karena mau mengurus perusahaan di luar kota, dan memita Fani untuk fokus ke kuliah.
Kini Agatha di rumahnya ,ganti pakaian tapi bukan pakaian biasanya,Agatha memakai Jilbab,jubah dan juga tidak berdandan seperti Agatha biasanya yaitu dandanan ala korea,tapi hanya pakai bedak ,di tambah kacamata.
Agatha keluar rumah menuju kantor dia yang berada di samping rumah dia. Agatha masuk berjalan ke resepsionis kantor. Resepsionis kantor berkata
" Selamat datang di kantor kami,ada yang bisa kami bantu " kata Resepsionis
" saya Anatasha, ingin menemui ibu Dea dan ibu Ziha " kata Agatha
" Sudah ada janji " kata Resepsionis
" Ibu Agatha yang meminta saya untuk menemui Ibu Dea dan Ziha " kata Agatha atau Anatasha
"baik saya hubungi ibu Dea dulu" kata Resepsionis.
Untung Agatha sebelumnya Agatha sudah menelepon Dea,memberi tahu Ibu Anatasha mau menemui mereka, untuk bicara tentang penawaran kerjasama.
Selesai Resepsionis menghubungi Dea,Agatha di persilahkan ke ruang tamu diatas,Agatha langseung menuju kesana tanpa bertanya pada resepsionis dimanakah letak ruang tamu atas berada. Resepsionis itu bingung kenapa ibu itu tahu ruang tamu,padahal baru kesini.
Ibu Anatasha atau Agatha duduk di ruang tamu, beberapa menit datang Dea dan Ziha, mereka pun duduk di depan Anatasha.
" saya dapat info dari ibu Agatha, bahwa ibu kesini untuk menawarkan kerjasama, kerjasama apa bu?" kata Dea
"begini bu Dea, saya ingin membentuk sebuah koperasi, untuk membantu masyarakat kampung saya,jadi keuntungan koperasi itu,saya ingin jadikan saham, saya minta Perusahaan Artha Murni bisa mengelola masalah saham koperasi" kata Anatasha dengan logat jawa
"masalah itu nanti saya berbicarakan dengan ibu Agatha sebagai pemilik Perusahaan Artha Murni ini." kata Dea
" kemarin saya sudah bicara dengan ibu Agatha, katanya ibu berdua yang mengambil keputusan " kata Anatasha dengan logat jawa
" memang ibu sudah berbicara, tapi Ibu Agatha tak pernah cerita masalah ini pada kami, jadi nanti saya bicarakan tentang rencana ibu dengan Ibu Agatha dulu atau kami meeting dulu bu Ana." kata Dea
" harus hari ini. " kata Anatasha
__ADS_1
" enggak bisa " kata Dea
" harus ibu Dea" kata Anatasha
" tidak bisa bu,semua ada proses " kata Ibu Dea
" harus mau" kata Anatasha
Dea berbisik ke Ziha, minta bantuan, tapi Ziha hanya tersenyum, Dea jadi bingung, lalu berbisik ke Ziha
" eh Ziha kok malah senyum " kata Dea
Ziha yang tersenyum menjadi tertawa kencang
Agatha atau Anatasha, dan Dea bingung, Ziha berkata setelah ketawa
" sakit apa kamu ibu Agatha Anatasha."
Dea tambah bingung, karena ibu Anatasha di panggil Ibu Agatha Anatasha. Ziha berkata lagi
" dasar jenius " kata Agatha atau Anatasha
Agatha membuka jilbab, lalu tersenyum kearah Dea yang kaget karena ibu Anatasha jadi Agatha. Dea berkata
" Agatha... apa maksudmu ini".
Agatha tersenyum, dia pun berkata dengan logat biasanya
" aku sebenarnya berniat jadi ibu Anatasha yaitu istri Arga,yang tinggal di rumah kecil, untuk mempelajari apa aja bisnis kampung yang bisa ku jadikan bisnis anak kampus untuk membantu perekonomian anak kampung dan kampus, dan bisa kita pakai bahan untuk menyakinkan Para investor. " kata Agatha
" Bagaimana Kak Arga, tahu rencana " Kata Zi
" belum, tapi aku akan bicara dengan dia, sebenarnya cara ini juga yang bisa memastikan aku ini Agatha Anatasha, atau Agatha atau Anatasha?" kata Agatha
__ADS_1
" apa maksudmu " kata Dea
" Agatha pemimpin Perusahaan Artha Murni, pemilik saham, tapi identitas seorang istri di sembunyikan , Anatasha identitas mahasiswa itu di tutup, tapi kalau Agatha Anatasha adalah istri Arga dan seorang mahasiswa yang jadi pimpinan Perusahaan Artha Murni." kata Agatha
" kamu pengen jadi siapa " kata Ziha
"saat ini ingin jadi Anatasha, tapi nanti aku ingin jadi Agatha Anatasha " kata Agatha
" kami setuju, jadi kamu jarang kesini untuk sementara " kata Ziha
" ya karena Anatasha bukan Agatha, ku minta bantuan kalian tolong hendel perusahaan ini sementara, dan tolong urus cuti kekampus, untuk sebulan, sebelum menemui para Investor nanti" kata Agatha.
"siap ibu Agatha " kata Dea dan Ziha bersama
Agatha kembali memakai jilbab dan pulang kerumahnya.
Sedangkan di sebuah Perusahaan yang bernama PT Renata Marta , yang di miliki oleh Bangbang Wijaya, lagi mengenalkan Rena sebagai Pimpinan perusahaan itu dengan karyawan lain. Setelah itu Ayahnya Rena dan Rena bebicara di ruangan Ayahnya.
" apa rencana kamu selanjutnya " kata Ayahnya Rena atau Bapak Bangbang Wijaya
" aku ingin cari modal untuk membeli seluruh saham Perusahaan Adipura Rinjani " Kata Rena
" Bagaimana caranya " kata Bangbang
" cari investor dan usaha gelap seperti ayah dulu" kata Rena
" jangan nak, ayah enggak mau kamu terlibat usaha gelap itu, bahaya nak, hentikan atau ayah pecat kamu dari perusahaan ini, ayah masih berhak pecat kamu" kata Bangbang Wijaya
" ayah akan menyesal memecat aku, karena Kakek,nenek,ibu,dan polisi akan tahu usaha gelap ayah, karena aku punya fotocopy data usaha gelap ayah dan yang asli sudah ku simpan di bank swasta jadi kalau mau nama baik ayah dan keluarga kita bisa makan,maka harus ikutin rencana ku" kata Rena
Ayahnya Rena semakin tidak bisa berkutik karena ancaman anaknya, terpaksa ayahnya Rena mengajari bagaimana usaha gelap berjalan dan mencari investor. Sebenarnya ayahnya Rena tidak ingin anaknya terlibat usaha gelap itu, karena usaha itu telah di hentikan dua tahun yang lalu, tapi Bapak Bangbang Wijaya tidak mengerti mengapa Rena tahu, dan takut Rena akan di manfaatkan orang-orang di dalam bisnis gelap itu.
Setelah ayahnya Rena menjelaskan tentang bisnis gelap dan resikonya, maka Rena pun dengan cepat mempelajari, dia langsung mencari informasi tentang usaha gelap yang di maksud ayahnya , semua ini Rena lakukan untuk mengalahkan Agatha Anatasha.
__ADS_1
BERSAMBUNG