
Agatha menuju meja dimana ada handphone, dilihatnya hasil rekaman video, setelah melihat vidio itu, memang benar dia sendiri yang meletakkan kepala di dada Arga,untuk menutupi kesalahan, Agatha mau menghapus vidio itu, namun medengar ada ketawa dari belakang, ternyata itu Arga yang melihat vidio itu dari belakang, karena Arga secara perlahan kebelakang Agatha, ingin tahu apa yang dilihat di handphone.
Arga terus ketawa lalu berkata
" Agatha, pasti kamu sudah nyaman tidur di dadaku"
" nyaman, dada kamu lancip,ye ye" kata Agatha sambil meledek Arga dengan lidahnya
Agatha tertunduk malu, langsung pergi ke kamar mandi, Arga hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya. Ketika sarapan jadi kaku,Arga pergi ke Kantin, Agatha keluar rumah, untuk mengamati bisnis apa yang cocok untuk kampung tapi bisa di kerjakan oleh para mahasiswa.
Hari hari mereka berjalan seperti biasanya, namun setiap malam mereka curhat di tempat tidur, dan tapi setiap Agatha tertidur pasti di dadanya Arga. Ketika Arga bercerita tentang Rena kerjasama dengan Mafia, mengatakan cinta pada Agatha mulai kecil, maka Agatha minta bukti.
Arga membuktikan semua itu dengan perbuatan, seperti setiap pulang kerumah selalu bertanya
" are you happy" kata Arga
" happy " kata Agatha
Setelah itu Agatha siapkan kopi, dan masak untuk makan malam, setelah itu Arga pasti berkata
" Your cooking is delicious, thank you beautiful" kata Arga
Arga kalau perlu apa pun,kalau bisa sendiri pasti dia lakukan sendiri, namun kalau perlu pertolongan pasti memakai kata " tolong, maaf ". Agatha merasa senang karena sebagai wanita dia di hargai. Malam harinya mereka sering cerita apa aja dilakukan pada siang hari.
Arga dan Agatha di tempat tidur, Arga mulai cerita tentang ngapain di kantin, berbicara dengan siapa saja, Agatha pun menceritakan apa dilihat di kampung, Agatha sudah tahu bisnis apa yang bisa cocok untuk kampung dan mahasiswa, tapi kebiasaan buruk Arga setiap Agatha cerita pasti Arga tertidur lelap, namun Agatha tak sadar bahwa setiap dia tertidur kepala dia selalu berbantalkan dada Arga.
Setiap pagi Arga kini membantu Agatha masak sarapan, cuci piring baru pergi ke Kantin, namun Agatha bingung lalu bertanya
" mas Arga, kalau kamu masuk agak siang terus kantin bagaimana, capek dong Riswan dan Amar ?
" tidak perlu kewatir, karena aku mengakat pegawai baru yaitu Reka, demi kamu tidak kecapekan, aku ingin menjadi suami sesungguhnya "kata Arga
"maaf mas, saat ini kamu telah berperilaku suamiku sungguhan, tapi masalahnya aku belum siap untuk melakukan itu dengan mu" kata Agatha
" Agatha Anatasha, biar waktu yang melakukan halb itu karena cinta, ". kata Arga.
__ADS_1
Agatha dan Arga bukan mesra di dalam rumah aja, di kampung didaerah rumah kecil, kemesraan Arga dan istrinya sering jadi pembicaraan, ada yang suka dan tidak suka. Agatha merasa senang juga setiap ada masalah dengan tetangga, dengan cepat Arga membela apa bila Agatha benar, tapi kalau Agatha salah dia menegur di dalam kamar, Arga tak pernah membentak, menegur Agatha dengan halus lembut.
Itulah cerita Agatha ke Dea dan Ziha. Kini mereka di kantor, meeting masalah menyakinkan Ivestor dan rencana mereka menyelesaikan masalah Rena dan antek anteknya. Ziha dan Dea mengerti, mereka siap untuk melakukan rencana itu.
Sedangkan di Kantin Kampus, Fani yang duduk di meja Agatha , , terkejut karena kedatangan Agatha,Fani menutup leptop dia.
" mbak Agatha apa kabar " kata Fani dengan wajah yang pucat, karena pada saat bersamaan dia lagi vidio call di leptop dengan Remon.
" baik, kamu sakit Fan, wajahmu pucat, " kata Agatha
" enggak mbak, hanya kaget mbak datang tanpa beri tahu aku" kata Fani.
" sengaja, aku ingin memberi kejutan untuk kamu," kata Agatha.
Agatha duduk di tempat dia biasanya. Fani bertanya
" kita sekarang ngapain? "
" kita seperti biasa, kuliah, nanti ada tugas khusus untuk kamu demi kemajuan Kampus ini." kata Agatha
Fani dan Agatha menjalankan aktifitas seperti biasa, tapi Fani melapor bahwa Rena juga kembali ke Kampus ,dan Arga mengakat karyawan cantik, dan dia di gosipkan pacarnya Arga. Agatha sebenarnya panas mendengar itu, namun Agatha berkata
" bukan gitu mbak, Reka itu temanya Kanya, sesama pemakai"
" apa peduli ku, itu urusan mereka, kamu fokus terhadap pekerjaan kamu sekarang " kata Agatha.
" ya mbak, apa rencana mbak untuk mengalahkan Rena " kata Fani.
" aku sekarang ingin Fokus rencana ku untuk memajukan Kampus ini, dan kuliahku, kamu mau bantu aku" kata Agatha.
" apa mbak? " kata Fani
" aku dan Dea ,teman sekantor ku, sudah membentuk usaha kecil, menghubungkan antara masyarakat dan mahasiswa, dan kamu jadi Kepala pengurus. "
Fani kaget, kembali bertanya,
__ADS_1
" gimana tugasku jadi Asisten kamu, mbak " kata Fani.
" tenang, sudah ada, itu orangnya " kata Agatha sambil menunjuk seseorang yang datang.
Ternyata itu Kanya, Fani tambah terkejut. Mereka duduk bertiga, mereka meeting, tapi tengah-tengah meeting mereka dikejutkan kedatangan Rena lalu berkata
" Wah, wah kumpulan para penghianat" kata Rena
Agatha berdiri, kini mereka saling bertatapan mata
" oh, Rena,ingat aku tahu segalanya tentang kamu, jangan ganggu aku lagi meeting, " kata Agatha
" Agatha, sekarang kamu masih di atas,besok aku akan rebut semuanya" kata Rena
" Rena, kenyataan sekarang Ini, mereka berdua di bawah ku, dan aku tahu juga tentang Remon " kata Agatha
" Agatha Anatasha, aku tidak takut, tunggu hari H nya" kata Rena
Rena pergi, Agatha tersenyum, lalu duduk lalu melanjutkan meeting. Sementara itu Arga yang duduk di meja kasir ,diam melihat itu, tapi di hampiri oleh Reka karyawan baru, berkata
" bos lihat tadi ,Agatha dan Rena sepertinya bertengkar" kata Reka
Arga tertawa, berkata
" dari mana kamu tahu" kata Agatha
" aku tahu dari gosip bahwa Agatha dan Rena itu bermusuhan mulai SMA" kata Reka
" aku tak tahu, urusan mereka, siapa mereka, aku tak mau tahu " kata Arga
" benar bos, baik kita bicara tentang kita " kata Reka
" apa maksudmu " kata Arga
"aku sajak lama suka dengan kamu bos ,maaf aku " kata Reka.
__ADS_1
Arga kaget dengan perkataan Reka tersebut, karena perkataan itu, bisa aja terdengar oleh mahasiswa yang lain, bisa juga didengar oleh Agatha juga.
BERSAMBUNG.