
Pernyataan perempuan yang tengah menyinggung yuna itu pun di iyakan serentak oleh sebagian orang yang juga tengah mengantri, namun sebagian yang lain nampak tidak memperdulikan
...----------------...
Terdengar gelak tawa dari perempuan yang tadi menyinggung yuna di ikuti oleh teman-teman nya. Seolah menertawakan yuna yang menurut mereka hanya sok-sok-an melamar bekerja, padahal jelas-jelas semua yang di kenakan oleh yuna adalah barang-barang dari brend terkenal, yang menandakan kalau yuna berasal dari keluarga kaya raya.
Sabar yuna.... Jangan perduli kan mereka. Karena sekarang tujuan utama adalah, kamu harus berhasil menyerahkan cv lamaran ini!!!
Walau pun sangat ingin rasa nya ia membalas cibiran-cibiran dari orang-orang yang menertawakan nya. Namun yuna kembali teringat dengan kata-kata yang selalu ayah nya ucap kan
Kalau dia tidak perlu menjelaskan tentang diri nya kepada siapa pun, karena yang membenci nya tidak akan percaya itu, dan yang mencintainya tidak perlu itu
jadi percuma saja kalau dia berdebat dengan orang-orang yang mengatai nya itu, karena mereka tidak akan mempercayai satu pun kata yang dia ucapkan. Jadi cukup dia buktikan saja nanti dengan kemampuan nya
15 Menit telah berlalu. Cuaca semakin panas dan antrian pelamar kerja pun semakin bertambah. Bahkan kini air minum yang yuna bawa telah habis dia minum, akibat cuaca yang sangat terik membuat nya terus-terusan haus
Aduh capek banget... Mana antrian aku masih lama...
Mengeluh dan terus mengeluh di dalam hati, itu lah yang hanya bisa yuna lakukan sekarang. Walau pun demikian dia tetap terus mengantri, dan tak beranjak untuk menjauh dari tempat itu atau pun menyerah.
" Ah... Aku baru ingat kalau aku ada payung " Gumam yuna. Ia baru teringat kalau dia mempunyai payung yang tadi diberikan oleh pak agus, untuk dia gunakan menaungi diri nya dari panas nya sinar matahari
__ADS_1
Disaat dia ingin memerakkan payung nya, yuna melihat kalau orang-orang disekeliling nya juga sedang kepanasan, dan yang pasti nya mereka semua nya juga sama lelah nya dengan diri nya, namun mereka harus tetap kuat sebelum surat lamaran kerja mereka diserah kan
Sehingga membuat yuna menjadi tidak enak hati kalau hanya diri nya sendiri saja yang memakai payung, sedangkan yang lain nya kepanasan. Termasuk beberapa orang yang tadi telah membuat nya jengkel.
Sehingga yuna pun memutuskan untuk mengurungkan niat nya, dan menyimpan payung nya kembali.
Jam demi jam berlalu tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 2 sore. Akhir nya yuna berhasil untuk menyerahkan cv lamaran kerja nya, dan sekarang dia tinggal menunggu panggilan diri nya untuk melakukan sesi wawancara, itu pun kalau dia diterima, namun yuna optimis kalau dia pasti bisa lolos diantara banyak nya pesaing yang juga menginginkan bekerja diperusahaan itu
Setelah mengantri berjam-jam ditambah berpanas-panasan. Tentu saja yuna merasa kalau badan nya bagaikan remuk berkeping-keping, bahkan tadi dia sudah hampir mau pingsan, namun untung lah dia masih bisa mengontrol diri nya, dan berhasil bertahan sampai ia berhasil menyerahkan lamaran kerja nya.
Dan sekarang dia tengah berada disebuah cafe menikmati minuman dingin yang telah dia pesan sendari menunggu jemputan dari pak agus yang telah dia hubungi.
" Aku baru tau kalau melamar kerja akan sangat melelahkan. Kalau sampai aku nggak berhasil lolos. Nggak aku harus yakin kalau aku pasti bisa lolos " Gumam yuna yang bergulat dengan pemikiran nya sendiri
Yuna pun tersadar dari lamunan nya lalu dia menoleh dengan malas kearah sumber suara itu. Karena sudah dapat dia tebak siapa pemilik dari suara itu
" Hahhhhhh.... Dunia kecil sekali ya " ucap yuna. Sambil menatap naura. Ya lagi-lagi disaat dia ingin bersantai selalu saja bertemu dengan orang yang saat melihat nya saja sudah membuat nya jengkel
" kamu kok bicara begitu. Aku benar-benar nggak ngikutin kamu loh, ini benar-benar nggak di sengaja aja " ucap naura. Yang tak terima dengan tatapan yuna yang seolah sangat malas bertemu dengan nya. Padahal pertemuan mereka benar-benar tidak disengaja
" Yang bilang kamu ngikutin aku siapa? " Jawab yuna. Kemudian dia pun mengalihkan pandangan nya kesudut lain sambil menikmati minuman nya, seolah mengabaikan naura yang ada disitu
__ADS_1
sekarang saat dia bertemu dengan naura atau pun david, dia sudah tidak lagi merasakan sakit seperti dulu. Melainkan sekarang dia malah merasa jijik saat melihat wajah mereka, dan semua itu karena ulah dari mereka sendiri.
" Dasar kamu ya. Kamu nggak tau kalau cafe tempat kamu duduk sekarang ini adalah milik keluarga david. Atau malah kamu sengaja kesini dan berharap bertemu dengan david " Ucap naura dengan sedikit berteriak
Tentu saja dia tidak terima dengan sikap yuna yang mengabaikan nya. Dan menuduh yuna kalau dia datang ke cafe milik keluarga david, ia lah ingin bertemu dengan david.
Yuna membulatkan kedua bola mata nya, ia benar-benar kaget saat mengetahui kalau cafe ini adalah milik dari keluarga david. Andai saja dia tahu dari awal mana mungkin dia mau menginjakan kaki nya dicafe ini
" Kamu jangan sembarangan menuduh orang ya. Aku benar-benar nggak tau kalau cafe ini milik keluarga david. andai aku tau mana sudi aku menginjakan kaki aku ditempat ini " Ucap yuna. Yang kemudian bangkit dari duduk nya lalu mengambil kembali tas nya
" Alah... Itu kan cuman alasan kamu doang " Bantah naura, yang tetap dengan pendirian nya kalau ia sangat yakin bahwa yuna datang ke cafe itu karena ingin bertemu dengan david
" Terserah kamu mau bilang apa!!! " Ucap yuna. Ia tahu mau bagaimana pun dia menjelaskan yang sebenar nya, naura pasti tidak akan percaya itu. Jadi sekarang lebih baik dia meninggal kan cafe itu. Karena pengunjung cafe sudah mulai melihat kearah mereka
" tunggu!!! " ucap naura sambil memegang lengan yuna, agar tidak bisa pergi.
" Lepas. Jangan pegang-pegang " Ucap yuna, lalu menepis tangan naura dari lengan nya
Terlihat naura seperti tengah mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Lalu kemudian dia tersenyum dengan senyuman meremehkan kearah yuna.
" Nampak nya kamu akan sangat kecewa, karena kamu sudah tidak lagi mempunyai kesempatan untuk merebut david dari aku karena.... " Ucap naura lalu kemudian dia berjalan mendekat kearah yuna
__ADS_1
Lalu dia menempelkan sebuah lembaran yang mirip seperti sebuah undangan pernikahan ditelapak tangan yuna. " Karena aku akan segera menikah dengan david " Sambung nya
Naura pun menyunggingkan sebuah senyuman kemenangan, dan sangat menantikan ekspresi yuna setelah dia menerima undangan pernikahan diri nya dan david