
Entah kebetulan atau keberuntungan, karena PT. Rajawali perkasa, ternyata sedang membuka lowongan pekerjaan. Yang tentu saja tidak akan yuna sia-sia kan kesempatan itu
...----------------...
Setelah Melengkapi berkas-berkas yang diperlukan untuk melamar pekerjaan diperusahaan itu. Kini yuna sudah siap untuk membuka kembali lembarang baru kehidupan nya
Namun tentu saja tidak mudah bagi nya untuk mendapatkan izin dari kedua orang tua nya, kalau dia akan bekerja ditempat lain. Dan setelah perdebatan yang cukup panjang, akhir nya yuna mendapatkan izin dari kedua orang tua nya
" Yuna. Kenapa kamu nggak kerja di perusahaan papah saja, kalau pun kamu memang tidak ingin diperlakukan spesial, papah siap memperlakukan kamu seadil-adil nya, sebagaimana papah memperlakukan karyawan papah yang lain " Ucap bagas
Sebenarnya yang paling membuat bagas keberatan untuk mengizinkan putri nya itu bekerja ditempat lain, ia lah karena dia tidak bisa lagi mengawasi putri nya dari dekat. Andai saja kalau putri nya bekerja diperusahaan milik keluarga mereka, pasti lah bagas masih bisa memantau putri nya dari dekat
Karena dia sudah berjanji dengan diri nya sendiri, kalau dia akan menjaga putri nya dengan segenap jiwa dan raga nya, dan tidak akan membiarkan siapa pun bisa menyakiti putri nya.
" Pah pleas.... " Jawab yuna dengan wajah cemberut nya. Karena dia sudah sangat bosan mendengarkan papah nya berbicara seperti itu
Yuna tau mengapa papah nya itu bersikeras menyuruh nya bekerja di perusahaan keluarga mereka saja, yaitu agar papah nya masih bisa mengawasi nya
namun yuna ingin keluar dari zona nyaman nya. Dia yakin kalau dia masih bisa menjaga diri nya, karena dia tidak bisa kalau terus bergantung dengan orang tua nya. Di tambah dia sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan yang ingin dia ambil.
" Ya sudah kalau memang kamu bersikeras ingin bekerja di tempat lain. Tapi ingat pesan papah hanya satu jaga diri kamu " Ucap bagas.
Ia pun dengan sangat berat hati memberikan izin kepada putri nya itu.
Mendengar itu yuna pun menyunggingkan senyuman nya. Setelah itu ia pun menyantap sarapan nya dengan sedikit terburu-buru, karena dia tidak ingin sampai terlambat tiba diperusahaan, walau pun sebenar nya hari ini dia hanya menyerahkan surat lamaran saja
__ADS_1
Walau pun demikian yuna begitu bersemangat, dan dia optimis kalau dia bisa diterima bekerja diperusahan yang bergerak dibidang properti itu. Karena dia sudah mempersiapkan diri nya sebaik mungkin, kalau nanti nya dia akan dipanggil kembali untuk wawancara.
" Mah pah. Aku udah selesai sarapan " Ucap yuna.
Kemudian dia pun bangkit dari duduk nya, lalu mengecup pipi kedua orang tua nya secara bergantian. " Aku berangkat ya. Doa-in semoga hari ini lancar "
" Iya. Hati-hati ya sayang " Jawab laras sambil tersenyum, melihat putri nya yang sudah mulai bersemangat kembali menjalani keseharian nya
Setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya, yuna pun berangkat menuju perusahaan dimana dia akan melamar bekerja.
Berbeda dengan laras yang nampak tersenyum, bagas malah terlihat murung, melepas kepergian putri mereka
Laras pun menghembuskan nafas nya panjang kala melihat raut wajah suami nya yang nampak murung. Ia sangat mengerti kekhawatiran suami nya, namun apa salah nya jika mereka memberikan kepercayaan kepada putri mereka
Mendengar apa yang dikatakan oleh sang istri, bagas pun hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang. Dan laras pun tersenyum melihat kelakuan suami nya itu yang sudah seperti seorang pacar yang sangat posesif.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini yuna telah sampai didepan sebuah perusahaan yang besar nya tidak kalah jauh dengan besar perusahaan milik keluarga nya. Dan yang paling membuat yuna tercengang adalah panjang nya antrian, yang sudah dapat ditebak kalau itu adalah antrian orang-orang yang juga ingin melamar bekerja diperusahaan itu
" Antrian nya sangat panjang non, ditambah cuaca nya juga sangat panas. Apa non yakin mau ikut mengantri " Tanya pak agus, yang merupakan sopir pribadi yuna
Tentu saja pak agus khawatir untuk membiarkan nona nya itu ikut mengantri dibawah terik nya sinar matahari, karena selama dia bekerja sebagai sopir pribadi dari sang nona, sekali pun dia tidak pernah melihat nona nya itu mengantri atau pun berpanas-panasan
Yuna pun terlihat menelan saliva nya. Karena dia sama sekali tidak pernah menduga kalau melamar kerja akan sesulit ini, ia harus mengantri sambil berpanas-panasan yang dengan membayangkan nya saja sudah mampu membuat yuna bergidik, dan sudah terbayang bagaimana capek nya nanti
__ADS_1
Namun dia tidak boleh menyerah hanya karena dihadapkan oleh rasa lelah, karena tidak ada keberhasilan kalau tidak ada perjuangan.
Ayo yuna semangat!!!! Kamu pasti bisa...
" Iya nggak apa-apa kok pak. Bapak pulang dulu aja karena kayak nya butuh waktu yang cukup lama untuk mengantri. Nanti kalo udah selesai aku telpon bapak untuk jemput " Ucap yuna.
Setelah mengatakan itu yuna pun keluar dari dalam mobil alpard berwarna putih milik nya. Dan entah mengapa atau kah hanya perasaan yuna saja, kalau orang disitu seperti memandangi nya yang baru saja keluar dari dalam mobil
Namun yuna tidak ingin ambil pusing. Sekarang yang menjadi fokus nya hanya lah ia harus berhasil menyerahkan lamaran kerja nya.
" Non tunggu dulu " Ucap pak agus dengan nada sedikit berteriak
" Iya ada pak? " Tanya yuna.
Dengan sedikit berlari pak agus memberikan sebuah payung untuk sang nona. Karena tadi dia menemukan sebuah payung didalam mobil, dan payung itu pasti sangat dibutuhkan oleh sang nona
" Ini saya melihat kalau ada payung dimobil. Pasti akan sangat non butuh kan, karena sekarang cuaca nya sangat terik " ucap pak agus. Sambil menyerahkan payung itu
" Iya makasih ya pak " Jawab yuna lalu menerima payung yang diberikan oleh pak agus.
Dan setelah itu pak agus pun pergi bersama mobil nya. Dan lagi-lagi saat yuna ingin kembali melangkahkan kaki nya untuk masuk kedalam antrian, ia merasa kalau semua orang yang ada disitu menatapi nya dengan tatapan yang tidak bisa yuna artikan
"Dasar. Jelas-jelas dia punya sopir pribadi begitu, pasti dia anak orang kaya, tapi masih aja sok-sokan mau ngelamar kerja " Ucap seorang perempuan yang jarak nya tidak terlalu jauh dari yuna, sehingga dia dapat mendengar jelas kalau ada orang yang tengah membicarakan nya
Pernyataan perempuan yang tengah menyinggung yuna itu pun di iyakan serentak oleh sebagian orang yang juga tengah mengantri, namun sebagian yang lain nampak tidak memperdulikan
__ADS_1