
" Iya nanti mamah bilangin sama papah kamu. Sekarang kamu makan dulu ya " Ucap laras sambil tersenyum
...----------------...
Tok... Tok... Bagas mengetuk pintu kamar lalu kemudian dia pun masuk. " loh kamu kok belum tidur? Udah jam berapa ini? " tanya bagas kepada sang istri, yang ternyata masih belum tidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam
tanpa menjawab pertanyaan dari suami nya, laras langsung membantu suami nya untuk melepaskan setelan jas kerja nya. Tadi siang bagas baru bisa berangkat ke kantor setelah melihat putri nya tertidur dengan lelap, baru lah dia bisa tenang dan berangkat ke kantor
" Kamu belum jawab pertanyaan aku, kenapa kamu masih belun tidur hem? " tanya bagas kembali, lalu mengelus pucuk kepala sang istri, yang masih sibuk melepaskan kancing-kancing kemeja nya
" aku sengaja nggak tidur karena nungguin mas pulang " jawab laras
lalu laras memasukkan baju kotor suami nya ke dalam keranjang, kemudian memilihkan baju piyama sebagai baju ganti suami nya
" loh kok tumben. Memang nya ada apa? " tanya bagas. Yang merasa heran karena istri nya itu tidak pernah menunggu nya pulang dari kantor apa lagi sampai selarut ini
karena diri nya sendiri lah yang melarang sang istri untuk menunggu nya pulang dari kerja, karena jam kerja nya yang tak bisa di tebak. Dan dia tidak ingin membuat istri nya kelelahan hanya untuk menunggu nya, karena istri nya pun punya pekerjaan yang cukup membuat nya lelah
" udah nggak perlu banyak tanya. Sana mandi!!! " jawab laras. Sambil menyerahkan baju yang sudah dia siapkan
dengan tersenyum nakal bukan nya mengambil baju yang sudah istri nya siapkan untuk nya, bagas malah menarik tangan istri nya untuk ikut bersama nya masuk ke dalam kamar mandi
" mas lepasin mas! " pinta laras. Namun tubuh nya nampak pasrah dan mengikut saja kemana suami nya mau membawa nya
__ADS_1
setelah membawa istri nya untuk ikut masuk ke dalam kamar mandi, bagas pun mengunci pintu kamar mandi itu. Dan membuat laras menjadi salah paham akan hal itu
sontak laras menyilangkan kedua tangan di depan dada nya " mas kamu jangan aneh-aneh. Kalau kamu mau aku siap melayani kamu kapan saja, tapi aku nggak mau di sini " ucap laras dengan nada bicara yang terdengar sangat serius
bagas tertegun mendengar apa yang di katakan oleh sang istri. Dan beberapa detik kemudian dia pun tertawa, setelah mengerti maksud dari perkataan sang istri. Yang nampak nya sudah salah paham dengan nya
" kamu tenang saja, aku tidak pernah punya fantasi seperti itu " ucap bagas sambil tertawa renyah
kemudian dia pun masuk ke dalam bathtub " aku mau minta tolong sama kamu, bantu aku untuk keramas " ucap nya
seketika pipi laras memerah karena malu, bisa-bisa nya dia punya pemikiran kalau suami nya mengajak nya melakukan itu di kamar mandi
laras kamu kenapa jadi bodoh begini. Bagaimana kalau sampai mas bagas berpikir kalau kamu mesum, karena sudah punya pemikiran seperti itu
setelah merutuki diri nya sendiri. Laras pun duduk dipinggiran bathtub, lalu menuangkan secukup nya sampho di tangan nya, lalu mengeramasi sambil memijit pelan kepala suami nya
bagas pun merasa sekujur tubuh nya menjadi rileks setelah tadi sempat menegang, karena bergulat dengan pekerjaan selama berjam-jam membuat kepala nya sakit
" oh ya kamu masih belum bilang kenapa kamu nungguin aku sampe jam segini. Pasti ada yang pentingkan yang ingin kamu katakan? " tanya bagas dengan mata terpejam
laras pun nampak terlihat berpikir. Ia berpikir apa kah sekarang waktu yang tepat untuk mengatakan tentang permintaan putri nya tadi siang. Karena dia takut membuat suami nya marah kembali, karena sekarang suami nya itu nampak sangat lelah
" nggak apa-apa kok mas " ucap laras. Yang pada akhir nya ia memutuskan untuk tidak mengatakan itu sekarang
__ADS_1
namun tentu saja bagas tidak langsung mempercayai apa yang di katakan oleh istri nya. Ia yakin pasti ada sesuatu yang ingin istri nya itu katakan, namun entah mengapa dia tidak jadi untuk mengatakan sesuatu itu kepada nya
bagas pun memutar tubuh nya untuk berhadapan dengan sang istri dan menatap kedua netra itu dengan lekat " katakan saja, jangan ada yang di sembunyikan " ucap bagas sambil mengelus punggung tangan istri nya
laras pun hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang, karena dia tidak pernah bisa berbohong di depan suami nya, entah dia yang tak pandai berbohong atau suami nya yang terlalu jeli
" bukan nya aku nggak mau cerita. Cuman sekarang mas pasti capek kan, jadi lebih baik mas istirahat saja dulu, cerita nya kan bisa besok-besok " ucap laras
" nggak ada besok-besok. Kamu mau buat aku nggak bisa tidur karena penasaran, cepat ceritakan " ucap bagas. Yang membuat laras kehabisan kata-kata
" ini masalah yuna " ucap laras. Bagas pun mengerutkan kedua alis nya meminta istri nya itu untuk melanjut kan cerita nya
" aku mohon mas jangan melarang yuna untuk bekerja di perusahaan itu. Kasihan mas dia sudah berjuang sampai dia sakit, masa mas mau dia menyerah di tengah jalan, itu sama saja mas nggak menghargai perjuangan yuna " ucap laras
terdengar bagas membuang nafas nya panjang lalu kembali memutar badan nya membelakangi sang istri
" memang nya apa alasan kamu terus saja membela anak itu. Apa kamu tidak khawatir dia baru saja pergi melamar kerja tapi sudah sakit seperti itu, bagaimana nanti kalau sudah kerja lembur dan sebagai nya " ucap bagas sambil memijat pelipis nya yang terasa sakit
" karena aku senang melihat yuna bahagia melakukan sesuatu yang dia sukai dan menjadi pilihan nya. Apa kamu tega melihat dia terus-terusan bersedih seperti beberapa bulan terakhir ini. Dan sekarang dia sudah mulai kembali seperti dulu lagi mas, kamu malah mau menghilangkan itu " Ucap laras. Yang tak terasa bulir-bulir bening nya ikut mengalir
" kalau di tanya aku khawatir atau tidak, aku yakin mas sendiri pun tahu jawaban nya. Dan dimana pun yuna bekerja, sekali pun itu di perusahaan keluarga kita, lembur dan sebagai nya itu sudah pasti ada "
" kalau mas terus memaksakan kehendak mas untuk membuat yuna bekerja di perusahaan kita, yuna mungkin tidak dapat menolak kehendak mas. Namun belum tentu yuna bahagia melakukan sesuatu yang bukan pilihan nya " sambung laras
__ADS_1
setelah mengatakan itu laras pun akhir nya merasa lega, karena dia sudah mengeluarkan hal yang mengganjal di hati nya