
Namun setelah acara pertemuan itu, ia belum juga mendapat kan kabar apa kah mereka setuju untuk menjual lahan itu atau tidak. Dan sekarang tiba-tiba saja direktur perusahaan itu menelpon nya secara pribadi membuat nya begitu amat terkejut
...----------------...
" apa yang dia katakan. Apa kah dia setuju dengan penawaran kita " tanya erlan yang terlihat begitu bersemangat
" beliau tidak membicara kan masalah itu tuan " jawab wili
mendengar itu erlan pun mengerut kan ke dua alis nya. Kalau bukan masalah tawaran yang beberapa waktu lalu dia lakukan, seperti nya dia tidak mempunyai urusan lain lagi dengan direktur perusahaan itu
dan seingat nya pun dia tidak mempunyai sedikit pun masalah dengan perusahaan itu. Lalu ada apa direktur perusahaan itu menghubungi nya
" terus dia membicara kan apa? " tanya erlan dengan heran
" Jadi begini. Putri dari pak bagas yaitu direktur perusahaan PT. Adaro energy, melamar bekerja di perusahaan ini. Jadi beliau meminta untuk kita segera menghubungi putri pak bagas untuk melakukan tes wawancara "
" Dan beliau bilang. Kita tidak harus menerima putri nya untuk bekerja di sini apa bila kemampuan putri nya memang masih belum cukup untuk menjadi karyawan di perusahaan ini. Tetapi beliau memohon agar kita segera menghubungi putri nya untuk mengikuti wawancara. Jadi di terima atau tidak nya dia untuk bekerja di sini, tergantung pada kemampuan nya sendiri "
" begitu lah yang beliau katakan " ucap wili menjelas kan panjang kali lebar. Tentang pembicaraan nya tadi dengan direktur perusahaan PT. Adaro energy
Terdengar erlan membuang nafas nya dengan kasar " Jadi pada inti nya dia ingin menyogok kita. Hah... Mana bisa aku menerima anak manja bekerja di perusahaan aku ini, yang ada dia hanya akan membuat ke kacauan " ucap erlan
" Kalau tuan bersedia membantu, pak bagas bilang beliau akan menyetujui tawaran yang tuan ajukan " Ucap wili
__ADS_1
Erlan pun tertegun mendengar nya, karena dengan begitu mudah bagas menyetujui tawaran nya hanya demi membantu putri nya. Membuat nya tiba-tiba menjadi penasaran bagaimana kah bentuk putri bagas yang sudah dia cap sebagai anak yang manja
Setelah dia pikir-pikir tidak ada rugi nya juga kalau dia menyetujui permintaan dari direktur itu. Karena dia pun tidak di harus kan untuk menerima kalau memang perempuan itu tidak memenuhi standar sebagai karyawan di perusahaan nya
malahan di sini ia lah yang mendapat kan ke untungan, karena akhir nya setelah penantian cukup lama ia berhasil mendapat kan lahan itu. Hanya dengan memanggil anak dari direktur itu untuk wawancara setelah dia melamar bekerja di perusahaan yang dia pimpin
" Coba bawa ke sini cv milik perempuan itu " ucap erlan. Sekarang ia benar-benar ingin tahu seperti apa kah batang hidung anak dari direktur perusahaan tersukses itu.
Tanpa butuh waktu yang lama. Ternyata wili sudah lebih dulu membawa kan cv milik perempuan itu, yang kemudian langsung dia serah kan kepada tuan nya
tanpa basa-basi erlan langsung membaca semua yang tertulis pada cv itu. Tiba-tiba saja ke dua alis nya nampak berkerut kala melihat foto yang tertempel di surat lamaran kerja itu, dan selang beberapa detik kemudian sebuah senyuman terbentuk di sudut bibir nya
wili yang melihat itu pun menjadi penasaran sekaligus takut.
" Baik tuan. Tapi pak bagas juga mengatakan, kalau masalah ini jangan sampai diketahui oleh putri beliau " ucap wili
" ayah yang sangat baik " kata itu lah yang keluar dari mulut erlan, dan tentu nya mata nya terus tertuju pada selembar foto berlatar merah itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Mas apa yang kamu lakukan " Tanya laras dengan nada sedikit berteriak
Laras berniat untuk mengantar kan secangkir kopi hitam untuk suami nya yang tengah bekerja di ruang kerja nya. Namun sebelum dia masuk dia mendengar kalau suami nya itu tengah berbicara dengan seseorang lewat telpon
__ADS_1
Dan alangkah terkejut nya ia sangat mendengar apa yang suami nya itu bicara kan. Suami nya meminta kepada orang yang ia hubungi itu, untuk segera memanggil putri mereka yaitu yuna untuk mengikuti wawancara. Dan sebagai sogokan nya ia menyetujui sebuah tawaran yang laras sendiri pun tidak tahu tawaran apa itu
namun dia tidak memperduli kan tawaran apa pun yang di setujui oleh suami nya. Yang menjadi pusat perhatian nya sekarang adalah bagaimana perasaan putri nya jika dia mengetahui apa yang di lakukan oleh papah nya itu
" Sayang. Apa maksud kamu " tanya bagas yang nampak terkejut dengan ke datangan istri nya yang secara tiba-tiba itu.
" Seharus nya aku yang tanya sama mas. Apa maksud mas meminta pihak perusahaan itu untuk segera memanggil yuna untuk wawancara, apa mas nggak yakin dengan ke mampuan putri mas sendiri " Ucap laras
Seperti dugaan nya kalau istri nya itu telah mendengar kan pembicaraan nya dengan asisten direktur perusahaan tempat putri nya melamar bekerja itu.
" Sayang. Jangan kencang-kencang bicara nya nanti yuna dengar " Ucap bagas
Laras pun baru sadar kalau sekarang putri nya sedang berada di kamar nya. Dan bisa saja putri nya mendengar apa yang dia katakan, namun dia berharap semoga saja putri nya tidak mendengar apa yang barusan dia katakan
" Kamu tenang dulu ya dengerin penjelasan aku " ucap bagas dengan lembut.
lalu bagas pun menarik tangan istri nya untuk mengikuti nya duduk di sofa.
" Bukan nya aku nggak percaya dengan ke mampuan yuna. Hanya saja aku tidak mau melihat dia kecewa karena tak kunjung di panggil untuk wawancara. Lagi pula kamu pasti juga sudah dengar kan, kalau aku bukan meminta mereka untuk harus menerima yuna bekerja di situ, aku hanya meminta agar mereka memanggil nya untuk wawancara " Ucap bagas berusaha menjelas kan mengapa ia melakukan hal itu
" Semua tergantung pada hasil wawancara itu sendiri. Seandai nya yuna di terima bekerja di situ, itu tanda nya karena kemampuan yuna sendiri " sambung nya, berusaha memberi kan penjelasan kepada istri nya yang sudah salah paham dengan maksud baik nya
Laras pun hanya bisa terdiam, karena semua yang di katakan oleh suami nya itu memang benar. Dia sendiri pun juga tidak tega jika harus melihat putri nya kecewa walau pun putri nya tidak pernah memperlihat kan kekecewaan itu di depan mereka
__ADS_1
" tapi bagaimana kalau yuna sampai tahu, dia bisa saja salah paham mas " ucap laras