HATI-HATI Dijalan

HATI-HATI Dijalan
Bab11 Demam tinggi


__ADS_3

Naura pun menyunggingkan sebuah senyuman kemenangan, dan sangat menantikan ekspresi yuna setelah dia menerima undangan pernikahan diri nya dan david


...----------------...


Sebuah bayangan kalau yuna akan menangis tersedu-sedu karena sedih kalau ia dan david akan segera menikah. Sudah terpampang jelas dikepala naura, dan dia sangat menantikan moment itu tiba yang menurut nya tidak akan lama lagi


Namun sangat jauh dari yang ia bayangkan, kalau yuna akan menangis karena sedih. Kenyataan nya sangat berbeda dengan ekspetasi nya, yuna malah terlihat tersenyum sambil membaca surat undangan yang telah dia berikan.


" Hahaha.... Aku sempat takut lo, kalau anak itu nanti akan lahir sebelum kalian menikah " Ucap yuna sambil tersenyum secerah matahari yang tak tertutup oleh awan


Mendengar itu naura menggertakkan gigi nya, marah bercampur malu begitu lah yang sekarang tengah ia rasakan.


Melihat kalau lawan bicara nya itu sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi yuna pun tersenyum, lalu kemudian dia berkata. " Kalau tidak ada kendala aku pasti akan datang, untuk memberikan selamat atas pernikahan kalian " Ucap yuna


Setelah mengatakan itu dia pun memutuskan untuk segera meninggalkan naura yang terlihat sudah ingin meledak karena kata-kata nya yang barusan diakatakan.


" Menarik... Setidak nya dia sudah tidak gemetar lagi seperti waktu lalu " Gumam salah seorang pengungjung cafe.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan hari nya. Bagas dan laras begitu gelisah dan nampak tak bisa tenang bahkan untuk mendudukkan tubuh mereka sebentar saja sangat sulit mereka lakukan, karena perasaan mereka yang tak tenang


Dan penyebab perasaan mereka tak tenang ia lah, yuna putri semata wayang mereka tengah sakit, sejak tadi malam yuna tiba-tiba terserang demam tinggi


dan tidak bisa yuna pungkiri tubuh nya seperti itu, pasti karena ia yang berpanas-panasan berjam-jam lama nya untuk menyerahkan surat lamaran bekerja nya. Ia sama sekali tidak menyalahkan kondisi pada saat itu, melainkan ia menyalahkan tubuh nya yang sangat lemah dan terbiasa dimanjakan, sehingga tidak bisa lelah sedikit saja maka ia akan sakit

__ADS_1


" Yuna kita pergi kerumah sakit saja ya, demam kamu belum turun-turun papah nggak bisa tenang jadi nya " ucap bagas


" nggak pah. Dokter kan tadi udah bilang, kalau yuna baik-baik saja cuman sedikit kecapean, nanti demam nya juga turun sendiri. Lagian tadi yuna udah minum obat " Jawab yuna


Ia terus-terusan menolak orang tua nya yang ingin membawa nya kerumah sakit untuk diperiksa, karena menurut nya itu terlalu berlebihan. Lagi pula tadi mereka sudah memanggil dokter pribadi mereka ke rumah untuk memeriksa yuna


Dan dokter mengatakan kalau tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ia hanya perlu istirahat dan meminum obat yang sudah ia resepkan. Dan menurut yuna itu sudah cukup, dan tidak perlu lagi pergi kerumah sakit.


" kamu kenapa sih menolak terus " Ucap bagas yang mulai frustasi karena dia tidak akan bisa tenang kalau demam sang putri belum turun. Bahkan dia sampai menunda rapat penting, karena tidak bisa pergi kekantor


" Pah. yuna seperti ini karena tubuh yuna yang terlalu lemah, yuna kemana-mana selalu diantar jemput sama pak agus sehingga yuna nggak pernah olahraga " Ucap yuna


" Itu nggak bener. Kamu seperti ini gara-gara panas-panasan mengantri kemarin kan " Bantah bagas


" Yuna nggak mau " Teriak yuna.


Perdebatan sengit pun terjadi antara anak dan ayah. Membuat laras yang baru saja tiba sehabis dari dapur, menjadi sangat terkejut mendengar pertengkaran itu


Dengan segera laras menarik tangan sang suami untuk keluar dari kamar putri mereka.


" Mas. yuna itu belum sembuh, apa kamu mau membuat yuna semakin parah " Ucap laras memarahi suami nya.


" Ya habis nya aku nggak habis pikir kenapa dia begitu sangat ingin bekerja diperusahaan itu, padahal kita punya perusahaan yang siap menerima dia, tanpa harus mengantri-ngantri panas-panasan, sampai buat dia sakit begitu " Jawab bagas.


Sekarang laras lah yang tak habis pikir dengan sikap suami nya, walau pun sekarang dia tengah marah, namun tidak seharus nya berdebat dengan putri mereka yang jelas-jelas sekarang tengah sakit

__ADS_1


" Mas meski pun kamu mempunyai pemikiran yang berbeda dengan yuna, kan bisa membicarakan nya baik-baik setelah dia sembuh nanti, sekarang bukan waktu nya kamu berdebat dengan nya " Ucap laras memarahi sang suami. Yang makin hari makin posesif kepada putri mereka


Laras tahu suami nya bersikap demikian bukan tanpa alasan. Setelah kejadian waktu itu dimana david orang yang telah bagas kasih kepercayaan untuk menjaga putri mereka, namun ternyata telah mengkhianati putri mereka dalam waktu yang cukup lama


Dan karena itu yuna jadi sangat sering menangis, yang tentu saja hati orang tua mana yang tidak ikut sedih ketika melihat putri mereka disakiti perasaan nya dengan begitu sadis. Dan semenjak saat itu sikap bagas terhadap putri mereka berubah menjadi sangat posesif


Semua itu ia lakukan karena dia tidak ingin lagi ada orang yang menyakiti putri nya. Karena menyakiti putri nya sama dengan menyakiti diri nya.


" Ya sudah. Sekarang suruh dia untuk makan kemudian istirahat " Ucap bagas. Lalu kemudian dia berlalu pergi


Laras pun hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang, lalu kemudian dia kembali masuk kedalam kamar sang putri


" Sayang sekarang kamu makan dulu ya. Nanti setelah makan kamu istirahat, dan mamah yakin setelah nanti kamu bangun pasti demam nya akan turun " Ucap laras sambil membawa nampan berisikan semangkok bubur


Yuna menatap kedatangan sang mamah dengan tatapan sendu. Ia sangat takut setelah pertengakaran nya tadi dengan sang papah, akan membuat papah nya mengangkat kembali izin yang sudah susah payah dia dapatkan, untuk bekerja ditempat lain selain perusahaan keluarga mereka


" Ayo buka mulut nya, biar mamah suapin! " Ucap laras sambil mengarahkan sesendok bubur kearah mulut putri nya


" Mah. Yuna mohon bilangin sama papah, bukan nya yuna nggak mau kerja diperusahaan keluarga kita, hanya saja yuna pengen cari pengalaman lebih dulu di luar "


" Dan kemarin yuna sudah belajar banyak sekali, bagaimana susah nya untuk mencari pekerjaan, harus mengantri berjam-jam hanya untuk menyerahkan cv, yang belum tentu kita diterima " sambung nya


Laras tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh sang putri, ia sangat mengerti akan pemikiran putri nya. Hanya saja nampak nya bagas menolak untuk mengerti akan maksud baik dari putri mereka karena tertutup oleh rasa khawatir nya yang begitu besar


" Iya nanti mamah bilangin sama papah kamu. Sekarang kamu makan dulu ya " Ucap laras sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2