
" Tuan. orang yang anda panggil sudah datang " ucap wili dengan sopan.
...----------------...
Mendengar itu erlan pun mengangkat kepala nya lalu menatap orang yang sekarang beridiri di hadapan nya
Debaran jantung yuna pun semakin kencang. Kala melihat laki-laki tampan di depan nya itu menatap nya dengan intens mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala nya, dengan tatapan mata nya yang tidak bisa yuna arti kan.
Setelah menatap yuna dalam waktu yang cukup lama, erlan pun mengalih kan pandangan nya kepada sang asisten yang sekarang masih setia berdiri di samping yuna sambil menunggu instruksi dari tuan nya " kamu lanjut kan pekerjaan kamu " ucap erlan
wili pun membungkuk kan badan nya lalu kemudian dia pun keluar dari ruangan itu, meninggal kan yuna yang nampak sudah berkeringat dingin karena gugup, dan sang tuan yang terlihat sangat aneh.
Setelah wili keluar. Ruangan itu pun terasa sangat mencekam, dan yuna tetap setia menunduk kan kepala nya tanpa berani menatap orang di depan nya
" Saya yang akan mewawancarai kamu, apa kamu keberatan dengan hal itu? " ucap erlan
" Tentu saja tidak. Malahan saya merasa sangat terhormat karena di wawancara langsung oleh direktur " Jawab yuna. Ia benar-benar berusaha untuk menutup kegugupan nya
namun tubuh nya sama sekali tidak bisa di ajak untuk kompromi, karena terlalu gugup membuat lutut yuna rasa nya sangat lemas, sehingga terlihat bergetar. Dan tentu saja erlan dapat melihat itu dengan jelas, karena sekarang yuna menggunakan rok yang cukup ketat dengan tinggi sedikit di bawah lutut
sehingga erlan dapat melihat kaki yuna yang bergetar. Dan saat ia menyadari itu erlan pun mengulum senyum nya.
kamu memang pandai menutupi kegugupan kamu dengan kata-kata yang terdengar sangat menyakin kan. namun sayang badan kamu terus saja tidak bisa berbohong...
__ADS_1
" Bagus kalau kamu merasa begitu. Silah kan kamu duduk terlebih dahulu " ucap erlan
ia pun mempersilah kan yuna untuk duduk, karena dia takut kalau dia terus membiar kan yuna berdiri, maka akan segera terjatuh karena kaki nya yang benar-benar bergetar dengan kuat.
" terima kasih direktur " jawab yuna. Kemudian dia pun mendudukan tubuh nya di sofa yang ada di ruangan itu
Erlan mengerut kan kedua alis nya kala mendengar yuna memanggil nya direktur. Walau pun sebenar nya tidak ada yang salah dengan panggilan yang di berikan yuna, namun erlan yang mendengar itu keluar dari mulut yuna merasa tidak senang
Setelah itu erlan pun bangkit dari kursi kekuasaan nya, lalu ikut mendudukan tubuh nya di sofa dengan posisi berseberangan dengan yuna.
" bagaimana apa kamu sudah siap untuk memulai wawancara " tanya erlan. Karena dia memang tipe orang yang tidak suka berbasa-basi.
" Iya direktur saya sudah siap " Jawab yuna dengan percaya diri, walau pun sebenar nya jantung nya hampir meledak karena berdegup begitu kencang. Namun dia sudah benar-benar yakin kalau diri nya sudah siap untuk mulai di wawancara
nampak nya kerja keras dalam mengulang-ulang pelajaran yang sudah papah nya ajar kan kepada nya, membuah kan hasil yang sangat memuas kan.
erlan sendiri pun tidak dapat membohongi diri nya sendiri untuk tidak memuji kemampuan perempuan muda di depan nya itu, bahkan dia sudah memberikan pertanyaan menjebak yang selama ini banyak membuat para pelamar kerja jatuh pada pertanyaan itu
namun dia di buat kagum karena yuna benar-benar bisa menjawab pertanyaan itu dengan sangat santai, seperti terlihat dia sudah mempersiap kan semua nya dengan sangat matang.
dan penilaian awal erlan yang menganggap kalau yuna hanya lah anak perempuan yang manja dan tidak memiliki kemampuan apa-apa, kini benar-benar di patah kan langsung oleh yuna
" Bagus kamu mampu menjawab semua pertanyaan dari saya " ucap erlan yang tidak bisa menyembunyi kan kekaguman nya
__ADS_1
" Terima kasih direktur " Jawab yuna. Dia benar-benar terharu sampai membuat nya ingin menangis karena dia mendapat kan pujian dari sang direktur, yang menandakan kalau perjuangan nya selama ini tidak sia-sia
" Sebenar nya tidak ada alasan bagi saya untuk tidak menerima kamu untuk bekerja di sini, karena melihat dari kemampuan dan segi prestasi yang selama ini sudah kamu dapat kan "
" Namun ada satu hal yang membuat saya ragu untuk menerima kamu bekerja di sini. Karena kamu mempunyai scandal perselingkuhan. Karena saya sangat mementing kan latar belakang yang bersih bagi setiap karyawan-karyawan saya " Ucap erlan
Seketika senyuman yuna memudar setelah mendengar apa yang direktur muda itu katakan
dari mana dia tahu tentang hal itu dan siapa yang sudah memberitahu nya. Itu lah pertanyaan yang memenuhi kepala nya
" Maaf saya tidak bermaksud untuk mengorek masalah pribadi kamu. Hanya saja saya memiliki standar tersendiri bagi karyawan yang bekerja di perusahaan saya " ucap erlan
melihat raut wajah yuna yang terlihat berubah dari sebelum nya yang terlihat sangat senang karena mendapat kan pujian dari nya, kini berubah menjadi murung setelah apa yang tadi dia katakan, membuat erlan merasa bersalah
" sebenar nya saya tidak tahu direktur mengetahui hal itu dari siapa. Tapi mohon izin kan saya untuk menjelas kan kejadian yang sebenar nya " ucap yuna
walau pun kata-kata yang keluar dari mulut direktur itu sangat menyakit kan bagi nya, tetapi dia menanggap itu adalah sesuatu yang wajar. Karena laki-laki di depan nya itu adalah seoarang direktur perusahaan yang sangat sukses, pasti lah dia sangat berhati-hati dalam setiap mengambil langkah, salah satu nya dengan menetap kan standar yang cukup tinggi bagi setiap orang yang bekerja di perusahaan nya
karena bisa saja karyawan yang mempunyai latar belakang yang buruk, bisa mempengaruhi citra baik dari perusahaan nya. karena papah nya pun juga menerap kan hal yang sama.
" Sebenar nya di kasus ini saya lah yang menjadi korban perselingkuhan, bukan orang yang melakukan perselingkuhan itu " ucap yuna menekan kan hal penting itu
" saya sudah berpacaran dengan mantan suami saya dari kelas 10. Dan setelah lulus dia melanjut kan pendidikan nya di LN, dan di situ lah dia mulai mengkhianati saya, yang ternyata dia berselingkuh dengan sahabat saya waktu SMA " Ucap yuna. Kedua bola mata nya sudah mulai memanas dan bulir-bulir bening nya pun sudah mau meluncur
__ADS_1