
melihat siapa yang duduk di depannya tiara langsung berdiri dari bangku nya dan membawa makanannya kemeja lain dan langsung diikuti ziyan dari belakang. sekarang tiara dan ziyan duduk behadapan.
ron datang dan menghampiri mereka dengan wajah masam karena baru pertama kali dia di tinggalkan seorang cewek yang dia hampiri apalagi tiara sangay culun dan tak menarik menurut ron iti semakin menyakiti harga dirinya.
"kenapa kau mengacuhkan ku?" tanya ron saat menghampiri tiara
tak ada jawaban dari tiara dia hanya fokus pada makanannya dan tak memperdulikan ron
"apa kau bisu sekarang?" ucap ron mulai geram
tiara tetap diam
"kau menguji kesabaran ku" ucap ton dengan penuh amarah.
"aku tak ingin mencari masalah dengan siapa pun disokolah ini aku hanya ingin tenang ! " ucap tiara dan pergi dari tempat makan itu meninggalkan ron dan ziyan disana
"apa yang salah dengannya? bukannya tadi masih baik baik saja" ucap ron karna ron tak tau Apa yang terjadi pada tiara saat pulang sekolah tadi.
"terlalu banyak yang menyukai juga tidak bagus" ucap ziyan sambil menepuk pundak ron
"apa apaan mereka berdua" ucap ron pada dirinya sendiri.
dikamar tiara menyiapkan Semu keperluan sekolahnya besok dan bersiap siap tidur.
__ADS_1
sedangkan ron dikamarnya masih berfikir tentang kejadian dengan tiara tadi.
"mengapa dia bersikap dingin lagi pada ku adahal aku kira aku sudah mendapatkan hati nya." gumam ron dalam hatinya.
keesokkan hari nya seperti biasa tiara datang kesekolah tapi ada yang berbeda pagi ini tiara merasa teman teman sekolahnya selalu melihat kepadanya dan ada juga yang berbisik bisik tentangnya tiara masih mendengar sedikit yang mereka bicarakan
"terlihat polos ternyata"
"munafik"
"hmm kita harus menjauh darinya"
"****** juga bisa sekolah disini"
sampai dikelas tiara langsung duduk ditempat nya dengan tenang mengeluarkan buku dan membacanya tampa mengiraukan setiap teman temannya yang menceritakannya dan melirik serta seperti jijik melihatnya.
"****** kamu masih punya muka datang kesini" ucap marsya
"kamu lagi " ucap tiara acuh
"aku tak akan melepaskan mu begitu saja. hahahaha tak akan ada yang membela mu sekarang ziyan sedang ada urusan dengan keluarganya" ucap marsya penuh ancaman
"menjauh lah dari ron atau kamu akan menyesal selamanya" ancam marsya
__ADS_1
tiara tetap diam dan tak mengubris ucapan marsya.
karena merasa dicuekin marsya semakin kesal dan hendak memukul tiara plaak satu tamparan mendarat dipipi tiara sehingga kaca matanya jatuh kelantai dan pecah.
tiara berjongkok dan memungut kaca matanya di lantai. saat marsya hendak memukul tiara lagi tiba tiba ada satu tangan yang memegang pergelangan tangannya.
"ro ron" ucap marsya terbata bata.
singkirkan tangan kotor mu ini ucap ron sambil menepiskan tangan marsya dengan tangannya.
"apa sekerang kamu akan memukulnya?" tanya ron dengan dingin
"aku tidak suka padanya" jawab marsya
"apa itu penting bagi ku" ucap ron
"ron kau tertipu olehnya" ucap marsya
"itu juga bukan urusan mu" ucap ron
"siapa yang berani mengganggunya lagi akan berhadapan langsung dengan ku ingat itu. ini juga berlaku untuk mu marsya" ucap ron tegas.
"apa dia sepenting itu ron" tanya marsya pada ron
__ADS_1