
tiara langsung menjalankan hukuman dari pak doni dengan membersihkan halaman sekolah saat anak anak lain kembali ke asrama mereka.
tiara dengan telaten menyapu semua sampah yang ada di lapangan tak lama terdengar suara yang sedikit familiar bagi tiara
"hai kita bertemu lagi" ucap siswa itu yang bernama ziyan.
seketika tiara berbalik" kamu?" ucap tiara yang mulai mundur beraturan
"hai jangan takut. aku tidak akan menyakiti mu dan tidak ada niat mengganggu mu". ucap ziyan
tiara berhenti tapi tetap menundukkan kepalanya
"aku ketua kelas aku di tugaskan pak doni untuk mengecek apakah kamu sudah menyelesaikan hukumanmu itu saja" jelas ziyan
tiara mengangkat kepalanya dan berkata " jadi kita teman sekelas? "
"iya " ucap ziyan meyakinnkan
"maafkan aku. aku harus pergi" ucap tiara sambil berlalu meninggalkan ziyan karena tugas nya juga sudah selesai.
__ADS_1
"hai tunggu" ucap ziyan
tiara berhenti tapi tak berkata apa pun.
"bolehkah aku bertanya tapi jawablah dengan jujur" ucap ziyan
tiara menganggukkan kepalanya.
"apa kamu takut bila berjumpa orang baru? maksud ku apakah kamu punya ketakutan bila bertemu dengan orang yang tak kamu kenal? " tanya ziyan dengan sedikit ragu.
tiara langsung melihat fokus kearah ziyan tapi masih ada ragu untuk menjawabnya jadi dia hanya diam.
"hai ayo jawablah aku tak berniat jahat kita kan teman satu kelas. "
"jadi benar ya? " tanya ziyan lagi
tiara diam lagi
"jangan ragu untuk menjawab nya. aku akan membantumu mengatasinya. tenang aku orang baik kok kebetulan ayah ku seorang psikolog dan aku suka membaca buku buku yang berhubungan dengan kejiwaan. jadi mau lah kamu bercerita dengan ku? " ucap ziyan
__ADS_1
"apa aku harus jujur pada nya tapi kan aku tidak tau siapa dia gimana ya aku jadi binggung sendiri deh kalau begini. "
ziyan melihat keraguan dari tiara dan berusaha untuk meyakinkannya.
"aku ziyan ketua kelas di lokal mu pak doni juga mengenal ku dengan baik orang tua kami berteman. dan setau ku orang tua mu jg berteman dengan pak doni. pak doni juga sudah bercerita tentang mu pada ku orang tua mu menitipkan mu pada pak doni dan menyekolahkan mu disini dengan tujuan selain belajar juga agar kamu bisa bergaul dengan teman teman mu". jelas kan ziyan panjang lebar
"sekarang bisa kah kita berteman" ucap ziyan sambil mengulurkan tangan nya.
dengan ragu tapi tiara tetap menyalami tangan ziyan dan ada rasa kehangatan di tanggannya menurut tiara.
"baiklah sekarang kita berteman ya dan kamu bisa bercerita pada ku tentang dirimu " ucap ziyan
"sebelumnya bolehkah aku bertanya " ucap tiara dengan sedikit takut
"tanyalah apa yang kamu ragukan aku akan menjawabnya kalau aku tau. " jelas ziyan
"darimana kamu tau kalau aku takut bertemu orang baru? apakah pak doni yang memberi tahu setau ku orang tua ku pun tak menegetahuinya?" tanya tiara
ziyan tersenyum karena tiara sudah mulai ada inisiatif untuk berbicara dengannya.
__ADS_1
"tak ada yang memberi tahu ku aku punya asumsi sendiri tapi awalnya aku masih ragu makanya bertanya langsung pada mu.
dari mulai kita bertemu di danau itu aku sudah memperhatikan tingkah mu sepertinya kau sangat takut. tapi aku lihat kau tidak terlalu takut dengan pak doni dan juga waktu aku baru menemui mu tadi. aku menilai semuanya." jelas ziyan