
"dia teliti sekali" gumam tiara dalam hatinya sambil sedikit tersenyum.
"apakah kamu senag bila ada orang yang memahami mu " tanya ziyan.
"hanya itu saja" tanya tiara
"tidak hanya itu aku juga menilai dari penampilan mu. mana ada cewek di zaman sekarang masih tidak berdandan seperti mu."
ziyan melihat dari atas sampai kebawah kaki tiara
"kaca mata, rambut kepang dua, baju yang kebesaran, rok kepanjangan dan tak bermek up sedikit pun. " jelas ziyan
"maksud mu aku memalukan?" tanya tiara
"bukan itu. hanya saja kamu seperti barang antik" ucap ziyan sambil mengedipkan satu matanya
"apakah aku sekampungan itu? " batin tiara
"baiklah aku mengerti. terima kasih ziyan" ucap tiara
"hai aku belum selesai " ziyan
"apa lagi " tiara
"aku akan membantu mu agar kamu bisa keluar dari masalah psikis mu itu" ziyan
"aku rasa itu tidak perlu" tiara
__ADS_1
"kalau kamu tidak mau berusaha keluar dari kondisi mu yang sekarang itu akan semakin parah kedepannya dan kamu tidak akan bisa selamanya menyembunyikan nya dari orang tua mu" . ziyan
"aku tidak suka rumah sakit" tiara
"tak harus kerumah sakit kok. kamu cukup melakukan interaksi yang baik dengan orang lain" ziyan
"kenapa kamu ingin membantu ku" tiara
"aku hanya merasa kamu baik dan ingin membantu mu " ziyan.
"hanya itu? " tiara
"ya.
apa lagi?" ziyan
"baik lah aku akn mencobanya. apa yang harus aku lakukan?" tiara
"apakah itu benar?" tanya tiara
"tentu saja. apakah kamu sekarang masih takut pada ku tanya " ziyan sambil tersenyum
"seperti nya tidak lagi " jawab tiara
"itulah contoh sederhana nya" ziyan
"ohh begitu" jawab tiara sambil mengangguk angukkan kepalanya.
__ADS_1
"baik lah aku akan mencobanya ziyan dan terima kasih ya. kamu mau menjadi teman ku" . ucap tiara
"iya sama sama semoga kedepannya kamu bisa lebih baik lagi ya. jangan takut lagi" ucap ziyan sambil memegang pundak tiara.
seketika tiara mundur selangkah untuk menjauhi ziyan. dan melihat itu ziyan tertawa keras
"jangan takut aku tak akan macam macam kok kamu lucu sekali kalau takut begitu" ucap ziyan.
"maaf ziyan aku hanya tak terbiasa saja" ucap tiara.
"tak apa aku juga reflek saja tadi. ingin membuat mu merasa kalau kita teman dan aku akan menjaga mu" ucap ziyan.
"deg deg deg jantung ku kenapa kok kayak habis lari sih. ziyan bilang ingin menjaga ku apa aku tak akan sendirian lagi? " batin tiara
"hai kenapa melamun" ucap ziyan sambil menjentikkan jarinya didepan wajah tiara
"hmm" ucap tiara yang langsung menatap wajah ziyan
"aku aku aku" ucap tiara
"kamu kenapa? " ucap ziyan sambil tersenyum
"senyuman nya sangat manis dan dia juga tampan..
apa yang terjadi pada diri ku ini?" batin tiara
"maaf ziyan aku kembali ke asrama ku dulu ya ini sudah sore aku harus segera pulang" ucap tiara smbil membalikkan badannya menjauhi ziyan
__ADS_1
"baiklah ingat pesan ku tadi ya jangan menghindar lagi. dan kalau butuh bantuan cari saja aku" ucap ziyan sambil melambaikan tangannya.
"baik lah ziyan terima kasih" tiara membalas lambaian tangan ziyan