Hati Untuk Sahabat Playboy Ku

Hati Untuk Sahabat Playboy Ku
siap bos


__ADS_3

keesokan paginya tiara berangkat kesekolah dengan enggan. ada rasa malas nya karena ada khawatir dengan respon teman temannya nanti disekolah walaupun tiara cuek tapi tak dia pungkiri juga ada rasa kecewa dan sedih pada dirinya mendengar semua fitnah untuk dirinya itu.


"bagaimana nanti aku menghadapi teman teman dikelas ya? apa aku harus kabur lagi seperti kemarin? itu bukan solusi tiara jangan menghindar lagi harus berani hadapi" gumam tiara dalam hati


tak terasa tiara tiba didepan pintu kelasnya. dengan deg degan tiara memasuki kelas.


dan hal yang tak terduga terjadi tiara disambut dengan ramah oleh teman teman sekelas nya.


"hai tiara kamu baru datang ya ayo duduk sini " ucap rani


"tiara kamu apa kabar?" tanya nia


"tiara nanti kita kekantin bareng ya" ucap ana


"tiara kenapa diam aja ayo duduk dulu" ucap siska sambil menarik tiara ketempat duduk nya.


"mereka kenapa sih? kok jadi perhatian banget" gumam tiara saking herannya melihat perubahan sikap teman temannya.


ron dan ziyan pun terlihat memasuki kelas dan pelajaran dimulai hingga terdengar bunyi bel pertanda istirahat.


"ayo kekantin tiara" ucap ana lagi


"tidak dia akan pergi dengan ku" ucap ron yang mengagetkan ana dan tiara


"ayo kekantin" ajak ron sambil menarik tangan tiara. tak ada perlawanan dari tiara hingga mereka sampai di kantin sepanjang perjalanan banyak mata yang memperhatikan mereka tapi ron tetap cuek saja tak menghiraukannya.


"mau pesan apa?" tanya ron ketika sudah sampai di kantin

__ADS_1


"aku bakso aja minumnya es teh" ya ucap tiara


"oke tunggu disini" ucap ron lalu pergi meninggalkan tiara


"hai boleh kenalan?" tanya seorang siswi pada tiara


"boleh. aku tiara" ucap tiara


"nama aku dewi" ucap siswi itu


"kamu dekat sama aaron" tanya dewi


"hanya teman saja" jawab tiara


"apa aku boleh minta nomor telfonnya? " tanya dewi


"kamu bohong ya. kalau tidak mau ngasih ya bilang aja ngak usah pakek bohong segala kalee" ucap dewi sinis


"aku tidak berbohong" ucap tiara sedikit lesu


"sudah lah percuma saja bicara sama cewek culun kayak kamu" ucap dewi sambil pergi meninggalkan tiara


tak lama ron datang dengan pesanan tiara


"ini baksonya" ucap ron


"ahh iya" ucap tiara yang kaget dengan kehadiran ron

__ADS_1


"melamun lagi kamu?" tanya ron


"jangan terlalu lama di alam fantasi mu itu" ucap ron yang sedikit terkekeh


"aku tidak menghayal ron aku hanya berfikir" ucap tiara sedikit cemberut


ron menjulurkan tangannya mengusap pucuk kepala tiara lalu berkata dengan lembut "apa kepala yang kecil ini mampu berfikir keras ?"


"nada nya lembut sih tapi niatnya jahat" ucap tiara


"buahahahaha memang apa yang kamu fikirkan?"


"sebenarnya begini ron" ucap tiara terhenti saat hendphone ron berbunyi


"tunggu aku angkat dulu ya: ucap ron pada tiara


tiara tak menjawab hanya tesenyum dan meperlihat kan jempol tangannya.


"haloo" ucap ron pada si penelpon


"iya sayang aku akan kesana sebentar lagi ya. kamu dibawakan apa?" ucap ron lagi ada si penelpon


"sip oke sayang. tunggu aku disana ya.. muuuachh" ucap ron dan mengakhiri panggilan telponnya.


"nanti kita bicara lagi culun aku mau menemui pacar ku dulu ya nanti aku tidak masuk kelas ingat kita ada janji nanti sore" ucap ron


"oke siap bos" ucap tiara

__ADS_1


__ADS_2