
dalam kamarnya tiara tidak bisa tidur selalu ada pikiran yang mengganggu nya.
"apa benar aku bisa berteman dengan banyak orang ya?
apa aku tidak akan sendiri lagi?
apa aku nanti akan bahagia ya?
tapi bagaimana caranya ya?
aku harus berusaha berinteraksi dengan semua teman teman disekolah ini juga tidak boleh menghindar lagi:". gumam tiara
sudah jam 11 malam tapi mata belum ngantuk juga ucap tiara sambil mengecak acak rambutnya
"aku jalan keluar dulu deh biar sedikit tenang" ucap tiara sambil memakai jaketnya dan berjalan menuju keluar kamarnya.
"aku jalan kemana ya kalau kedanau pasti gelap banget sekarang disana. kelapangan tidak mungkin juga. terus aku harus kemana" ucap tiara sambil terus berjalan sambil menikmati suasana malam.
tak lama terdengar suara yang membuat tiara sangat takut.
BRUUUKkk...
"suara apa itu. apa ada yang jatuh " gumam tiara
tiara melihat kesekeliling nya dengan menutar badannya tapi tak melihat apa pun tiba tiba ada rasa takut dalam dirinya dia merasa bulu kuduk nya berdiri.
__ADS_1
"aku kembali saja lah" ucap tiara sambil berbalik
"tolong aku " ucap seseorang tak jauh dari tiara berdiri tadi
tiara berbalik kembali keposisi semula dan melihat kesumber suara dengan sedikit gemetar.
"tolong aku" ucap lelaki itu lagi yang tak lain adalah ron.
tiara melihat dengan lebih teliti dan berkata
"ron? kamu ron?" tanya tiara
"iya aku ron. hai kacamata cepat bantu aku" ucap ron.
tiara masih berdiri pada tempat nya bingung apa yang harus dilakukan nya ada rasa takut dan juga kasihan. akhirnya tiara memutuskan untuk pergi baru beberapa langkah pergi meninggalkan ron tiara teringat pesan ziyan untuk tak menghindari interaksi lagi.
"hai kacamata cepat lah sedikit tolong aku kenapa kau lambat sekali?" ucap ron
"iya baiklah" ucap tiara sambil membantu ron berdiri dan memapahnya sampai kekamarnya.
sesampainya didepan kamar ron mereka berhenti dan tiara mendudukan ron di bangku depan kamarnya
"apa sandinya" tanya tiara.
"ulang tahun ibu ku" jawab ron
__ADS_1
"mana aku tau ulang tahun ibu mu" ucap tiara
"121280" ucap ron yang masih terduduk lemas
tiara menekan sandi pintu kamarnya dan membawa ron masuk kedalam kamarnya.
tiara mendudukkan ron di kasurnya. lalu tiara melihat setiap suduk ruangan disana dan tiara sedikit terkejut karena kamar ron sangat berantakan dan bisa dikatakan seperti kapal pecah.
"orang memang tidak bisa di nilai dari tampang nya saja ya" ucap tiara kecil tapi masih terdengaroleh ron
"maksudmu aku kotor?" ucap ron dengan sedikit kesal
"tidak kok" ucap tiara sambil mengeleng gelengkan kepala nya.
"baik lah aku kembali kekamar ku ya kamu kan sudah sampai dikamar mu " ucap tiara karna sejujurnya dia belum terbiasa berinteraksi Secar langsung dengan orang yang baru dikenalnya.
"tunggu dulu. " ucap ron menghentikan tiara
"kamu ternyata cewek yang jahat ya?
selama ini aku pikir kamu hanya pendiam saja ternyata kamu emang tidak pernah perduli dengan orang lain." ucap ron dengan nada sedikit kecewa.
"maaf ron bukan itu maksud ku". ucap tiara
"sudah lah pergilah sana" ucap ron.
__ADS_1
"ron maaf" ucap tiara
"pergilah aku baik baik saja ini hanya lebam dan luka kecil kan tak masalah" ucap ron