
Penjelasan yang Liam terima membuat Liam bingung dengan semua ini,keluarga Liam memang paling tidak suka kalau bagian keluarga Liam ada yang menyakiti.
"Maaf Liam...ini memang salah ku Liam"ucap cany
Liam yang melihat cany membuat Liam menjauh .
"Kenapa kau tidak menjelaskannya saat aku bertanya kepada mu cany,kau malah mengalihkan pembicaraan kita saat aku bertanya kepada mu "ucap Liam
"Aku takut Liam "ucap cany yang menangis
"Kamu tuhh,kalau kamu gak bisa jaga gala gak usah jaga gala cany "ucap Liam
"Maaf Liam ,aku nggak sengaja "
Tiba tiba Liam mendekati nenek dengan berjalan
"Lalu nek ...siapa yang telah menampar cany sampai pipi nya begitu merah "tanya Liam yang sambil melihat cany ,nenek yang mendapat pertanyaan itu langsung gugup saat ingin menjawab
"Hmmm.... Nenek..sayang ,habis nya istri kamu ,gak bagus jaga anak"ucap nenek kepada Liam
"Nenek? Nenek tega menampar cany,nek dia itu istri nya Liam nek ,dia lagi hamil anak nya Liam ,berarti ...udah dua kali nenek nampar cany ,nek jangan seperti itu ,nama nya cany belum pernah punya anak ,jadi wajar kalau cany belum paham dalam menjaga anak ,apa lagi se usia gala ,gala itu sangat aktif anak nya nek ,jadi ibu dan ayah tidak ada yang membela cany ?"tanya Liam yang mendekati tuan Takur.
Tuan Takur dan ibu Rita yang melihat Liam dan cany yang tidak akur langsung memotong pembicaraan.
Tiba tiba tuan Takur mendekati cany dengan lembut.
"Maaf Liam ,jangan membentak nenek mu seperti itu ,nenek mu harus kau hargai , permasalahan ini juga seharus nya sudah selesai,dari mana kamu tau tentang permasalahan ini Liam"ucap tuan Takur
Ibu Rita yang melihat suaminya tidak menjelaskan dengan baik
"Suami ku ,Liam itu suaminya ...jadi kalau permasalahan ini ,sudah tentu Liam harus tau ,karna seorang suami pasti tidak ingin kalau istri nya di sakiti apa lagi di tampar suami ku "ucap ibu Rita
Nenek yang melihat ibu Rita dengan tatapan sinis membuat nenek mendekati ibu Rita
"Sudah berani sekarang Rita menyalah kan ibu mu ini "ucap ibu Rita
"Ibu....bukannya aku menyalah kan ibu ,tapi ini adalah kenyataan,ibu juga punya anak perempuan yaitu aku Rita anak mu ,bagaimna perasaan mu jika aku di tampar oleh mertuaku,begitu juga ibu yang aku rasakan aku tidak mau kalau Karin dan cany di tampar oleh orang lain ibu "ucap ibu Rita yang menangis
__ADS_1
Liam yang melihat ibu Rita menangis membuat Liam memeluk ibu nya dengan cinta
"Sudah ibu ,jangan menangis lagi "ucap Liam
"Kau belum menjawab pertanyaan ayah Liam ,dari mna kamu tau kalau nenek mu menampar cany "ucap tuan Takur
"Ayah tidak perlu tau dari mna aku mengetahui nya ,yang jelas aku tidak suka kalau cany di tampar "ucap Liam yang sambil menenangkan ibu Rita.
"Sudah lah Takur pasti wanita ini yang mengatakan nya ,memang dia itu sangat pengadu ,hu kenapa harus seperti wanita ini yang masuk ke dalam rumah ini"ucap nenek kepada tuan Takur ,cany yang mendengar nenek Liam berkata seperti itu ,langsung terdiam sambil melihat Liam
"Sudah lah nek ...dia itu istri Liam "ucap Liam
"Liam ...jangan membentak nenek,gak pantas Liam "ucap cany
Liam hanya bisa terdiam saat cany menghentikan Liam.
"Liam bawa saja istri kamu ke atas ,ke kamar kamu sayang ,sudah lah nenek mu memang seperti itu "ucap ibu Rita
Liam pun mengajak istri nya naik ke atas ke arah kamar nya, dengan hati hati Liam memegangi cany yang sedang hamil ,Liam hanya bisa memandangi cany dengan diam diam.
"Ibu ... mari kita bicarakan semua ini ,aku tidak mau keluarga ini menjadi tidak utuh"ucap tuan Takur
Nenek pun menghentikan langkahnya dan menuju kearah tuan Takur dengan wajah nenek yang Takut.
Tuan Takur pun mempersilahkan nenek duduk sambil membicarakan permasalahan yang telah terjadi di rumah mans kurana.
"Aku tau ini sudah berlebihan ,aku menantu mu ibu dari istri ku ,aku minta maaf terlebih dahulu"ucap tuan Takur
"Baik lah ,bicaralah "
"Aku rasa ,kalau ibu tinggal di sini terlebih lama ,apa lagi ibu mengatakan ibu akan pergi setelah menantu ku cany melahirkan kan ,mungkin jika lebih baik kalau niat ibu di ubah saja ,karna aku takut cany akan menjadi depresi "ucap tuan Takur
"Apa kah menantu ku ini mengusir ku sekarang ,baik lah kalau memang ini mau mu ,aku akan pergi sekarang juga jika kau mau "ucap nenek
Ibu Rita yang memandang suaminya hanya bisa mengangguk
"Baik lah kalau itu memang keinginan ibu ,aku menghargai keputusan ibu "ucap tuan Takur,nenek pun pergi ke arah kamar nenek yang telah di sediakan dan langsung menelepon supir nya nenek.
__ADS_1
"Ibu biar aditya yang mengantarkan nenek pulang ,Aditya bisa di percaya,tenang saja"ucap tuan Takur
"Baiklah ,aku menerima,aku baru kali ini datang ke rumah putri ku dengan tidak di hargai dan tidak terhormat "
"Maaf kan kami ibu ,tapi ini juga bukan keinginan saya apa lagi keinginan Rita"ucap tuan Takur.
Saat nenek pergi ibu Rita langsung memegang tangan tuan Takur
"Suami ku ,aku tau kau melakukan ini karena terpaksa dengan keadaan kan"
Tuan Takur pun menjawab perkataan ibu Rita dengan menggenggam tangan istrinya ibu Rita
"Aku bingung,aku kasian melihat menantu ku cany ,yang selalu tertekan di rumah ini saat ibu datang "
"Iya aku tau ,aku merasa bersalah kepada cany,aku melihat dia sudah tidak punya harga diri di hadapan ibu ku sendiri"ucap ibu Rita
DI SISI LAIN LIAM DAN CANY
"Kenapa kau tidak beritahu kan ini semuannya cany "ucap Liam kepada cany
"Liam aku minta maaf ,aku tau aku salah ,tapi plis lupain aja Liam "ucap cany
"Baik lah jika ini kau mu ,aku tidak akan memaksa mu untuk menjelaskan semuannya ,karna tidak begitu penting"ucap Liam
",Baiklah "
"Satu lagi yang harus kau ingat ,jangan pernah merasa aku mencintai mu ,apa lagi menyukaimu hanya karna aku membela mu di depan semua anggota keluarga ku hari ini,ini hanya sebuah tak tik ,untuk mereka bisa percaya dengan aku ,bahwa tidak terjadi masalah apapun"ucap Liam
"Ohhh gitu ya Liam ,makasi banyak Liam ,aku jadi tau sekarang,baik lah ,jadi ini hanya sandiwara mu saja ,hebat banget ya kamu Liam ,aku kira kamu benar benar membela ku "ucap cany yang terkejut sambil menangis dan pergi ke balkon kamar
"Ok ,kamu ...."ucap Liam yang tiba tiba merasa bersalah
Cany yang melihat ke belakang melihat Liam dengan tatapan tak percaya
"Ohh ya ,kamu gak berangkat kerja ,aku udah siapin semuannya yang kamu perlu untuk bekerja "
Liam pun menjawab"baiklah aku akan berangkat bekerja ,walupun ini sudah tepat tapi aku harus tetap profesional di perusahaan mans kurana "ucap Liam yang pergi .
__ADS_1