
Cany pun makan di di samping liam,walaupun hati cany begitu jantungan ,di tambah cany yang memang sangat lapar.
"Bagaimana apa kah masakan ku enak "ucap cany yang mengalihkan percakapan agar tidak terlihat sunyi
Liam hanya bisa melihat cany dengan tatapan manis
"Masakan mu enak sekali "ucap Liam yang memuji
Cany merasa bahagia karena Liam memuji masakan cany pertama kali nya.
"Makasi"ucap cany
Saat cany ingin makan tiba tiba Liam mengambil sendok yang berada di tangan cany
"Bentar ....aku siapin ya "ucap Liam
Cany tiba tiba tidak percaya yang terjadi kepada Liam saat ini
"Apa yang terjadi ...mengapa dia bertingkah seperti ini "ucap cany dalam hati.
Cany hanya bisa mengangguk bagaimana pun kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.
.
Perlahan lahan Liam menyuapkan ke mulut cany ,cany bisa melihat wajah Liam yang sangat tampan ,cany merasa bahagia melihat tatapan Liam yang begitu manis.
*
*
Saat cany ingin ke kamar mandi ,Liam pun turun untuk mengembalikan piring yang Liam pakai.....tiba tiba bel rumah berbunyi yang menandakan tamu yang datang,Liam pun mendekati pintu dan membuka pintu dan ternyata sahabat Liam datang yaitu Rido
"Hay men gimana kabar loh ,sehat kan "ucap Rido sambil memeluk Liam
"Sehat dong bro ,gue happy,ehhh gimana kabar keluarga loh"ucap Liam
"Baik ,sehat "ucap Rido
Liam pun mengajak Rido untuk duduk dan bibi Halimah pun menyiap kan minuman dan cemilan.
Tiba tiba cany lewat dari atas begitu juga Liam dan Rido yang melihat cany yang sedang hamil besar
"Bro....hamil berapa bulan istri Lo bro ...kayak nya besar banget ,dan tebakan gue bentar lagi sih lahiran ya bro"ucap Rido
"7 bulan bro...iya bentar lagi lahiran,cany....ayo turun "ucap Liam sambil memanggil cany dari atas ,tiba tiba cany pun melihat Liam dan langsung menuruni tangga
"Gak usah lah bro ,istri loh pasti malas turun apa lagi lagi hamil sebesar itu "ucap Rido
__ADS_1
Saat cany turun melewati tangga cany berusaha pelan pelan ,karena memang cany sangat takut,cany memegang perut cany Dengan erat
"Bro bantu lah istri mu turun ,masa kamu biarin aja ,dia itu kesusahan loh"ucap Rido
"Biarin aja lah ,dia itu udah besar ,pasti bisa "ucap Liam ...walaupun dalam hati Liam sangat takut"aduh gimana cany ,nanti kalau aku bantu aku jadi salting "ucap Liam dalam hati
Cany pun turun dengan baik,
"Halo bos cany "ucap Rido
"Iya ....kenapa harus memanggil saya dengan bos "ucap cany
"Boss kan istri dari bos Liam ,jadi saya juga harus memanggil anda boss"ucap Rido
"Tapi lebih baik panggil saya cany saja ,saya sangat sungkan "ucap cany
"Iya benar Rido"ucap Liam yang memotong pembicaraan
Cany pun duduk begitu juga Liam dan Rido
"Btw cany ....berapa bulan kandungan mu "ucap Rido yang membuka pembicaraan
"Masih 7 bulan ,tinggal 2 bulan lagi baru lahiran "ucap cany
"Kalau boleh tau jenis kelamin anak mu Liam apa "ucap Rido
"Aku ngerti kok ,aku sudah duga karena aku sudah tau peraturan keluarga ini
Akhir nya Cany pun tersenyum kepada Rido,Liam yang melihat cany tersenyum merasakan panas
"Kenapa cany harus tersenyum kepada Rido ,bikin emosi aja "ucap liam dalam hati
"Bro kalau boleh tau ada urusan apa makanya repot repot datang ke sini "ucap Liam
"Ohhh iya,sampai lupa ,jadi gini perusahaan kita kan menang to ,trus istri aku juga lagi hamil ,ini tanda kebahagiaan aku ,aku ingin undang kamu Liam sama cany buat acara party "ucap rido
"Ohhh ya ,kayak nya keren nihhh ,acara nya dimana bro "
"Acara nya di diskotik bro ,tapi tenang aja ini nggak kayak diskotik yang aneh aneh ,kita udah pesan yang intinya lebih terjamin"ucap Rido
"Wahhhh....keren ,ya kalau diskotik biasa juga lebih bagus lah bro ,aku udah nggak pernah ke diskotik semenjak nikah "ucap Liam
Cany yang mendengar jawaban Liam melihat dengan tiba tiba
"Tapi kan bro kalau kamu mau nya diskotik biasa nggak bisa ,istri lo lagi hamil begitu juga istri aku "ucap Rido
"Santai aja ,istri mu kan bisa loh aman lah ,begitu juga istri gue "ucap Liam yang asal ngomong
__ADS_1
"Aku masih takut Liam ,kita buat yang terjamin aja "
"Iya benar Rido ,lebih terjamin kan lebih aman bukan"ucap cany dengan memotong pembicaraan
"Yaudah kamu nggak usah ikut kalau kayak gitu ,kamu di rumah aja "ucap Liam
"Ok ,aku di rumah aja "
"Intinya Rido kamu urus semua ,aku mau party di acar nanti ,jangan sampai seperti biasa ,istri kamu nggak ikut ok,tapi istri ku cany harus ikut ,dia kan pasangan hidup buka jadi dia harus ikut "ucap Liam yang tidak bisa di tolak
"Baik lah "Rido pun hanya bisa terdiam karena kalau Rido menolak Rido takut akan jabatannya yang akan hilang.
Liam pun tiba tiba naik ke atas kamar ,dan meninggalkan Rido dan cany
"Maaf ya cany saya tidak bisa menolak ,karena cany tau sendiri"
"Tidak apa apa ,saya tau "ucap cany
"Kalau begitu saya mau pamit dulu cany ,tapi sebelumnya apakah cany mau saya bantu naik ke atas buat ke kamar ,saya lihat cany kesusahan buat naik "ucap Rido
"Hmmm boleh rido ,memang aku kesusahan buat naik , kadang tuh kaki saya sakit ,sama pinggang saya , sebenarnya saya malas naik turun "ucap cany
Rido pun membantu cany buat naik melewati tangga,niat Rido yang tulus membantu tidak ada berpikiran yang aneh aneh,saat sampai di atas
"Makasi banyak Rido"ucap cany
"Sama sama "
Begitu juga Liam yang melihat sambil mengintip cany dari jendela ,saat cany masuk tiba tiba Liam menghentikan cany menggunakan tangan nya
"Bagaimna sahabat ku keren kan ,aku yakin kau sangat tertarik padanya ,dia baik , pengertian pasti jantung mu berdebar debat bukan "ucap Liam
"Apa maksud mu Liam ,awas aku mau ke balkon "
"Kalau aku tidak mau bagaimana ,apa mau mu ,kau akan membunuh ku ,ohh ya satu lagi ,intinya saat party nanti kau harus ikut ,aku tidak peduli tentang dirimu saat party nanti"ucap Liam
"Lalu apa gunanya aku ikut kalau kau tidak memperdulikan aku di saat party"
"Itu adalah kemauan ku ,kau tidak boleh menolak nya "
"Terserah kamu saja "
Liam yang sangat geram dengan cany tiba tiba mendorong cany ke din Ding dan mencium bibir cany dengan pelan.
Cany yang melihat wajah Liam berada di dekat wajah Liam membuat cany terkejut atas apa yang Liam lakukan
Hy gais jangan lupa komen dan ikuti author aku dong
__ADS_1
Makasi buat yang baca dan yang komen