
Dika yang sudah mabuk ,tapi masih bisa merasakan nafsu pada istri nya yaitu Karin,Dika begitu sigap mencium bibir Karin dengan lembut,saat Karin menikmati nya ,tiba tiba Dika berhenti dari aksinya,dan Dika ternyata tertidur,Karin yang sudah terlalu menikmati nya,Karin segera memukul Dika,dan Untung nya Dika tidak merasakan pukulan tersebut.
"Dasar laki laki nggak ada akhlak,bisa bisa nya dia tertidur segampang itu "ucap Karin yang sangat kesal
Karin pun tidur kembali walaupun dengan hati yang kesal kepada Dika
"Awas aja besok pagi"ucap Karin
Malam pun berlalu,dan pagi pun datang kembali seperti khalayak nya ayam jantan berkokok setiap pagi ,dan cany bangun,cany sangat susah bangun,karena cany benar benar merasakan berat'pada bagian perut cany , wajar kalau berat karena cany yang sedang mengandung anak dari Liam,si pria mafia.
Liam berangkat bekerja dengan melihat cany yang sedang duduk dengan susah
"Kamu kalau mau duduk,bilang ke aku , jangan sendirian kayak gini "ucap Liam
"Iya Liam "
Liam pun mencium cany di bagian kening Cany
"Aku berangkat dulu ya ,kamu jangan terlalu lelah ya ,kamu jaga kandungan kmu ya "
"Semangat Liam "ucap cany
Liam berangkat bekerja dan memasuki mobil dengan pelan pelan.
Saat di perjalanan ke arah kantor tiba tiba ada orang yang ingin merampok Liam , mobil Liam segera berhenti dan Liam segera melihat pergerakan para perampok
"Keluar"ucap preman
Liam masih terlihat diam dan tidak merasa ketakutan,Liam tetap Santai sehingga membuat preman tersebut kesal
"Kurang ajar,dia nggak denger kita "ucap preman.
"Iya ".
Preman tersebut langsung marah dan Liam pun keluar untuk menghadapi para preman tersebut,tidak beberapa lama Liam begitu mudah untuk menghabisi dan mengalahkan para preman tersebut,karena Liam yang sangat kesal dengan preman tersebut Liam pun menanyakan siapa yang menyuruh
"Siapa yang menjadi atasan kalian"tanya Liam
"Tidak ada "
"Jawab "ucap Liam yang kesal
Para preman itu pun pergi dari hadapan Liam karena memang niat preman itu hanya untuk merampok Liam yang membawa mobil mewah,Liam segera melanjutkan perjalanan ke kantor ,dan setelah sampai di kantor sekertaris Liam segera mengutus berkas berkas Liam untuk pergi ke luar negeri.
"Pak Liam jadwal akan di tentukan,dan saya sudah mengurus nya, jam 03 sore nanti jadwal pesawat bapak"ucap sekertaris
"Nanti sore ,jam 03...."ucap Liam yang masih bingung
__ADS_1
"Ya pak ,apakah ada keberatan "
"Tidak ,kalau begitu baik lah ,kamu boleh keluar "ucap Liam.
Liam segera menyelesaikan semua tugas Liam dan pulang ke rumah untuk memberitahu kepada cany dan mempersiapkan barang barang Liam.
*
Liam pulang dan melihat cany yang sedang berada di depan kaca dengan merias wajah nya yang cantik ,Liam pun segera memeluk cany.
"Kamu tuh udah cantik "ucap Liam
"Liam....kamu udah pulang , kenapa cepat banget"ucap cany
."aku ada berita cany ,dan aku harap kamu nggak sedih ya "
"Ok Liam"..
"Nanti sore adalah jadwal pesawat ku cany,nanti sore aku akan pergi cany ,aku sangat bingung,apakah ini akan terjadi ,sedangkan aku sudah memperhitungkan jadwal lahiran mu ,dan tidak kurang 1 Minggu kamu akan lahiran "ucap Liam
"Nanti sore "
"Iya Cany jam 03"
Cany menangis melihat Liam dan memeluk Liam yang berada di belakang nya
"Aku tau cany ,tapi aku janji aku akan mengusahakan untuk cepat pulang "
Cany terus memeluk Liam ,cany rasanya tidak ingin berpisah dari Liam ,dan kalau pun pisah hanya di pisahkan oleh maut.
"Tenang ya cany ,sayang aku akan pulang cepat kok ,aku nggak akan lama disana "..
*
..
*..
Dika bangun dan melihat Karin yang sudah tidak ada di samping nya dan mengarahkan pandangan nya ke jam dan ternyata Dika bangun begitu siang ,dan Dika sudah mengetahui kalau Karin sedang mengantarkan gala ke sekolah ,Dika segera beranjak dari tempat tidur dan segera mandi.
Tidak beberapa lama Dika selesai mandi dan Karin pun pulang ,dan saat Karin pulang ,Karin mendiami Dika walaupun Dika sudah berteriak,dan mengikuti Karin kemanapun
"Kamu kenapa sih "ucap Dika yang bingung..
"Pikir aja sendiri "itu lah kata kata Karin
Dika segera memikirkan semuannya dan saat berpikir keras , akhirnya Dika mengingat malam hari
__ADS_1
"Ohh aku ingat,tapi kok kamu marah sih"
"Aku nggak marah aku hanya nggak mood aja ,malam hari kamu mengatakan sayang kita kan belum punya anak dari darah daging kita berdua jadi mari kita buat ,tapi kenapa kamu malah tidur begitu saja "ucap Karin yang kesal tanpa memikirkan rasa malu
"Ohhh ya ....apa hanya karena itu kau marah kepada ku "ketawa Dika
."tidak lucu "ucap Karin
"Jadi kau mau agar kita buat Baby sayang ,yasudah ayo, lagian gala juga udah besar ,sudah saat nya dia punya adek bukan "ucap Dika ...
"Tapi aku tidak mood sama sekali ,aku mau membereskan semua ini , banyak sekali pekerjaan rumah ,sudah lah lupakan "ucap Karin yang kesal ...
Dika pun mencoba merayu Karin berulangkali tapi keputusan Karin memang sudah bulat ,tapi Dika belum menyerah untuk malam nanti.
*
*...
Cany segera mempersiapkan barang barang Liam yang akan di bawa untuk pergi bekerja.
"Liam ...kamu tuh harus jaga kesehatan ya "
."plis jangan panggil Liam dong , panggil yank aja "
."baik lah Li....eh yank"dengan tidak keberatan
"Bagaimana kalau cany tinggal di rumah ibu saja ,disini juga bibi Siti tidak ada ,kamu sendirian cany "ucap Liam ...
"Hmmm aku tidak mau Liam ,aku nggak mau ,aku mau di sini aja ,aku bisa tinggal di rumah ratu ,atau di rumah ibu ku saja , asalkan jangan mengingat kan aku tentang kejadian kemarin "ucap cany yang menolak
"Baik lah aku mengerti "
Tidak lupa Liam juga menghubungi Karin ,ibu ,ayah nya dan Dika untuk menitipkan cany yang di tinggal,dan dengan senang hati untuk menerima permintaan tersebut.
"Yank ....kamu harus membawa obat yank ,nanti kalau kamu sakit gimana ,aku nggak mau "ucap cany yang khawatir,karena terlalu khawatir nya cany sampai tidak melihat jalan nya yang berair akibat air yang jatuh, dengan cepat Liam segera memgang cany dengan erat, tatapan cany begitu melekat ke tatapan Liam
"Cany hati hati ,gimana kalau kamu jatuh ,aku nggak tau harus bilang apa ,aku khawatir ,gimana kalau terjadi apa apa sama anak kita "ucap Liam yang marah tapi dengan mengkhawatirkan Cany
"Maaf Liam "ucap cany
"Ha....yasudah nggak papa,aku juga minta maaf terlalu kencang ngomong "
Liam segera memeluk cany dan mengelus elus perut cany dengan lembut.
Hy gais jangan lupa komen dan ikuti author aku
Mauliate.
__ADS_1