Hati Yang Terpaksa

Hati Yang Terpaksa
marah nya seorang ayah


__ADS_3

Cany pun meletakkan bayi nya


"Yaudah kalau gitu,aku mau beli baju dulu ya "ucap cany yang panik


"Ngapain sih ,baju kita tuh lagi di jahit sayang, tenang aja , paling besok Uda datang ,aku Uda siapin semua nya kok sayang "ucap Liam yang membuat cany tidak panik lagi


"Ohhh gitu ya ,aku Uda panik banget "ucap Liam.


Saat bayi mereka lagi tidur,tiba tiba Karin datang dan Dika


"Mau,pahh"panggil Karin


Liam yang mendengar,turun


"Jangan teriak teriak dong "ucap Liam


"Mama mana ,sama papa,aku dengar kakak sama cany mau pisah ,betul itu "tanya Karin


"Tau dari mana "ucap Liam yang bingung


"Ya intinya aku tau "ucap Karin


Tiba tiba ibu dan ayah Karin datang


"Karin sayang,"ucap ibu Rita


"Mah , Karin tau dari mana kalau aku sama cany bakal pisah "tanya Liam yang serius


"Mama yang kasih tau sama latin ,soal permasalahan keluarga kita "ucap ibu Rita


"Kenapa harus di kasih tau sih "ucap Liam Yang tidak suka


Karin yang bingung dengan tingkah laku kakak, merasa tidak suka


"Emang nya kenapa,kalau aku tau permasalahan kakak,emang nya aku orang lain sampai sampai kakak marahin ibu kaya gini "ucap Karin


"Nggak gitu Karin , cuman ya ,ini masalah rumah tangga nya kakak "ucap Liam


"Udah lah terserah "


. Tuan Takur yang hanya diam tanpa berkata sedikit pun


"Tumben banget ayah nggak ngomong "ucap Karin


"Nggak papa ,ayah cuman lagi sakit tenggorokan "ucap tuan Takur yang sebenarnya..


"Mah,,,aku mau tau dong ,kapan pemberkatan nama anak kakak'"ucap Karin


"2 hari lagi "ucap Liam .


,"Ok kalau gitu , selamat telah menjadi seorang ayahh, untuk kakak aku "ucap Karin sambil memeluk kakak nya Liam .


"Selamat ya bro "ucap Dika.


"Iya makasih"ucap Liam


"Ma,pah jangan Dami dong ,kita tuh keluarga, lagian ngapain ayah sama ibu nyuruh cany sama kk Liam cerai,udah jelas mereka udah punya anak ,dan rumah tangga nya juga baik baik aja "ucap Karin yang langsung


Tuan Takur yang mendengar dari putri nya segera amarah nya memuncak

__ADS_1


"Kamu jangan ikut ikutan ,kamu tau apa Karin ,rumah tangga kamu aja ,kamu urusin,gala urusin,ini keputusan papa,kamu kenal papa kan "ucap tuan Takur


"Ohhh jelas aku ikut ikutan karena kk Liam kk aku , ternyata papa belum sadar ya ,aku kira papa nyesal semua perbuatannya papa , ternyata nggak,bayangin aja kalau itu diposisi Karin ,aku nggak akan maafin papa"ucap Karin


Tuan Takur yang emosinya memuncak segera menampar Karin.


"Kurang ajar banget kamu sama papa"ucap tuan Takur


"Apa...papa mau nampar aku lagi ,tampar pa,aku juga muak lihat sifat papa kaya gini "ucap Karin


Semua yang ada di tempat terkejut


Dengan Karin dan papa


"Udah sayang , jangan lagi "ucap Dika


"Udah dong pah,kamu nggak boleh kayak gitu "ucap ibu Rita


"Kalian itu cuma dua bersaudara,tapi kalian berdua mempermalukan nama ayah , kalian hidup enak ,tapi kalian benar benar tidak pernah menghargai ayah ,bayangkan saja anak perempuan ayah hamil di luar nikah,dan ayah harus mendengar Liam menghamili perempuan lain , kalian kira ayah nggak malu , kalian kira ayah nggak merasa hancur,di mana otak kalian, apakah kalian semasa kecil pernah kekurangan, nggak kalian selalu berkecukupan,ayah tau ayah' salah tapi kalian sadar nggak atas perbuatan kalian"ucap tuan Takur


Tiba tiba bayi kecil yang ada di pangkuan cany menangis karena terkejut mendengar suara tuan Takur


"Nguak nguak "tangis bayi


Tuan Takur semakin kesal dengan tangisan bayi yang ada di depannya


"Antar dia ke atas"ucap tuan Takur


Cany yang takut segera mendiamkan bayi nya dan menidurkan di atas ,lalu kembali lagi


Liam dan Karin pun terdiam


"Pah ,udah dong jangan mengungkit yang sudah terjadi "ucap ibu Rita


Setelah itu tuan Takur pun pergi ke kamar,begitu juga ibu Rita yang mengikuti tuan Takur


"Pahhh"ucap ibu Rita


Semua yang pun terdiam, karena Liam sadar apa yang liam perbuat salah selama ini ,begitu juga Karin .


"Ahhhh,,,aku memang salah"ucap Liam


"Tapi kk ayah juga berlebihan, kalau pun ayah pengen kalian ceri, nggak harus sekasar itu sama cany "ucap Karin


"Sayang udah dong "ucap Dika


"Kamu nggak sadar atas perbuatan kamu Karin "ucap Liam


Liam pun segera mengajak cany ke kamar untuk menenangkan diri


"Kalian pulang aja , nanti aku akan menyelesaikan masalah ini,ayo sayang"ucap Liam


Disisi lain ibu Rita menenangkan suaminya


"Pah,,,ibu tau perasaan papa,tapi ikhlaskan saja pah, bagaimana pun mereka berdua sudah punya rumah tangga masing masing "ucap ibu Rita


"Ohhh tidak bisa segampang itu , mereka sudah dewasa, mereka harus siap menghadapi Saya Bu , mereka harus nya berpikir sebelum ini semua terjadi "ucap tuan Takur yang sedih


"Udah dong pah "

__ADS_1


"Awal nya bu Saya suka melihat cany ,tapi melihat semua caci maki datang,aku benci lihat cany Bu, mereka harus bisa menghadapi Saya Bu "ucap tuan Takur yang nekat


"Pqh jangan kaya gini dong "


"Sudah lah Bu ,sana saja sama menantu mu itu"


Tuan Takur pun pergi ke kantor untuk melihat semua perkembangan di kantor.


Sesampainya di kantor semua karyawan terdiam, melihat tuan Takur datang


"Diam diam atasan datang"ucap para karyawan


Tuan Takur pun masuk ke dalam ruangan


"Liam ada izin nggak masuk "tanya tuan Takur


"Nggak ada pak "ucap Nita


Segera tuan Takur menelpon Liam dan menyuruh Liam ke kantor


Tidak beberapa lama Liam pun datang ke kantor dengan rapi , saat masuk ke dalam ruangan tuan Takur


"Hebat ya kamu kerja sesuka hati kamu ,kamu kira kamu hebat,bisa bisa nya kami nggak masuk ,apa karena kamu sudah menjadi seorang ayah makanya merasa hebat"ucap tuan Takur


"Tidak ayah"


"Kalau begitu berikan alasan, kenapa kamu nggak masuk ke kantor "tanya tuan Takur yang masih marah


"Tadi saya bangun nya telat karena harus begadang tadi malam ayah "ucap Liam


Tiba tiba tangan tuan Takur menampar wajah Liam


"Laki kan kamu , seorang ayah kan kamu,bagi waktu dong ,plakkkk,plakkk"tamparan keras tuan Takur


Semua karyawan yang mendengar tamparan keras itu , semua terkejut dan terdiam


"Ada apa itu , seperti tuan Takur marah banget "ucap para karyawan yang berbisik


"Maaf ayah,,"ucap Liam


,"Maaf gampang banget kamu ngomong nya , keluar sekarang, keluar "ucap tuan Takur


Liam pun segera keluar dengan pipi yang Merah dan para karyawan melihat Liam yang kesakitan


"Nita ,,, panggilkan Rido "


"Baik pak "ucap Nita yang takut


Setelah beberapa saat Rido pun masuk


"Ya pak "ucap Rido


"Urus semua perayaan pemberkatan nama cucu saya ,dan satu jangan sampai ada satu kesalahan,soal uang semuanya,buat semewah apapun dan pembayaran minta kepada Liam anak saya ,dan yah no rek putus kan jangan sampai ada uang sepeser pun kepada Liam , semua nya,biar dia berusaha sendiri,dia seorang ayah bukan , harus nya dia pakai uang nya sendiri bukan uang perusahaan "ucap tuan Takur


"Baik pak "ucap Rido yang bingung


"Oke keluar "


Rido yang keluar dari ruangan tersebut bingung

__ADS_1


"Trus uang Liam nanti dari mana"ucap Rido


Lanjut part selanjutnya ya


__ADS_2